
Matahari pagi mulai menyinari bumi menggantikan cahaya remang dari sang rembulan.. fatan sudah terjaga dari tidurnya, segera ia bangkit dan mengambil tongkat, berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, ia ingin sedikit mulai mandiri dengan mengerjakan hal-hal kecil sendiri tanpa bantuan seseorang agar ia bisa cepat membiasakan diri.
" kak" ucap fina sembari membuka pintu dan masuk kedalam kamar fatan.. namun ia tak mendapati pria tampan itu disana
" kak..kak... kak fatan" panggil fina dengan sedikit berteriak sembari masuk lebih dalam
" saya di kamar mandi" terdengar suara fatan dari kamar mandi, segera fina mendekati pintu kamar mandi
" apa yang kakak lakukan disana.. apa kakak baik-baik saja?" tanya fina
"saya baik-baik saja" jawab fatan
" hufh" fina bernafas lega, sempat tadi ia berpikir hal negatif, tak berapa lama fatan keluar dari kamar mandi dengan langkah perlahan, fina segera membantunya
" saya sendiri saja" ucap fatan
" tapi kak" fina keberatan ia merasa fatan tak nyaman di dekatnya
" bukan apa-apa saya hanya ingin membiasakan diri agar lebih cepat sembuh.. jangan berpikir berlebihan" ucap fatan menghilangkan pikiran negatif apapun dalam kepala fina
" baiklah... tapi kakak jangan terlalu memaksakan diri" ucap fina kembali melepaskan fatan perlahan
" iya.. jangan khawatir" balas fatan dengan lembut, ia melanjutkan langkahnya perlahan menuju sofa, perlahan namun pasti fatan kini telah mendudukkan dirinya di sofa
" biar ku rapikan rambut kakak" ucap fina sembari mengambil sisir
Dengan telaten gadis itu menyisir rambut tunangannya yang kini panjangnya sudah melawati pinggang, bahkan gadis itu saja tak memiliki rambut sepanjang itu, ia di bawa takjub melihat kilauan rambut tunangannya itu bak iklan sampo rambut pria itu begitu indah dan terawat.
" sudah selesai" ucap fina setelah mengepang rambut tunangannya itu
" waktunya kakak sarapan.. tunggu disini aku akak ambilkan sarapan" ucap fina segera pergi dari sana meninggalkan fatan yang duduk di sofa
Segera fina kembali dengan nampan berisi beberapa macam makanan yang telah di masak oleh bik rani
" nah saatnya makan" fina meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja di di depan fatan
Fatan meletakkan ponselnya dan hendak menggapai sendok dan mulai sarapan
" kak..." ucap fina sembari manyun
" kenapa?" tanya fatan tak mengerti, fina tak menjawab ia hanya melirik sendok di tangan fatan
" mau makan juga?" tanya fatan tak mengerti maksud fina, gadis itu hanya menggeleng
" lalu apa?" tanya fatan tak mengerti sama sekali
" suapin" ucap fina
" mau di suapin... ya sudah sini" balas fatan mengambil makan dan hendak menyuapi fina
__ADS_1
" bukan " ucap fina sembari menggeleng
" mau suapin kakak" lanjutnya dengan malu-malu
" hah... mau suapin saya makan?" balas fatan memperjelas maksud fina, gadis itu mengangguk
" yang terluka kan tangan kiri saya jadi tangan kanan masih bisa di gunakan" ucap fatan yang tak ingin merepotkan fina, gadis kembali manyun
" baiklah" ucap fatan mengalahkan dan meletakkan kembali sendoknya, fina tersenyum senang dan mulai menyuapi fatan dengan seksama, ia menikmati setiap momen saat ini ia merasa sangat bahagia
🌹
Di kantornya renaldi mendapatkan kabar bahwa fatan telah pulang dari rumah sakit, sebelumnya saat fatan di rawat renaldi juga sempat mengunjunginya.
