
Beberapa hari telah berlalu sejak temuan dika tentang fauzan dan lina, namun hingga kini belum ada petunjuk apapun tentang siapa kedua orang itu, hal itu yang kini membuat jimy masih saja cemas namun ia menutupinya seperti biasanya
" sepertinya semua jalan tertutup untuk kita mengetahui siapa kedua orang ini" ucap fatan sembari memandangi foto fauzan dan lina
" selalu ada jalan" balas jimy menyemangati
" sudahlah pulang sana, ini sudah waktunya pulang kantor" lanjut jimy mengalihkan pembicaraan
Kini fatan telah tiba di rumahnya, dikarenakan besok akhir pekan fatan berniat pergi ke toko buku untuk mencari buku-buku baru yang akan ia baca, itulah yang terkadang fatan lakukan jika koleksi buku yang ia baca telah habis, ia akan pergi untuk mencari yang baru.
Saat malam hari fatan hendak mengambil air minum ke dapur, ia berpapasan dengan fina disana
" kakak ada perlu apa kemari?" tanya fina saat melihat fatan berada di dapur
" mengambil air" jawab fatan
" ah maaf ya kakak fina lupa memeriksa air minum di kamar kakak" ucap fina yang memamg melupakannya
" tidak apa-apa" balas fatan yang tidak mempermasalahkannya
" sini biar fina ambilkan airnya" fina menawarkan diri untuk mengambilkan air, fatan merespon dengan memberikan teko yang ada di tangannya
" ini kakak, lain kali kakak bisa panggil fina kok kalau butuh apa-apa" ucap fina sembari memberikan teko yang telah terisi air kepada fatan
" oke" balas fatan singkat dan hendak pergi dari sana, beberapa langkah fatan berjalan dan ia pun mengehentikan langkahnya
" besok akhir pekan mau temani saya?" tanya fatan pada fina yang masih berdiam diri di sana
" kemana kak?" tanya fina
" toko buku" jawab fatan
" oke, fina ikut" balas fina menerima ajakan fatan untuk pergi dengannya
" ya sudah, saya permisi dulu... em.. terimakasih untuk airnya" balas fatan dan berlalu pergi meninggalkan fina yang masih diam disana
Keesokan paginya setelah sarapan fatan dan fina pergi ke sebuah toko buku yang sering dikunjungi fatan, kini mereka telah tiba di sana
" selamat pagi tuan fatan" sapa pemilik toko setelah melihat mereka masuk
" pagi" balas fatan
" bagaimana kabar anda, sudah lama sekali anda tidak mampir kemari" ucap pemilik toko
" saya baik" balas fatan
" tak ada lagi koleksi yang bisa saya baca, itu sebabnya saya datang hari ini" lanjut fatan
" saya rekomendasikan beberapa buku baru yang sengaja saya tinggalkan untuk anda, mari saya tunjukan" balas pemilik toko
__ADS_1
" di jaman modern seperti ini bukankah lebih mudah untuk mebaca novel atau semacamnya melalui ponsel atau laptop saja, mengapa anda masih mencari novel yang sudah berbentuk buku" ucap pemilik toko sembari mengeluarkan beberapa buku yang ia simpan untuk fatan
" sensasinya berbeda" balas fatan
" begitu ya" balas pemilik toko
" kau bisa melihat-lihat dulu, jika ada yang kau inginkan katakan saja" ucap fatan pada fina untuk melihat-lihat isi toko itu
" oke" balas fina dan pergi dari fatan
" nah ini bukunya, silahkan anda lihat dulu" ucap pemilik toko
" saya akan ambil semua" ucap fatan setelah melihat buku-buku yang di berikan pemilik toko
" saya tidak pernah melihat anda membawa seorang gadis kemari" ucap pemilik toko sembari mengemas buku untuk fatan
" begitu lah" jawab fatan singkat
" apa dia kekasih anda?" tanya pemilik toko
" tidak" balas fatan
" anda ini masih sangat kaku, santai sedikit" balas pemilik toko
" ini buku-bukunya" pemilik toko memberikan dua paper bag yang berisi buku yang di beli fatan
Tak lama fina kembali setelah berkeliling di dalam toko
" iya" balas fina
" apa ada yang kau inginkan?" tanya fatan
