
Pagi hari di kediaman keluarga darmawan, tampak tuan hendra dan lili yang sedang sarapan, tak berapa lama datanglah pak budi menghampiri mereka berdua dengan sebuket mawar di tangannya, seperti yang kita tau buket mawar itu kiriman dari jimy
" selamat pagi tuan" sapa pak budi
" selamat pagi nyonya" lanjut pak budi menyapa lili
" pagi" balas tuan hendra begitu juga dengan lili
" ada acara apa sehingga kau membawa buket bunga pagi ini?" tanya tuan hendra yang melihat buket bunga di tangan pak budi
" ini buket untuk anda tuan, sebelum masuk saya bertemu kurir di depan" balas pak budi menjelaskan
" untuk saya.... dari siapa?" balas tuan hendra bertanya
" saya tidak tau tuan... sebaiknya tuan membuka kartu ucapanya" jawab pak budi sembari menyerahkan buket mawar itu pada tuan hendra
" siapa yang mengirim bunga untuk ku?" pikir tuan hendra sembari membuka kartu ucapan yang ada di buket bunga itu, sontak tuan hendra terlihat marah setelah membaca isi kartu itu
" terima dulu karangan bunga yang kecil ini, nanti akan saya kirimkan karangan bunga yang sangat besar untuk bela sungkawa tertanda bunga mawar" isi dari kartu ucapan yang membuat tuan hendra sangat marah
" kurang ajar, berani-beraninya mengancam ku seperti ini" ucap tuan hendra dengan marah dan meremas bunga cantik itu
" cari tau siapa pengirimnya, berani sekali orang ini mencari masalah dengan hendra" perintah tuan hendra pada pak budi sembari memberikan buket bunga yang telah hancur itu beserta kartu ucapannya pada pak budi
Setelah pak budi membaca isi kartu itu betapa terkejutnya ia melihat isinya
" siapa orang ini, apa dia tidak mengenal siapa tuan hendra... kalimat ini sangat jelas tertulis bahwa ini ancaman pembunuhan" pikir pak budi setelah melihat isi dari kartu itu
" baik pak saya akan mencari tau siapa pengirimnya" pak budi membalas perintah tuan hendra sebelumnya
Sementara itu di tempat lain tepatnya di apartemen jimy ia terlihat sangat senang mengetahui hadiahnya telah sampai ke pada pemiliknya
" aku sangat ingin melihat reaksinya setelah mendapatkan bunga secantik itu" gumam jimy dengan senyum licik
" pasti dia suka kan" jimy tertawa kecil membayangkan reaksi tuan hendra setelah mendapatkan hadiah darinya
Jimy yang baru saja keluar dari kamarnya untuk sarapan agar segera pergi kekantor, sebab sudah seminggu jimy tidak masuk kerja pasti fatan akan marah padanya karena tiba-tiba meningkalkan pekerjaannya
" nak jimy akan kemana, rapi sekali?" terdengar suara wanita paruh baya di belakang jimy
__ADS_1
" ah... buk mita" ucap jimy setelah berbalik dan melihat buk mita disana
" ada apa buk?" lanjut jimy menanyakan maksud buk mita berada di depan kamarnya
" ibu hanya ingin membangunkan nak jimy untuk sarapan" balas buk mita memperjelas alasannya berada di depan pintu kamar jimy
" baiklah... ayo" balas jimy yang memang ingin sarapan
" saya akan pergi bekerja, sudah lama sekali saya tidak masuk, ibu dan bapak disini saja, jangan pergi kemana-mana, saya takut bapak bertemu orang yang mengenal bapak" ucap jimy sembari menjelaskan alasan mengapa ia tak membiarkan pak kasim dan istrinya pergi keluar
" tapi bapak sungkan jika tak melakukan apapun dan hanya duduk saja disini" jawab pak kasim yang benar-benar merasa tidak enak jika mereka hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun
" saya akan coba cari pekerjaan untuk bapak nanti" balas jimy yang mengerti perasaan sungkan pak kasim
" terimakasih untuk sarapannya, sangat enak, saya pergi dulu ya pak buk" ucap jimy setelah menyelesaikan sarapannya
" ingat jika ada orang yang datang kemari, selain dika dan seseorang yang bernama bagas jangan menjawab apalagi membuka pintu" jimy mengamanatkan agar berhati-hati untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan maka membiarkan tak banyak orang yang tau tentang siapa mereka berdua lebih baik
