
Fatan sudah di tangani oleh dokter dan telah di pindahkan ke ruang rawat saat jimy tiba disana, pak budi juga telah tuba cukup lama disana menemani dika, syukurlah tak ada luka serius yanh di alami fatan, hanya sedikit lika bakar di pergelangan tangannya dan sedikit luka di jarinya, sepertinya dia memukul sesuatu dan mengakibatkan luka di tangannya , selain itu tak ada luka yang berarti.
Sepertinya takdir tak menginginkan pria ini untuk pergi menemui ajalnya, pasalnya sudah sering kali ia mencoba mengakhiri hidupnya namun tak berhasil sekali pun, selalu ada luka yang tak berarti saat ia mencoba mengakhiri hidupnya.
Saat ini fatan sedang di kamar rawatnya dan belum sadarkan diri, jimy menunggunya disana, jimy belum berbicara dengan siapa pun dan tak ada yang bertanya padanya juga soal ia yang masih hidup saat ini, bagas mengurus sesuatu yang terjadi di kediaman fatan bersama riki dan bik rani, belum ada keputusan apapun soal sisa bagian rumah yang yak terbakar itu, semuanya masih sibuk membenahi hingga lupa akan sosok akar yang mengakibatkan hal ini terjadi.
" untuk apa bapak masih disini?" tanya dika yang saat ini mereka sedang berada di kantin untuk berbicara
" apa maksud nak dika?" tanya pak budi yang mengeryitkan dahinya mendengar pertanyaan dika
" kenapa tidak menghilang saja seperti sebelumnya?" tanya dika
" saya benar-benar tidak mengerti maksud nak dika" balas pak budi yang benar-benar tak mengerti maksud dika
" haruskah saya membicarakan masa lalu agar bapak mengerti?" balas dika dengan tatapan serius
" degh..." sepertinya pak budi sudah paham maksud dari dika
" sepertinya bapak sudah paham maksud saya... apa anda disini untuk memastikan apakah dia sudah mati atau tidak.. apa karena itu alasan anda disini?" ucap dika meskipun dengan santai namun terlihat sangat jelas aura di sekitarnya bahwa ia sangat serius saat ini, pasalnya pak budi hanya pernah bertemu dengan bagas dan tak mengenal dika sama sekali
" ten.. tentu saja tidak.. saya disini karena benar-benar mengkhawatirkan tuan muda.." balas pak budi tergagap
" benarkah?" balas dika
" tentu saja.. saya sudah katakan sebelumnya pada nak bagas tentang saya.. apa nak dika tak percaya dengan saya?" balas pak budi
" entahlah... bagas sudah memberitahu saya sebelumnya.. tapi percaya atau tidak saya tak terlalu memikirkannya" jawab dika dengan santai
" terlepas dari itu semua sepertinya nak dika harus melihat berita yang sedang panas saat ini" ucap pak budi sembari menunjukkan ponselnya
" hm?" dimas mengambil ponsel itu dan melihat apa yang dimaksud pak budi
" secepat itu beritanya di risil" gumam dika
" kita akan tanya bos untuk ini" ucap dika menyerahkan kembali ponsel pak budi
" soal nak jimy apa saya bisa bertanya sesuatu?" tanya pak budi yang penasaran
" tanya saja" balas dika memberi ijin
" em.. em.. bukankah nak jimy sudah di nyatakan meninggalkan?" ucap pak budi dengan ragu
" soal itu.. anda bisa lihat sendiri kan bos masih disini itu artinya bos masih hidup" balas dika belum menjelaskan apa yang terjadi pada jimy saat itu
🌹
Waktu menunjukkan pukul dua dini hari dan fatan belum sadar sama sekali, dokter mengatakan tak ada kondisi serius namun hingga sekarang fatan belum sekalipun membuka matanya, jimy masih menunggu disana begitu juga dengan dika dan pak budi yang kini duduk di ruang tunggu.
__ADS_1
" masih belum mau bangun ya.. kau akan tidur sampai kapan?" gumam jimy
" degh!!! sial!!!" sepertinya kebiasaan buruk jimy kambuh lagi, ia segera berlari ke toilet dengan menutup mulutnya
Saat jimy ke toilet dika masuk, awalnya ia ingin menemui jimy
" bos?" panggil dika, mendengar suara dari arah toilet dika bersuami bahwa jimy di toilet, ia akan segera keluar.
