
Seperti yang di ungkapkan fatan pada heni untuk menolak permintaan makan siang dari sebuah perusahaan karena fatan ingin makan siang dengan tunangannya.. kini disinilah mereka sekarang sebuah restoran yang sering fatan kunjungi
" makanannya enak" ucap fina setelah mencicipi makanan yang di sajikan
" kamu suka?" tanya fatan yang juga sedang menikmati makanannya
" iya.." fina mengangguk dengan antusias, entah kenapa gadis itu selalu tampak menikmati segala hal dan terkadang ia bahagia karena hal-hal kecil, itu pun menjadi alasan fatan mengagumi sosok tunabganyaya itu
" bagaimana dengan toko hari ini?" tanya fatan
" tidak ada apa-apa... semuanya berjalan baik kak" balas fina sembari nwnimky makanannya
" jangan terlalu nwmkasakan diri" balas fatan kembali memberikan nasihat, entah sudah berapa kali ia mengatakannya sejak tadi pagi
" iya kak aku akan ingat" jawab fina sembari melepaskan senyum manisnya
" dia benar-benar khawatir... dia sudah mengatakannya sejak pagi" batin fina merasa senang atas perhatian fatan
" setelah ini kakak akan kembali ke kantor?" tanya fina
" iya.. ada meeting jam dua nanti" jawab fatan
" bentar lagi dong... kalau kakak sibuk seharusnya kita tidak perlu makan bersama seperti ini" balas fina setelah melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul tiga belas lewat lima belas
" tidak apa-apa... saya juga ingiy makan denganmu" jawab fatan
" iya sudah ayo cepat nanti kakak terlambat" fina berusaha mempercepat makannya
" tidak perlu buru-buru masih ada waktu" balas fatan agar fina tak terburu-buru dan tersedak
" uhukk.. uhukk.." baru saja fatan mengatakannya dan gadis itu benar-benar tersedak
" minum dulu" fatan memberikan segelas air agar fina minum
Gadis itu mengambilnya dan meneguk isinya hingga hampir tak bersisa
" sudah saya katakan pelan-pelan saja kan" ucap fatan yang bangkit dari duduknya dan mengelus pundak fina untuk membantunya
" akh..." setelah meminum air dan gadis itu bisa bernafas dengan baik lagi
" hehehe" ia hanya tertawa kecil karena malu
" sudah lebih baik?" tanya fatan setelah melihat gadis itu tertawa kecil
" em.." balas fina sembari mengangguk
" nah lanjutkan makannya.. kali ini pelan-pelan saja" ucap fatan yang juga kembali ke kursinya untuk melanjutkan menyantap makan siangnya
__ADS_1
Setelah selesai dengan semua drama itu fatan mengantar fina ke toko sebelum ia kembali ke kantor
" terimakasih kak" balas fina setelah turun dari mobil
" saya pergi dulu" balas fatan yang tak turun dari mobil
"em... hati-hati" balas fina sembari melambaikan tangannya dan melihat mobil yang dikendarai tunangannya itu pergi menjauh dari toko
" ehem... pulang makan siang nih" terdengar suara tika menggoda fina
" iya dong... kamu kapan sama riki" fina malah balik meledek tika, pasalnya dari penglihatan fina kedua orang itu tampak dekat
" apaan sih" tika tampak malu-malu setelah fina menyinggung soal riki
" kalian cocok loh... riki juga baik dan sepertinya ramah juga" fina malah menikmati menggoda tika karena ia juga berpikir tika dan riki cocok
" aku kan sudah pernah bilang tipe ku yang seperti apa" balas tika
" seperti almarhum kak jimy kan... ku pikir riki mirip kak jimy tau" balas fina setelah mengingat sosok riki yang terkadang sikapnya mirip jimy
" iya sih... sebenarnya riki tidak buruk juga" balas tika mengakui riki sedikit menarik perhatiannya
" tuh kan kamu tertarik sama dia" balas fina
" apaan sih... udah ah aku mau balik kerja" ucap tika yang ingin mengakhiri obrolan yang membuatnya merasa malu
" padahal tadi aku yang sedang menggoda dia tapi kenapa malah aku yang di goda sih.. ck" gumam tika sembari menuju dapur
