
Pagi hari di kediaman fatan seperti biasa semuanya melakukan aktivitasnya, para pelayan yang malakukan tugasnya masing-masing, fatan yang sedang bersiap untuk berangkat kerja dan fina yang terlihat masih dikamarnya sepertinya ia masih memikirkan keputusan apa yang akan ia ambil, kembali fina melirik waktu di ponselnya yang menunjukkan pukul tujuh lewat, ia teringat akan tugasnya harus memasangkan dasi untuk fatan, ia tak ingin jika fatan terlambat
" kakak sudah siap ya, maaf fina terlambat" ucap fina begitu tiba di depan pintu kamar fatan
" saya pikir kau takkan datang" balas fatan setelah mendengar suara fina di depan kamarnya
Fatan berbalik melihat kearah fina, di lihatnya dengan seksama pergelangan tangan fina, ia tak mendapati gelang pemberiannya kemarin di tangan fina, seketika hatinya terasa perih melihat itu
" dia menolak ku" ucap fatan dalam hati yang kecewa
Fina berjalan kearah fatan yang masih menatapnya, ia meraih dasi di tangan fatan yang akan ia kenakan
" fina memikirkan tentang apa yang kakak katakan kemarin" ucap fina sembari memasangkan dasi fatan, namun fatan hanya diam mendengarkannya dengan seksama
" fina tidak tau apakah fina pantas untuk bersama orang sehebat kakak" lanjut fina yang membuat fatan mengernyitkan dahinya
" jadi itu alasanmu menolak saya" ucap fatan lirih
" fina sempat berpikir untuk itu, tapi bukankah fina juga berhak bahagia, jadi fina ingin kakak yang memakainya" lanjut fina mengeluarkan gelang dari sakunya setelah ia selesai memasangkan dasi untuk fatan
" apa maksud mu?" tanya fatan yang tak mengerti
" fina ingin kakak yang memasangkan gelang ini di tangan fina" balas fina memperjelas maksudnya
" fina mau bersama kakak, fina juga ingin menjadi masa depan kakak" lanjut fina yang kini tersipu malu dengan ucapannya
"apa?" ucap fatan yang tak percaya dengan apa yang ia dengar sekarang
" iya... fina mau terus bersama kakak sebagai kekasih" balas fina yang kini menundukkan kepalanya karena malu jika harus bertatap dengan pria tampan dihadapannya ini
Fatan sangat senang mendengar jawaban fina dan langsung memeluk gadis itu dengan erat
" terimakasih telah memberikan saya kesempatan" ucap fatan dengan tulus, fina tersenyum mendengar perkataan fatan dan membalas pelukannya
Kedua insan itu terhanyut dalam kehangatan dari dekapan cinta hingga momen itu harus terganggu oleh suara ponsel fatan
" kenapa harus sekarang sih" gerutu fatan yang sedikit kesal karena momenya terganggu, mendengar fatan menggerutu fina hanya tertawa kecil
"ada apa?" tanya fatan pada seseorang di sebrang telpon yang ternyata adalah heni sekertarisnya
__ADS_1
" maaf pak... bapak dimana... kita ada meeting pagi ini tapi saya belum melihat bapak datang ke kantor" balas heni menghujani fatan dengan banyak pertanyaan, membuat fatan menjauhkan ponsel dari telinganya
" saya masih dirumah" balas fatan
" bukankah jimy sudah ada di kantor?" lanjut fatan menanyakan keberadaan jimy
" pak jimy sudah dua hari ini tidak masuk" balas heni
" apa!!! kenapa?" balas fatan kaget mendengar jimy tidak ke kantor dua hari belakangan ini, pasalnya ia tak memberi kabar padanya sama sekali
" saya tidak tau pak... pak jimy tidak mengatakan apapun, beliau hanya bilang tidak bisa masuk selama beberapa hari kedepan dan menyuruh saya untuk mengurus semuanya sebelum bapak kembali" jelas heni panjang lebar
" baiklah, saya segera kesana" balas fatan dan menutup telponnya
" saya pergi dulu ya..." pamit fatan sembari mengelus rambut fina
" iya... hati-hati" balas fina diiringi senyum bahagia
" aku sangat senang sekarang, berharap bahwa ini takkan pernah berakhir" ucap fina dalam hati sembari masih menatap kepergian fatan
...Semalam..
