Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 89 Riki


__ADS_3

" tidak aman jika kita berbicara disini tuan muda" ucap pelayan pria itu


" ikuti saya" balas fatan yang berjalan lebih dulu menuju kamarnya karena bagi fatan itu tempat paling aman untuk berbicara dirumah ini


" sekarang katakan apa maksud mu tadi?" tanya fatan langsung setelah ia menutup dan mengunci pintu kamar agar tak ada yang masuk


" yang tuan muda cari tidak ada di sana, saya sudah memeriksa tempat itu sebelumnya tapi tak menemukan apapun" jawab pelayan pria itu


" kau tau apa yang saya cari?" tanya fatan serius


" tentu saja kita punya misi yang sama tuan muda" balas pelayan pria itu yang tak takut dengan tatapan fatan yang sudah melotot padanya, karena baginya dan para orang-orang yang bekerja untuk jimy di bidang tatapan fatan saat ini, senyuman jimy lebih menkutkan.


" bagaimana saya bisa yakin kita dalam misi yang sama?" balas fatan serius


" tuan muda harus percaya pada saya" balas pelayan pria itu


" bagaimana saya bisa percaya saya bahkan tak tau siapa kau?" tanya fatan


" ah benar... maafkan kelancangan saya tuan muda seharusnya saya memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum berbincang dengan tuan muda... sebenarnya saya tidak punya nama tapi untuk misi kali ini tuan muda bisa memanggil saya riki,,, saya bekerja untuk tuan jimy... tentu saja tuan muda kenal dengan bos saya" balas pelayan pria yang memperkenalkan dirinya sebagai riki.


" bagaimana saya bisa percaya ucapanmu?" tanya fatan ragu


" anda bisa mengkonfirmasinya sendiri tuan muda" balas riki mengusulkan sembari mengeluarkan ponselnya dan menyodorkannya pada fatan agar fatan sendiri yang menghubungi jimy menggunakan ponselnya, fatan ragu untuk mengambil ponsel dari tangan riki


" ambil saja tuan muda hanya ada satu kontak dalam ponsel ini" ucap riki yang melihat fatan tak kunjung mengambil ponselnya, pada akhirnya fatan mengambil ponsel itu dan meminta riki membuka polanya setelahnya benar seperti yang dikatakan riki hanya ada satu kontak disana dengan nama sepupu


" sepupu?" ucap fatan mempertanyakan maksud dari kata sepupu pada riki


" itu hanya samaran saja tuan muda jika terjadi sesuatu maka tak ada orang yang akan curiga" ucap riki menjelaskan, fatan mengangguk kecil tanda ia mengerti


Fatan menghubungi kontak dengan nama sepupu itu yang disinyalir riki sebagai jimy, tak lama panggilan tersambung


" ada apa?" terdengar suara jimy yang tentu saja fatan kenal suara itu


" ini aku" balas fatan


" dia sudah menemui ternyata" balas jimy yang terdengar santai


" jadi benar dia orang mu?" tanya fatan memastikan


" iya, dia bekerja padaku" balas jimy mengiyakan

__ADS_1


" apa maksudmu melakukan ini?" tanya fatan serius sebab jimy tak pernah mengatakan apapun padanya


" aku mengirim orangku kesana untuk mencari bukti tentang pengadopsian mu dan juga kebenaran tentang ayahmu fauzan, bahwa dia merupakan saudara satu-satunya dari tuan hendra" terdengar jimy menjelaskan alasannya dari telpon


" aku tau kau tak suka jika berlama-lama disana jadi aku mengirimkan seseorang untuk membuat pekerjaan menjadi lebih mudah" lanjut jimy dan fatan masih mendengarnya dengan seksama


" aku mengerti soal itu" balas fatan setelah mendengar penjelasan dari jimy


" dia akan membantumu selama disana" balas jimy


" lalu bagaimana dengan buket bunga mawar itu, kau berhutang penjelasan padaku?" tanya fatan mumpung sedang berbicara dengan jimy


" kita akan bahas itu nanti, sekarang fokus dulu pada kasus ini" balas jimy menolak menjelaskannya saat ini


" jaga dirimu" ucap jimy dan mengakhiri panggilan telponya


Setelah panggilannya terputus fatan menatap kearah riki yang ternyata benar-benar orang suruhan jimy untuk membantunya