" baiklah kami mengerti" balas pak kasim yang mengerti
" ingat pak hanya dika dan seseorang yang bernama bagas" kembali jimy mengingatkan
" baiklah terimakasih kami mengerti" balas pak kasim
" kalau begitu saya pergi dulu ya pak" pamit jimy dan pergi dari apartemennya
Jimy telah tiba di kantor, fatan yang sudah tiba lebih dulu mendengar kembalinya jimy, ia sudah bersiap meminta penjelasan dari jimy terkait hilangnya dia selama seminggu belakangan ini
" sial dia pasti marah, lihat saja bagaimana dia menunggu ku di depan pintu itu" gumam jimy setelah melihat fatan yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya sembari menatap kearahnya dengan tajam
" jangan lihat... jangan lihat" gumam jimy yang seolah-olah tidak melihat keberadaan fatan disana, ia pun langsung masuk tanpa memperdulikan fatan yang menatapnya dengan tajam
Baru saja ia masuk keruangnya kini fatan pun ikut menyusulnya masuk
" astaga kenapa masuk segala sih" pikir jimy yang menghindari fatan
" pak bos disini, ada perlu apa repot-repot kemari?" jimy berbasa-basi pada fatan sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali
" kau ini...." baru saja fatan ingin menghujani jimy dengan ceramahnya namun terlambat kini jimy telah berlari ke toilet pasti karena satu hal yaitu kebiasaan buruk jimy yang tiba-tiba datang
__ADS_1
" kenapa harus tepat banget sih waktunya" gerutu fatan karena kebiasaan buruk jimy kambuh saat ini, saat fatan hendak menceramahinya namun harus tertunda beberapa menit
" tepat waktu, terkadang ini berguna juga" pikir jimy yang senang kebiasaan buruknya membantunya mengulur waktu meski sedikit hari ini
Tak berapa lama jimy telah kembali dari toilet fatan yang melihat itu langsung mendekat kearah jimy
" kau ini darimana saja, pergi begitu saja meninggalkan kantor tanpa bilang apa-apa, apa yang kau lakukan, ku hubungi juga tidak bisa, sebenarnya kemana kau pergi hah??" fatan melontarkan semua pertanyaan yang sudah ia tahan selama seminggu ini
" tidak kemana-mana aku hanya istirahat saja di apartemen" balas jimy asal dengan santai sembari mendudukan dirinya di sofa
Plak... fatan memukul kepala jimy karena geram dengan jawaban jimy yang asal saja
" jawaban macam apa itu" balas fatan kesal
" entahlah" balas jimy asal kena, hal itu mampu membuat fatan semakin kesal sepertinya percuma saja kekhawatirannya pada jimy, toh dia baik-baik saja dan membuatnya semakin kesal
" kenapa begitu, kau terlihat sedang kesal" ucap jimy berusaha menggoda fatan yang ia tau sedang kesal karena dirinya
" entahlah sepertinya tadi aku melihat gajah terbang" balas fatan asal sangking kesalnya
" hahahha.... kau sangat kesal ya" balas jimy tertawa puas telah membuat fatan kesal padanya
Plakkk... kembali fatan memukul kepala jimy untuk menghentikan tawanya
" ada hal yang sangat penting yang harus ku lakukan, di tempat yang ku tuju tak ada signal sama sekali" jimy menjelaskan alasannya menghilang selama seminggu ini, tetap saja ia tak memberi tahu detail perihal urusanya itu
" hal penting apa yang membuatmu meninggalkan pekerjaan begitu lama?" tanya fatan meminta kejelasan tentang urusan penting jimy
" akan ku beri tahu nanti, sekarang aku banyak pekerjaan sebaiknya kau kembali saja keruangan mu" balas jimy yang tak ingin memberi tahu fatan saat ini
" hanya itu jawbanya?" balas fatan yang tak terima dengan jawaban jimy
" hufh..." jimy menghela nafas dan terpaksa memberitahu sedikit perihal urusanya itu
" ini soal fauzan dan lina, seseorang yang dulu dika temukan kasus kematiannya, aku sudah menemukan identitasnya, kita akan bicara nanti di apartemen ku" jelas jimy sontak membuat fatan cukup kaget dan penasaran tentang siapa sebenarnya fauzan dan lina itu
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
__ADS_1