Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 43 Kemarahan


__ADS_3

Setelah berpamitan pada fatan untuk mencari makan jimy ternyata kembali ke kediaman tuan hendra untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi hingga lampu gantung itu bisa jatuh, namun sesampainya disana bukanya menanyakannya baik-baik jimy malah tak bisa mengontrol emosinya hingga hampir setiap orang yang berada dirumah itu menjadi sasaran kemarahannya, termasuk pak budi


" pak budiii" teriak jimy memanggil nama pak budi setelah ia berjalan memasuki ruangan dimana pesta diadakan


Para pelayan yang melihat jimy sangat marah tak berani mendekatinya, pasalnya mereka tau jika disaat seperti ini tak ada yang bisa berbicara baik-baik dengan jimy, sehingga seorang pelayan memutuskan untuk memanggil pak budi yang berada di ruang kerja tuan hendra, agar mereka tak terkena amukan jimy


"pak budi... tuan jimy sedang mencari bapak, sepertinya beliau sangat marah" ucap pelayan itu setelah tiba di ruang kerja tuan hendra


"astaga... saya tahu ini akan terjadi.." gumam pak budi sembari mengusap kasar wajahnya


"saya akan menemuinya..." lanjut pak budi dan langsung keluar dari ruang kerja tuan hendra untuk menemui jimy


Setelah jimy melihat pak budi sedang menuruni tangga ia pun berlari menghampirinya dengan rasa marah dan langsung memegang kerah pakaian pak budi, pak budi yang melihat tindakan jimy sangat kaget dan refleks memegang tangan jimy yang berada di kerah pakaiannya


"apa ini nak jimy?" tanya pak budi dengan tenang


"seharusnya saya yang bertanya, apa yang terjadi disini?" balik tanya jimy yang marah


"bapak tidak mengerti maksudmu... karena nak jimy sudah disini, bagaimana keadaan tuan muda?" balas pak budi yang tetap tenang


"kenapa kalian ingin tau setelah kalian berusaha mencelakainya!" jawab jimy dengan marah


"apa maksud nak jimy?" tanya pak budi yang bingung


"insiden hari ini, bagaimana bapak menjelaskan itu!!" jawab jimy yang masih belum bisa mengendalikan emosinya


" bapak pikir ada kesalahpahaman disini... mari kita bicarakan hal ini baik-baik" balas pak budi untuk menenangkan jimy


" apa nak jimy pikir kami akan melukai anggota keluarga sendiri, itu tidak mungkin! nak jimy tau sendiri betapa tuan besar menyayangi tuan muda" lanjut pak budi,


Mendengar ucapan pak budi barusan membuat jimy sedikit tenang dan mengembalikan kejernihan berpikirnya


" benar mereka tak mungkin melukainya" pikir jimy dan melepaskan genggamannya pada kerah pak budi


"maaf pak saya terbawa emosi, seharusnya saya tak membiarkan emosi menguasai saya" ucap jimy setelah melepaskan kerah pak budi


"tidak apa-apa nak bapak mengerti bahwa nak jimy sedang panik" balas pak budi


" ayo duduk kita akan bicarakan ini baik-baik" lanjut pak budi


" apakah lampu gantung itu memang sudah rapuh?" tanya jimy

__ADS_1


" tidak mungkin nak, lampu itu baru saja diganti setahun yang lalu" jawab pak budi


" jadi tidak mungkin jatuhkan?" tanya jimy lagi


" sepertinya tidak nak, karena masih tergolong baru" jawab pak budi


"dari penjelasan bapak barusan ini tidak mungkin kecelakaan, hal ini bisa saja terjadi jika memang ada orang yang sengaja melepaskan pengencangnya kan" balas jimy


"apa maksud nak jimy?" tanya pak budi yang tak mengerti


" saya pikir ini sebuah insiden yang telah direncanakan, entah apa tujuannya tapi saya yakin targetnya adalah fatan" jelas jimy yang membuat pak budi terkejut mendengar penjelasan jimy


"bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi... bapak pikir nak jimy terlalu berlebihan" balas pak budi yang meragukan spekulasi jimy


"ini terlalu bagus untuk sebuah kebetulan pak" balas jimy yang membuat pak budi makin bingung


"maksud nak jimy?" tanya pak budi


" tadi bapak sudah katakan bahwa lampu gantung itu terbilang masih baru, jadi tidak mungkin penguatnya bisa lepas secepat itu jika tak ada yang sengaja melakukanya, untuk apa mereka melakukannya, siapa targetnya, bukankah sudah jelas, semua insiden hari ini murni rekayasa" jelas jimy


" tapi nak jimy bapak masih belum setuju dengan spekulasi yang nak jimy miliki, pasalnya jika ini sabotase korbannya bisa siapa saja, kenapa nak jimy membuat kesimpulan bahwa tuan mudalah targetnya?" tanya pak budi


"entahlah pak saya tak tau alasannya tapi saya yakin targetnya adalah fatan" jawab jimy


"bapak akan bantu, jika menurut nak jimy ini semua sabotase, bapak harus memastikan keamanan tuan hendra dan juga nyonya" balas pak budi yang menawarkan diri untuk ikut menyelidiki insiden itu juga


"baiklah pak, kita akan bekerjasama dalam hal ini, saya akan berikan info apapun yang saya punya, begitu juga dengan bapak" balas jimy yang setuju


"baiklah bapak setuju" balas pak budi


" pembicaraan ini dan rencana ini hanya antara kita berdua saja, jangan sampai ada orang lain yang mengetahui hal ini" ucap jimy


" tentu nak, karena semakin banyak orang tau makan jejak akan semakin sulit untuk ditemukan" balas pak budi yang menyetujui perkataan jimy barusan


" terimakasih sekali lagi bapak sudah mau bekerjasama dengan saya" ucap jimy


" tidak masalah nak" balas pak budi


" maaf soal yang tadi pak" ucap jimy soal kejadian saat ia memegang kerah pakaian pak budi


" tidak masalah nak, bapak harap maklum untuk itu" balas pak budi

__ADS_1


"bagaimana keadaan tuan muda saat ini?" lanjut tanya pak budi


"dia baik-baik saja pak, tak ada luka yang serius, dokter bilang dia akan boleh pulang besok siang" jelas jimy, mendengar itu pak budi terlihat sangat lega


"syukurlah" balas pak budi


"kalau begitu saya pamit ya pak, saya harus kembali kerumah sakit" pamit jimy setelah amarahnya mereda dan juga akhirnya ia berdiskusi dengan pak budi terkait hal ini


" baiklah nak" jawab pak budi


" salam untuk tuan hendra ya pak" ucap jimy sesaat sebelum ia pergi meninggalkan kediaman tuan hendra


Setelah jimy pergi pak budi juga pergi menuju kamar tuan hendra


tok... tok.. pak budi mengetuk pintu kamar tuan hendra


" masuklah" terdengar suara tuan hedra dari balik pintu


" anak itu mengamuk?" tanya tuan hendra pada pak budi terkait jimy


" iya tuan" jawab pak budi


" anak itu masih sama saja seperti sebelumnya" ucap tuan hendra


" tuan muda baik-baik saja tuan, nak jimy mengatakan bahwa tak ada luka yang serius kemungkinan tuan muda akan keluar besok siang" jelas pak budi


" syukurlah" balas tuan hedra yang merasa lega


" sekarang tuan tak perlu khawatir tuan muda baik-baik saja, tuan tak boleh banyak pikiran" balas pak budi menceramahi tuan hendra


" saya tau" balas tuan hendra yang tak ingin diceramahi oleh pak budi lagi


" kau boleh kembali, ini sudah larut" lanjut tuan hendra mempersilahkan pak budi pergi


" baik tuan saya permisi" balas pak budi dan pergi dari sana


Sementara itu kini jimy telah kembali kerumah sakit setelah pergi dari kediaman tuan hendra, ia langsung menuju ruang rawat fatan


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊

__ADS_1


Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2