Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 44 Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah pergi meninggalkan kediaman tuan hendra jimy langsung kembali kerumah sakit setelah mampir sebentar ke sebuah kafe untuk membeli cafe noir untuknya dan juga makanan, kini jimy telah berada di ruang rawat fatan


" kau sangat ceroboh, kau selalu saja terluka, kapan kau bisa berhenti terluka begini hingga aku tak perlu lagi khawatir tentang keadaanmu" gumam jimy yang melihat fatan sedang tertidur, waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari tapi jimy tak kunjung tertidur, dia masih asik dengan ponselnya, waktu terus berjalan dan kini sudah pukul lima dini hari terlihat jimy sudah mengantuk dan memutuskan untuk tidur di sofa yang berada di sana


Kini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi hari dan fatan telah bagun dari tidurnya, dilihatnya jimy yang tertidur pulas di sofa dengan pakaian semalam yang masih berantakan


" dasar... kau masih belum berubah... kau pasti melakukan hal aneh lagikan" gumam fatan


" benar tuan muda" terdengar suara dari arah pintu yang membuat fatan kaget


" pak budi" ucap fatan begitu melihat pak budi disana


"selamat pagi tuan muda, bagaimana kondisi anda pagi ini" sapa pak budi setelah berada di dekat fatan


"saya baik pak" jawab fatan


" ada keperluan apa bapak kemari?" lanjut tanya fatan


" bapak datang untuk melihat keadaan tuan muda" jawab pak budi


" begitu ya.. oiya pak bagaimana kondisi ayah?" tanya fatan


"tuan hendra sudah membaik, beliau sangat ingin datang melihat tuan muda tapi bapak melarangnya karena beliau masih harus istirahat" jawab pak budi


" tidak apa-apa pak, tolong katakan pada ayah bahwa saya baik-baik saja dan tak perlu khawatir, ayah bisa datang setelah dia merasa lebih baik" balas fatan


Kemudian pak budi melirik jimy yang masih tertidur di sofa, fatan yang melihat pak budi melirik jimy langsung bertanya pada pak budi perihal ucapan pak budi saat ia berada di pintu masuk tadi


" apa maksud ucapan bapak saat bapak berada di pintu tadi?" tanya fatan perihal ucapan pak budi yang tiba-tiba ia dengar saat ia sedang bergumam tentang jimy


"oh.. soal itu... nak jimy semalam kembali kerumah setelah mengatarkan tuan muda kerumah sakit" jelas pak budi


" apa!! dia kembali lagi kerumah ayah, dia tidak melakukan hal anehkan pak? tanya fatan yang khawatir tentang apa yang dilakukan jimy


" tidak tuan muda" jawab pak budi yang tak ingin fatan mengetahui apa yang dilakukan jimy


"bapak yakin dia tidak melakukan apapun?" tanya fatan yang meragukan, pasalnya ia tau seperti apa karakter jimy


" apa dia mengamuk?" lanjut tanya fatan yang melihat pak budi tak kunjung menjawab pertanyaannya


" melihat pak budi diam berarti tebakan saya benar" lanjut fatan yang membenarkan jawabnya sendiri, sementara pak budi hanya menganggukkan kecil kepalanya tanda bahwa tebakan fatan benar


" jadi itu sebabnya dia terlihat sangat berantakan begitu" pikir fatan sembari melirik kearah jimy


Pak budi melirik jam tangannya dan segera berpamitan pergi pada fatan


" tuan muda bapak harus pergi sekarang, maaf tidak bisa terlalu lama menemani tuan muda" ucap pak budi

__ADS_1


"baiklah pak, terimakasih sudah menyempatkan diri untuk mampir" balas fatan


" tidak apa-apa tuan muda itu bagian dari tugas bapak" jawab pak budi


"kalau begitu bapak permisi tuan muda" lanjut pak budi dan pergi meninggalkan ruang rawat fatan


Saat pak budi keluar dari ruang rawat fatan ia berpapasan dengan fina yang baru datang kerumah sakit


" selamat pagi... anda sudah bangun" sapa fina setelah ia duduk di kursi dekat ranjang fatan