" sudah berapa lama kau disini?" tanya fatan sembari menyerahkan kembali ponsel milik riki


" sejak sebulan yang lalu tuan muda" balas riki


Riki yang hendak menjawab pertanyaan fatan harus terhenti karena seseorang mengetuk pintu kamar fatan dan ternyata itu fina


" kak fatan... apa kakak ada di dalam?" ucap fina dari balik pintu


" kita akan berbicara lagi nanti tuan muda" ucap riki begitu mendengar suara dari balik pintu


" baiklah" balas fatan mengerti bahwa keadaan saat ini tak memungkinkan mereka untuk melanjutkan pembicaraan karena fina yang terus mengetuk pintu kamar fatan


" ya saya disini tunggu sebentar" ucap fatan membalas perkataan fina barusan


Fatan membuka pintu kamarnya dan riki keluar dari sana membuat fina menatap dengan heran


" saya permisi tuan muda" ucap riki dengan sedikit membungkuk dan melenggang pergi meninggalkan fatan dan fina


" saya permisi dulu nona" ucap riki pada fina juga sebelum pergi


" ah iya" balas fina dengan sedikit tersenyum


Setelah riki pergi fina langsung menghamburkan diri ke pelukan fatan

__ADS_1


" ada apa denganmu?" tanya fatan yang mendapati fina menghamburkan diri kepelukannya


" fina kangen kak" ucap fina dengan manja, fatan tertawa kecil mendengar penuturan fina dan membalas pelukannya


" saya tidak pergi kemanapun kenapa kau bisa rindu" ucap fatan


" dari tadi pagi fina belum menghabiskan waktu bersama kakak" balas fina dengan manja


" kalau begitu masuklah" balas fatan mempersilahkan fina masuk ke kamarnya setelah ia melepaskan pelukan fina


" kakak mau apa?" tanya fina yang terlihat curiga bahwa fatan akan melakukan sesuatu padanya


" jangan berpikir yang aneh-aneh" balas fatan sembari mengacak-acak rambut fina yang terlihat menggemaskan dimatanya saat fina khawatir dengan alasan fatan mengajaknya masuk kekamarnya


" hehehe..." fina tertawa kecil mendengar penuturan fatan, ternyata ia hanya khawatir berlebihan


Fina masuk dan duduk di sofa sementara fatan mengambil bukunya yang ia letakkan di atas meja, setelah ia mendapatkan bukunya ia mendudukkan dirinya di sofa tepat di sebelah fina dan membaringkan tubuhnya dengan paha fina sebagai bantalannya, fatan membuka bukunya memulai membacanya dengan posisi yang paling nyaman menurutnya, sementara fina hanya tersenyum melihat kelakuan fatan saat ini, meskipun dirumah mereka jarang bisa menghabiskan waktu bersama karena fatan yang sibuk bekerja


" kakak merasa nyaman?" tanya fina


" apa kau terganggu?" tanya balik fatan yang tak ingin jika ternyata fina merasa terganggu dengan perlakuannya saat ini, fina menggeleng sembari tersenyum


" kakak pasti senang sekarang berada disini" ucap fina terkait keberadaan mereka saat ini di kediaman tuan hendra


" maksud mu?" tanya fatan tak mengerti


" fina dengar kakak sangat jarang pulang kesini, pasti sekarang kakak senang berada disini" ucap fina memperjelas maksudnya


" tidak juga" jawab fatan datar membuat fina heran dengan jawab fatan


" kenapa begitu?" tanya fina tak mengerti


" sejujurnya saya tidak suka berada disini" balas fatan membuat fina semakin terkejut, bagi fina mana ada anak yang tidak suka kembali kerumah orang tuanya dan bertemu mereka


" jika kakak tidak suka berada disini lalu kenapa kita kemari?" tanya fina yang tak tau apa tujuan mereka berada dirumah tuan hendra


"saya hanya ingin kau kenal dengan ayah, saya hanya tidak suka rumah ini tapi bukan berarti saya tak suka ayah, tidak baik jika orang tua yang mendatangi anaknya bukankah lebih baik jika anak yang mendatangi orang tuanya" jelas fatan beralasan karena tak ingin fina tau apa yang sebenarnya ia lakukan di rumah itu, baginya fina tak perlu tau hal-hal yang tak berkaitan dengannya.


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2