Fina yang masih terkejut dengan apa yang dikatakan fatan padanya pagi ini, membuatnya tak bisa berpikir dengan baik, ditengah lamunannya itu ponselnya berbunyi tanda sebuah pesan masuk ternyata itu dari meri
" aku baik mer" balas fina
" oiya aku ingin memberi mu kabar, semuanya berjalan sesuai rencana, pagi ini dia menyatakan perasaannya padaku" lanjut fina memberi informasi tentang kemajuan misi mereka
" benarkah?" balas meri yang tak percaya bahwa ini sangat cepat dari dugaan mereka
" iya.. awalnya aku berpikir itu akan memakan waktu lebih lama tapi ternyata tidak" balas fina yang merasa senang
" nyonya akan senang mendengar ini semua" balas meri
" kemarin malam aku bertemu dengannya" balas fina
" maksudmu bertemu nyonya?" tanya meri yang tak tau jika fina baru saja diundang untuk makan malam bersama tuan hendra dan juga lili
" iya.. kami baru kembali dari rumahnya pagi ini" balas fina menjelaskan
__ADS_1
" apa yang nyonya katakan padamu?" tanya meri penasaran
" tidak ada, hanya perbincangan biasa seolah kami tidak saling mengenal" balas fina
" setelah ini bagaimana?" fina bertanya tentang apa yang harus ia lakukan lagi sekarang, targetnya sudah jatuh cinta padanya lalu apa selanjutnya
" nyonya belum memberi tahu soal itu... em.. lanjutkan saja seperti ini nanti akan ku hubungi lagi jika aku sudah berbicara pada nyonya" jelas meri memberi arahan pada fina
" baiklah" balas fina mengerti
" ceritakan sedikit soal kau dan kak jimy, aku dengar kalian cukup dekat semenjak ia menemanimu saat pulang dari sini kala itu" tanya fina yang penasaran tentang kedekatan jimy dan meri, pasalnya meri kerab membicarakan jimy pada fina
" cukup baik, dia orang yang manis, ramah dan baik" balas meri yang memuji jimy
" kak jimy memang sangat baik" balas fina menyetujui pendapat meri
" hanya itu yang ingin ku sampaikan padamu, aku istirahat duluan" balas fina mengakhiri berbalas pesan dengan meri
" meri tidak perlu tau bahwa aku juga jatuh cinta pada kak fatan" pikir fina
Fina yang masih menatap kepergian fatan dari tempat ia berdiri hingga pria tampan itu kini telah menghilang sepenuhnya dari pandangannya, ia tersadar dari lamunannya setelah fatan benar-benar menghilang, fina melanjutkan pekerjaannya.
Di tempat lain terlihat jimy sedang bersama dika di sebuah rumah yang terletak jauh di desa, entah apa yang dilakukan mereka disana
" sudah dua hari kita disini, kapan dia akan pulang?" tanya jimy pada dika yang terlihat sepertinya mereka sedang menunggu seseorang di desa itu
" kita sudah bicara dengan istrinya, kemungkinan orang yang kita cari itu akan pulang sore ini" balas dika
" astaga ternyata masih ada desa seperti ini, jangankan untuk internetan jaringan telpon saja tidak ada" gerutu jimy yang tak sabar bertemu seseorang yang mereka tunggu saat ini, di ketahui pria yang mereka tunggu sedang berburu bersama beberapa penduduk desa lainnya.
" aku tak pernah suka menggali masa lalu" ucap jimy
" tapi jika memang di perlukan anda akan menuntaskannya bagaimana pun caranya" lanjut dika yang tau seperti apa jimy
" kau sangat tau itu" balas jimy sembari tersenyum manis yang membuat dika merinding melihat itu, baginya senyuman itu adalah senyuman maut
" lebih baik anda tidak tersenyum, itu membuat ku merasa merinding" balas dika bergidik
" hahaha" jimy tertawa mendengar penuturan dika
__ADS_1
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