" iya" jawab fatan singkat


" bagaimana kabar anda hari ini?" tanya fina terkait kondisi fatan


" seperti yang terlihat saya sudah membaik" jawab fatan


" kenapa kau disini?" lanjut tanya fatan tentang alasan kedatangan fina


" sejak semalam saya mencemaskan kondisi anda, saya sudah menghubungi kak jimy tapi dia tidak menjawabnya, jadi saya semakin cemas dan memutuskan untuk datang kemari" jelas fina yang mampu membuat fatan tersentuh


" dia mencemaskan ku" ucap fatan dalam hati


" kau sendirian?" tanya fatan


" tidak saya bersama supir anda" jawab fina yang membuat fatan lega bahwa fina tak datang sendirian kerumah sakit


" dia ada di belakang mu" jawab fatan, fina pun langsung menoleh kebelakang dan melihat jimy yang sedang tertidur pulas


" kak jimy" panggil fina dengan suara yang cukup keras, fatan yang melihat itu langsung menghentikan fina


" biarkan saja dia tetap tidur, sepertinya dia sangat lelah" ucap fatan yang akhirnya membuat fina mengurungkan niatnya untuk membangunkan jimy


" ternyata kak jimy belum kembali sejak semalam ya" gumam fina


" apa kau mengatakan sesuatu?" tanya fatan yang samar mendengar suara fina berbicara


" ah tidak..." jawab fina sembari menggelengkan kepalanya


" apa anda sudah makan?" tanya fina mengalihkan


" sudah" jawab fatan singkat yang akhirnya kini mereka berada dalam suasana canggung karena tak tau harus mengatakan apa antara satu sama lain


" anda sangat berbeda dengan kak jimy ya" tiba-tiba ucap fina untuk memecah keheningan sesaat itu


" kenapa begitu?" tanya fatan yang tak mengerti


"kak jimy orang yang periang dan mudah dekat dengan orang lain, tapi anda sebaliknya" jelas fina

__ADS_1


" bagitu ya" balas fatan


" terkadang saya ingin bicara banyak pada anda tapi saya urungkan" lanjut fina


"mengapa?" tanya fatan singkat


" anda sering memasang wajah seakan anda membenci dunia, hingga membuat orang-orang mengurungkan niat untuk sekedar menegur anda, tapi kak jimy berbeda dia selalu menebar senyum untuk semua orang itu sebabnya orang-orang lebih senang menyapa kak jimy dari pada anda" jelas fina panjang lebar


" begitu ya" balas fatan yang paham maksud fina


" kau hanya melihat apa yang ia tunjukan, jadi jangan mudah percaya padanya" ucap fatan dalam hati sembari melirik kearah jimy


" saya hanya menujukan sikap yang ingin saya tunjukan, tak perduli orang suka atau tidak" balas fatan


" jika kau ingin bicara lebih banyak dengan saya maka lakukan saja, saya berikan kau kesempatan itu" lanjut fatan yang membuat fina kaget


" apa maksud anda?" tanya fina yang tak mengerti maksud dari ucapan fatan barusan


" saya membuka diri untukmu, dengan kata lain kau boleh berbicara lebih banyak pada saya" jelas fatan yang membuat fina tambah bingung


" pria ini sangat aneh, dia sangat berterus terang, aku jadi bingung dengan sikapnya" pikir fina yang tak mengerti tentang sikap fatan


" kenapa kau melamun, saya sedang berbicara denganmu!" ucap fatan yang membuyarkan lamunan fina


" anda bilang apa?" tanya fina


" saya membuka diri untukmu, mungkin saya juga bisa tertarik padamu" ucap fatan yang tambah membuat fina tak mengerti


"apa!" balas fina


" apa saya harus ulangi ucapan saya lagi" balas fatan


" tidak... tidak.. maaf saya hanya kaget" jawab fina sembari menggelengkan kepalanya


" kenapa kau kaget apa saya salah bicara" tanya fatan


" tidak... tidak.. bukan apa-apa" balas fina


" bagaimana aku tidak kaget kau mengatakan semua itu dengan wajah datar tanpa ekspresi begitu" ucap fina dalam hati yang semakin tak mengerti tentang sikap fatan


Bersambung....


Kau hanya melihat apa yang orang lain tunjukkan tapi taukah kalian jika mereka juga punya sisi yang tak ingin mereka tunjukan dan mereka menyembunyikannya dengan sangat rapi...


Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊


Salam manis untuk pembaca 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2