" dia menolak permintaan ku untuk sekedar makan siang saja?" tanya renaldi pada sekretarisnya yang mendapatkan kabar dari heni bahwa fatan menolak untuk sekedar makan siang bersama
" iya pak... sekertarisnya menghubungi saya beberapa saat yang lalu" jawab sekertaris itu
" baiklah... biar aku langsung kesana saja" ucap renaldi
" tapi pak?" sekertarisnya berpikir itu bukan ide yang bagus
" kenapa? aku sudah dengar rumor tentang tuan muda yang terkenal dingin itu.. aku semakin penasaran untuk berkenalan secara langsung" ucap renaldi yang memenang sudah ingin berkenalan dengan fatan, karena ia tertarik dengan prestasi fatan
" baiklah... kapan bapak akan kesana?" tanya sekertarisnya memastikan dan tak melanjutkan pendapatnya yang berpikir untuk tak bentrok dengan fatan
" hari ini saja... pekerjaan saya sudah selesaikan" ucap renaldi
" tersisa beberapa laporan yang harus bapak priksa dan setelahnya semua selesai" jawab sekertarisnya
" baiklah ayo kita menemui tuan muda" ucap renaldi sembari bangkit dari kursi kerjanya dan melangkah dengan semangat menuju luar ia tak sabar ingin bertemu dan berbincang dengan fatan, ia belum sempat mengenal fatan hanya sebatas tau nama dan rupanya saja, ia terlambat fatan sudah menjadi sosok yang dingin saat ia mulai bekerja di perusahaan milik keluarga darmawan, jangankan untuk berbincang bahkan sekedar menyapa saja ia merasa segan
Renaldi sumringah selama di perjalanan ia hingga membawa bingkisan untuk menemui fatan, ia hanya berpikir tak sopan jika ia datang hanya dengan tangan kosong, tapi ia melupakan satu hal bahwa ia sedang melakukan hal tak sopan juga karena datang tanpa pemberitahuan setelah fatan menolak permintaannya
__ADS_1
Fatan yang sedang meeting bersama kliennya, dan membahas beberapa hal terkait kerjasama mereka, semuanya berjalan lancar tak ada pembicaraan tak penting di dalamnya, dan mencapai titik kesepakatan, setelahnya fatan mengantarkan kliennya hingga ke parkiran ia pun langsung menuju ruang kerjanya dan mengistirahatkan dirinya sejenak
" permisi pak" heni mengetuk pintu ruang kerja fatan
" masuk" ucap fatan
" ada apa?" tanya fatan begitu heni masuk
" pak renaldi ada disini pak" ucap heni memberitahukan kedatangan renaldi di kantor fatan
" renaldi? direktur perusahaan ayah?" tanya fatan memastikan
" iya pak" balas heni
" kau tidak menolak permintaannya?" tanya fatan
" sudah saya tolak seperti keinginan bapak" jawab heni
" lalu mengapa dia disini?" fatan bertanya-tanya apa alasan renaldi datang
" baiklah karena dia sudah disini suruh dia masuk" perintah fatan menerima kedatangan renaldi
Tak berapa lama heni kembali setelah menjemput renaldi di lobi
" tok...tok..tok" heni mengetuk pintu ruang kerja fatan lagi
" masuk" terdengar suara fatan dari dalam
" permisi pak.. saya mengantarkan pak renaldi" ucap heni
" terimakasih" balas fatan yang di balas anggukan oleh heni dan pergi meninggalkan renaldi dan sekretarisnya
" selamat siang menjelang sore tuan muda" sapa renaldi sembari masuk ke ruang kerja fatan
" selamat datang" ucap fatan sembari bangkit dari duduknya dengan ekspresi datar tentu saja
" silahkan duduk" fatan mempersilakan renaldi duduk
" saya tidak tau apa kesukaan anda jadi saya hanya membawa bingkisan saja.. rasanya tidak sopan bertemu anda dengan tangan kosong" celoteh renaldi, sekertarisnya meletakan bingkisan itu di atas meja
" bukankah lebih tidak sopan datang tanpa di undang" ucap fatan dengan wajah datar
" anda bisa saja.. hahaha" renaldi malah tertawa kecil mendengar penuturan fatan
" saya senang bertemu anda" ucap renaldi
" saya tidak" jawab fatan
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