Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 176 Mampir


__ADS_3

Setelah mereka meninggalkan pulau dan menuju bandara di daratan utama, fatan memilih tujuan ke kota tempat kediaman keluarga adhitama berada sebelum mereka akan kembali ke kediaman fatan.


Beberapa waktu berlalu dan kini mereka telah tiba di bandara tujuan, sebelumnya fatan telah mengatakan pada fina bawah ia akan mampir ke kediaman keluarga adhitama sebentar.


Keluar dari bandara fatan memesan taksi online dengan tujuan kediaman keluarga adhitama, waktu sudah menunjukkan pukul dua siang dan dari bandara menuju kediaman keluarga adhitama sekitar satu jam, fatan menargetkan agar mereka tiba di kediamannya sebelum malam.


" pria ini ternyata sangat setia.. tidak perduli berapa lama waktu yang telah berlalu ia masih menyempatkan waktu untuk mengunjungi seseorang yang bahkan telah mati" pikir fina sembari memandangi fatan yang tengah fokus menanti taksi pesanannya


" dulu aku sempat cemburu terhadap hubungan mereka, namun pada akhirnya aku mengerti dan tak mempermasalahkannya, kami berdua memiliki tempat yang berbeda dihati pria ini yang tak bisa diisi oleh hanya salah satu dari kami" fina masih memandangi pria tampan dihadapannya itu yang kini berstatus sebagai tunangannya dan dalam beberapa bulan lagi akan menjadi suaminya


" jangan hanya memandangi saya... taksinya sudah datang" ucap fatan yang ternyata taksi yang ia pesan telah tiba namun sepertinya fina tak menyadarinya karena terlalu larut dalam pikirannya


" ah.. apa?" respon fina


" taksinya sudah datang.. ayo kita pergi" jawab fatan masuk kedalam mobil diikuti oleh fina


Sebelum ke tempat tujuan fatan meminta agar di antar ke penjual bunga terdekat untuk membeli setangkai mawar putih yang akan ia bawa untuk sahabatnya.


Satu jam perjalanan menuju kediaman keluarga adhitama tak terasa, mereka kini telah tiba disana, penjaga gerbang yang melihat seseorang yang ia kenali turun dari taksi segera membuka gerbangnya dan menghampirinya


" selamat siang tuan fatan... anda disini?" ucap penjaga gerbang itu setelah berada di luar gerbang


" saya baru kembali dari bali dan ingin menemui jimy sebentar" balas fatan


" silahkan masuk tuan..." balas penjaga mempersilahkan fatan masuk, penjaga pun menghubunginya pelayan pria lain yang ada didalam untuk membantu membawakan koper fatan


" tolong kesini sebentar... tuan fatan ada disini.. tolong bawakan barang bawaan beliau" terdengar penjaga itu berucap melalui telepon


" tidak usah pak.. kopernya biar disini saja.. saya hanya mampir sebentar" ucap fatan, meminta agar kopernya di pos penjagaan saja


" tentu saja tuan" balas penjaga itu yang kemudian memindahkan koper itu ke pos penjagaan


Penjaga yang diminta pun datang


" saya sudah tiba... ada yang bisa aayay bantu" ucap pelayan itu pada penjaga


" bawa tuan fatan masuk" jawab penjaga itu


" baik" balas pelayan itu


" silahkan tuan" ucap pelayan itu pada fatan, mempersilahkannya berjalan lebih dulu


" saya hanya ingin mengunjungi makam jimy" ucap fatan mengatakan tujuannya


" tentu saja tuan... saya akan temani anda" balas pelayan itu

__ADS_1


" tidak perlu kau antarkan nona ini kedalam saja... saya akan pergi sendiri" balas fatan meminta pelayan itu mengantar fina masuk kerumah saja, fatan akan pergi sendiri ke makam, fina tak menolaknya


" kamu tunggulah saya di dalam..." ucap fatan pada fina yang dibalas anggukan oleh fina tanda ia mengerti


Mereka pun berpisah disana fatan menuju area makam dan fina menuju kedalam rumah, kepala pelayan yang tau dari pelayan atas kedatangan fatan dan fina segera menyambut fina di depan pintu


" selamat datang di kediaman keluarga adhitama nona fina" ucap ibu pelayan itu


" nona makin cantik saja" bibi itu menggoda fina


" terimakasih bik... bibik bisa saja" balas fina tersenyum ramah


" tuan fatan pasti ke makam ya?" tanya ibu pelayan itu


" iya bik.. saya diminta menunggu disini" jawab fina


" baiklah... ayo silahkan masuk..." balas sang kepala pelayan itu mempersilahkan fina masuk