" dia sudah pulang kemarin dan aku baru tau sekarang" ucap renaldi pada sekertarisnya yang memberitahukan perihal fatan
" saya juga baru tau pagi ini pak..." balas sang sekertaris
" ya sudah ayo kita temui dia dirumahnya" usul renaldi
" apa??" sekertarisnya tak percaya akan apa yang dikatakan renaldi
" kenapa reaksimu begitu?" tanya renaldi keheranan
" bagaimana tidak... pak bos dan tuan muda kan tidak sedekat itu sampai-sampai bisa berkunjung kerumah" ucap sekertarisnya memberikan alasan yang cukup logis
" itukan karena anda yang memaksa" balas sang sekertaris
" lagi pula saya dengar tuan muda fatan tidak membiarkan sembarang orang masuk ke rumahnya" lanjut sang sekertaris yang mendengar rumor itu
" aku kan bukan orang sembarangan.. aku ini temannya.. jadi ayo jangan banyak bicara kita temuai dia sekarang" ucap renaldi sembari bangkit dari duduknya dan ingin pergi
" tetap tidak bisa pak" ucap sekertarisnya
" kenapa lagi?" tanya renaldi
" bapak ada meeting siang ini" balas sekertarisnya memberitahukan jadwal renaldi
" hufh... nanti sore aja deh" ucap renaldi mengurungkan niatnya untuk bertemu fatan saat ini dan kembali duduk mengerjakan pekerjaannya
" bos yang satu ini benar-benar ya" batin sekertarisnya sembari menggelengkan kepala melihat tingkah laku bosnya itu
🌹
Fatan sedang bersantai di balkon kamarnya sembari menikmati matahari yang mulai naik,. ia duduk sendiri di sana, entah apa yang di pikirkannya hingga ia tak menyadari kedatangan fina
" lagi mikirin apa sih sampai-sampai aku datang saja tidak di hiraukan" ucap fina membuyarkan lamunan fatan
" sudah selesai?" tanya fatan setelah melihat fina
__ADS_1
" iya" balas fina yang entah apa yang baru kembali dari dapur
" tadi ibu menghubungi ku.. menanyakan kondisi kakak" ucap fina sembari duduk di kursi satunya di sebelah fatan
" ku bilang kakak sudah lebih baik" lanjutnya
" begitu ya" balas fatan tak tau harus berkata apa ia senang mendengar ibu fina mengkhawatirkannya
" padahal ayah saja seperti tak peduli" pikir fatan
" si kembar bersikeras ingin menjenguk kakak dari sejak kakak masih di rumah sakit tapi ibu tidak pernah bisa mengantarkan mereka" lanjut fina
" jemput saja... minta supir untuk menjemputnya" balas fatan
" kakak tidak apa-apa mereka datang?" tanya fina
" tentu saja tidak apa-apa" balas fatan
" mereka bisa mengacau dan kakak jadi tidak punya waktu untuk istirahat" jelas fina
" tidak apa-apa" balas fatan
" mintalah supir menjemput mereka" lanjut fatan yang di balas anggukan oleh fina
Setelah fina turun menemui supir untuk mengatakan apa yang ia inginkan, bersama dengan bagas yang baru masuk kedalam rumah untuk melihat kondisi fatan sekaligus membicarakan terkait persiapan pernikahan akankah dilanjutkan atau dihentikan saja terlebih dahulu melihat kondisi fatan saat ini
" halo manis..." sapa bagas setelah melihat fina menuruni tangga
" pak bagas...." ucap fina setelah melihat siapa yang menyapanya
" bapak ingin bertemu kak fatan ya?" tebak fina
" ah iya... ada yang ingin saya bicarakan" balas bagas
" naik saja pak kak fatan ada di kamarnya" balas fina mempersilahkan
" fina mau kemana?" tanya bagas
" menemui supir sebentar pak" balas fina
" oh oke" balas bagas
" tolong antar pak bagas ke kamar kak fatan" ucap fina pada seorang pelayan yang berada di dekat sana
Bagas menuju kamar fatan dengan di antarakan oleh pelayan.
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1