" fina tidak begitu suka membaca jadi tidak ada, hehehe.." jawab fina sembari tertawa kecil
" begitu" balas fatan
" kalau begitu kami permisi dulu, terimakasih" pamit fatan pada pemilik toko
" sama-sama" balas pemilik toko
Setelahnya mereka berdua pergi dari toko buku itu dengan fatan membawa dua paper bag di tangannya
" kakak beli berapa buku?" tanya fina setelah melihat tas belanjaan di tangan fatan
" lima" jawab fatan singkat
" kenapa banyak sekali" balas fina yang kaget, pasalnya ia sudah sangat bosan walau hanya membaca satu buku
" satu saja aku sudah bosan, bagaimana dia bisa membaca semua itu" pikir fina
__ADS_1
" saya tidak suka jika sering keluar" balas fatan
" ayo masuk" ucap fatan saat mereka tiba di mobil milik fatan, mobil melaju meninggalkan toko buku itu
" emm... kak" fina berusaha memulai obrolan
" apa?" balas fatan yang sedang fokus mengemudi
" makan es krim yuk... kan enak cuacanya bagus begini makan es krim" ajak fina
" boleh, mini market di depan sana" balas fatan menyetujui, kini mereka sudah keluar dari mini market setelah membeli es krim yang diminta fina, secara kebetulan mereka berpapasan dengan tiga orang pria yang mengenal fatan
" hei... sampah" ucap salah seorang dari ketiga pria itu setelah melihat fatan yang keluar dari mini market, fatan yang mendengar itu langsung melihatnya
" benarkah, ini si sampah itu, hei kawan bagaimana kabarmu... sudah lama kita tidak bertemu" lanjutnya sembari menepuk bahu fatan
" dasar sombong sekali" lanjutnya marah karena fatan tak meresponnya sama sekali
" sudahlah sampah akan tetap menjadi sampah untuk apa membuang waktu berbicara dengannya" ucap pria satunya dengan tawa mengejek
Fina yang melihat kejadian itu, dan respon fatan yang diam saja hendak membalas ketiga pria itu namun fatan memengang tangan fina untuk menahannya
" ayo pergi aku sudah tidak tahan dengan bau sampah ini" celetuk pria lainnya
" dasar menjijikkan" balas pria satunya dan berlalu masuk ke dalam mini market sembari tertawa puas setelah menghina fatan
Melihat mereka telah pergi fatan menuju mobilnya tanpa berkata apapun, mobil melaju dengan keheningan yang kembali terjadi di dalam mobil itu, fina yang kaget bercampur bingung atas apa yang dikatakan ketiga pria itu, sementara fatan yang tampak tak peduli dengan semua itu, dengan sedikit takut fina mencoba untuk bertanya pada fatan
" apa kakak baik-baik saja?" tanya fina dengan ragu, ia takut fatan akan tersinggung dengan pertanyaannya
" saya baik... kenapa bertanya?" jawab fatan
" bukan, emm.. emmm.." balas fina terbata
" terkait kejadian tadi ya?" tanya fatan menebak apa yang akan fina katakan, mendengar itu fina hanya mengangguk
" itu sering terjadi, saya sudah terbiasa" lanjut fatan menjelaskan, perkataan fatan itu mampu membuat fina terkejut, pasalnya setiap kata yang dilontarkan oleh ketiga pria itu sangat kasar
" tapi mereka bicara sangat kasar pada kakak" balas fina
" itu belum seberapa, terkadang ada juga yang melempari saya ketika mereka melihat saya" balas fatan yang semakin membuat fina terkejut
" kenapa begitu kakak?" tanya fina yang penasaran
" sudahlah makan saja es krim mu, tidak perlu memikirkan apa yang tak seharusnya dipikirkan" balas fatan mengalihkan pembicaraan
Meskipun rasa penasaran fina semakin besar tentang hal ini, tapi ia memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaannya lagi, dan memilih memakan es krim yang ada ditangannya, keheningan itu kembali terjadi bahkan hingga mereka tiba di kediaman fatan.
Bersambung....
__ADS_1
Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