Fina pun duduk di ruang tengah dengan suguhan minum dan beberapa cemilan sembari menunggu fatan


" silahkan dinikmati" ucap kepada pelayan


" tidak perlu repot-repot begini bik" balas fina


" itu tugas kami nona tidak perlu sungkan" balas kepala pelayan


" apakah nona dan tuan fatan akan tinggal untuk makan malam?" tanya kepala pelayan itu agar bisa menyiapkan menu makanannya


" sepertinya tidak bik.." balas fina


" baiklah saya mengerti" balas kepala pelayan.....kepala pelayan itu menemani fina disana


Disisi fatan ia tengah berjalan seorang diri menuju area makam yang berada di area belakang sedikit jauh dari rumah, terlihat setangkai bunga di tangan fatan, ia bawa menuju makam sahabat tercintanya.


Fatan telah tiba di area makam dan ia mendekati makam jimy setelah berjalan beberapa saat, terlihat seberkas senyum di wajah fatan,


" hei cebol aku datang lagi... apa kau bosan padaku.. atau kau marah karena aku baru mengunjungimu lagi setelah beberapa waktu.. yah mau bagaimana lagi aku cukup sibuk sekarang" celoteh fatan


" ah aku lupa... ini untuk mu" fatan meletakkan setangkai mawar putih yang ia bawa di atas makam jimy


" ah iya ada satu lagi" fatan mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya, ternyata itu batu biru yang ia bawa dari gua kolam biru di pulau bali


" aku... ah bukan kami baru saja kembali dari bali, aku bawakan kau oleh-oleh" fatan meletakkan batu biru kecil itu di atas makam jimy juga


" pasti kau tau aku baru darisana kan.. tentu saja kau selalu tau apa yang aku lakukan" fatan berceloteh

__ADS_1


" tak banyak yang terjadi dari terkahir aku mengunjungimu, jadi tenang saja kau tak perlu mengkhawatirkan ku.. aku bisa menjaga diri, karena aku punya tanggung jawab sekarang" lanjut fatan membicarakan keadaannya pada gundukan tanah itu


" ah tentu saja kau tau siapa dia" lanjut fatan


" aku memutuskan untuk menikah dengannya dalam beberapa bulan lagi... tolong lihat kami ya" lanjut fatan


" soal pekerjaan juga kau tidak perlu khawatir semuanya baik-baik saja" fatan terus berceloteh menceritakan apa yang terjadi, ia memang selalu melakukan hal itu jika mengunjungi makam jimy, sekitar tiga puluh menit fatan tak berhenti bicara di makam jimy


" ah sudah jam segini... aku harus kembali" ucap fatan setelah melirik jam tangannya


" aku akan datang lagi.. jangan bosan ya... sampai jumpa cebol ku" pamit fatan yang kemudian pergi dari sana


Menyusuri jalan yang akan membawanya kembali kehalaman depan kediaman keluarga adhitama, M yang sedang ada di kediaman keluarga adhitama melihat fatan sedang berjalan kembali dari makam dan menyapanya


" anda disini" ucap M


" ternyata kau" balas fatan setelah melihat suara siapa itu


" saya baru mengunjunginya" lanjut fatan


" begitu ya..." balas M


" ah saya harus pergi sekarang... saya permisi dulu" ucap M yang sepertinya sedang ada urusan, fatan hanya mengangguk menanggapinya


Setelah beberapa saat ia tiba di dalam rumah untuk menjemput fina


" tuan fatan anda sudah selesai?" ucap kepala pelayan setelah melihat fatan


" iya bik..." balas fatan


" sudah selesai kak?" tanya fina juga


" emm" balas fatan sembari mengangguk


" kami akam kembali sekarang bik.. terimakasih telah menemaninya" ucap fatan pamit akan pergi pada kepala pelayan


" anda tidak akan tinggal untuk makan malam?" tanya kepala pelayan itu lagi


" tidak sekarang bik... mungkin lain kali" balas fatan


" baiklah saya akan meminta supir mengantar anda" balas kepala pelayan mengerti


"tidak usah bik... supir saya sudah disini" jawab fatan menolak, sebab sebelumnya saat fatan baru tiba di bandara ia mengubungi supirnya untuk minta di jemput di kediaman keluarga adhitama


Mereka pun pamit pergi dari sana, kepala pelayan mengantarkan keduanya hingga kedepan gerbang, setelahnya mobil mereka tancap gas dengan tujuan kediaman fatan yang akan mereka tempuh dalam tiga jam.

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2