" ugh!!" langkah dika terhenti setelah mendengar suara dari arah fatan, segera ia menoleh dan melihat fatan yang sudah sadar
" fatan..." ucap dika kembali ke dekat fatan, terlihat pria itu sedang membuka matanya dan menetapkan pandangannya yang masih kabur, ia mendapati dika yang sedang berada di sana dan memanggil namanya
" fatan.. fatan.. anda bisa mendengar saya?" ucap dika
" ugh... ini dimana?" tanya fatan
" anda sedy berada di rumah sakit" jawab dika
" ini rumah sakit.. dan bukan alam baka?" tanya fatan meski masih lemah
" hah?? jelas ini rumah sakit bukan alam baka" balas dika yang mengeryitkan dahinya mendengar pertanyaan fatan
" sepertinya aku bertemu jimy beberapa saat yang lalu.. jadi ku pikir pasti ini alam baka.." ucap fatan
" jadi aku masih hidup ya.. huh" lanjut fatan tampak kecewa, saat yang tepat jimy keluar dari toilet
" ada perlu apa?" tanya jimy pada dika yang sedang berada disana, ia belum melihat fatan karena tertutupi oleh arah dika berdiri
" bos.. dia sudah sadar" ucap dika
" owh.. dia sudah sadar ya" balas jimy yang tak fokus dengan apa yang dikatakan dika
" apa dia sudah sadar... kau bilang dia sadar?" ucap jimy setelahnya.. setelah ia memahami apa ia ucapkan barusan, dika mengangguk, jimy segera mendekat dan melihat fatan yang sudah sadar
" kau sudah sadar syukurlah" ucap jimy setelah melihat fatan, ia benar-benar bersyukur pria itu telah siuman sekarang, fatan terheran melihat sosok jimy yang berdiri di hadapannya saat ini
" hufh.. syukurlah ternyata ini bukan alam baka tapi surga ya... ah bukan ini pasti neraka karena ada jimy disini" fatan malah mengira mereka sudah berada di neraka sekarang
" hah??" respon dika dan jimy bersamaan
" apa dika juga sudah mati... jadi begitu ya sepertinya kau juga sudah mati" ucap fatan
" apa?? saya masih hidup tau" balas dika
" benarkah?? jadi kau menemui aku dan jimy di neraka ya?" balas fatan
" tentu saja tidak.. tak ada satupun yang ke neraka karena kita semua masih hidup" balas dika
__ADS_1
" masih hidup? sepertinya kau sudah gila dika" balas fatan
" sudah-sudah... dika temui dokter dan katakan dia sudah sadar" jimy menengahi pembicaraan yang tak masuk akal itu
" baik" balas dika yang langsung pergi dari sana
" grep..." jimy mendudukkan diri di kursi dekat ranjang fatan berbaring
" bagaimana keadaan mu?" tanya jimy
" hem? tidak buruk hanya sedikit pusing" balas fatan
" apa di neraka kita juga bisa merasa pusing seperti ini ya?" tanya fatan
" entahlah aku juga tidak tau" balas jimy
Dokter datang dan memeriksa keadaan fatan
" jimy..." panggil fatan
" hm?" balas jimy
" apa di neraka ada dokter?" tanya fatan, dokter menatap jimy setelah mendengar pertanyaan fatan
" sejak tadi dia terus berbicara tak masuk akal.. sepertinya dia mengira bahwa dia telah mati" jelas jimy
" baiklah ayo coba kita periksa" balas dokter
" nah pak fatan... sekarang anda sedang ada dimana?" tanya dokter
" ini neraka kan?" balas fatan
" kenapa anda berpikir begitu?" lanjut tanya dokter
" karena ada dia" jawab fatan menunjuk jimy
" apa?" dokter terkejut mendengar alasan fatan
" baiklah pak fatan terimakasih sudah menjawab... anda harus banyak istirahat" balas dokter yang di balas anggukan oleh fatan
" sepertinya itu hanya halusinasi sesaat saja.. tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap dokter pada jimy
" baik dokter terimakasih" balas jimy
" saya permisi dulu" pamit dokter
Bersambung.,..
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