
Setelah drama dengan kaki fina yang terluka selesai mereka pun diarahkan ke area meja makan dengan fatan yang tentu saja memengangi sebelah lengan fina untuk membantunya
" nah silahkan duduk sayang" ucap nyonya anita pada fina setelah mereka tiba di meja makan
" wah banyak sekali" ucap fina setelah melihat meja makan yang penuh dengan berbagai hidangan
" bunda tidak tau apa yang fina suka... semoga ini tidak mengecewakan fina" ucap nyonya anita
" ah ini lebih dari cukup bunda... fina tidak pilih-pilih makanan kok" balas fina yang memang tak pilih-pilih soal makanan
" itu salahmu kenapa tidak mengatakan pada bunda.. apa makanan kesukaan menantu" nyonya anita kembali' menyerang fatan dengan alasan tak memberitahunya terkait makanan kesukaan fina
" kenapa jadi aku yang salah" jawab fatan
" aku saja tidak tau apa yang dia suka" pikir fatan
" sudahlah sayang.. dari tadi kau menyerangnya... ayo makan malam saja" kali ini tuan adhitama bersuara untuk menghentikan celotehan istrinya terhadap fatan, tentu saja makanan untuk fatan akan di pisahkan takut jika keluar bawang tak sengaja masuk ke hidangan untuk fatan
Setelah pertikaian yang tak jelas antara nyonya anita dengan fatan di hentikan oleh tuan adhitama kini mereka pun menyantap makan malam yang telah di sediakan, awalnya fina masih terlihat canggung namun setelah mencicipi masakan yang lezat membuatnya tak lagi canggung dan makan dengan lahap
" astaga... rasa makanan lwbih yang tinggi dari harga diriku" ucap fina dalam hati yang merasa kini dirinya sedang bersikap kurang pantas
Sementara fina memikirkan hal itu.. beda halnya dengan nyonya anita yang merasa sangat senang melihat fina makan dengan lahap
" perlahan saja makannya sayang" ucap nyonya anita yang melihat fina begitu antusias
" hehehe... iya bunda... abisnya makanannya enak banget" balas fina
" syukurlah kalau kamu suka" balas nyonya anita yang sempat khawatir bila fina tak suka dengan menu yang ia sediakan
" pasti suka bunda ini enak banget" balas fina yang di balas senyuman oleh nyonya anita
Setelah makan malam kini mereka berbincang sejenak sebelum fatan dan fina kembali ke penginapan, karena mereka memilih untuk berada di penginapan saja daripada menginap di rumah besar, fina dan nyonya anita sedang duduk di ruang tengah bersama nyonya anita dan fatan sedang berdiri di luar memandangi langit malam di temani tuan adhitama
" bunda senang kamu datang sayang" ucap nyonya anita sembari mengenggam tangan fina
" fina juga senang bisa datang malam ini bunda" balas fina
" bukan malam ini yang bunda maksud... tapi bunda senang kamu datang ke kehidupan fatan" ucap nyonya anita memperjelas maksudnya yang merasa senang atas kehadiran fina di kehidupan fatan
__ADS_1
" anak itu telah melalui masa yang sulit dan kini kamu ada bersamanya... bunda berharap hanya kebahagiaan yang akan menghampirinya, sudah cukup rasanya dia mengalami luka" ucap nyonya anita yang terdengar sangat tulus menyayangi fatan, bukan hanya sebagai teman baik putranya namun keluarga ini menganggap fatan putra mereka juga, fina mendengarkan dengan seksama
" apa bunda boleh minta sesuatu?" tanya nyonya anita kemudian
" minta apa bunda?" balas fina
" tolong teruslah bersamanya dan bahagiakan dia" permintaan nyonya anita terucap dengan ketulusan di setiap katanya dan genggaman tangan yang semakin erat penuh harap, seakan ini permintaan dari seorang ibu pada calon istri anaknya agar selalu membahagiakannya
" fina akan usahakan bunda" balas fina sembari tersenyum dengan tulus
Setelah berbincang sejenak kini fatan memutus untuk kembali' ke penginapan
" kita pulang dulu ayah bunda" pamit fatan
" kalian serius tidak mau menginap disini?" kembali nyonya anita menawarkan
" tidak bunda... kami kembali saja" balas fatan
" baiklah" balas nyonya anita
" fina pamit dulu ya bunda.. terimakasih untuk makan malamnya sangat enak" pamit fina
" berkunjunglah lagi sebelum kalian kembali ke ibu kota" balas nyonya anita
Mobil yang telah di pesan fatan sebelumnya telah datang menjemput mereka, taun dan nyonya adhitama mengantar keduanya menuju mobil
" tolong mengemudi dengan baik" pesan tuan adhitama pada supir
" baik pak" balas supir dengan sigap
" kita pergi ya ayah bunda" kembali fatan berpamitan sembari fina melambaikan tangan pada kedua orang itu dan masuk kw mobil, setelahnya mobil melaju meninggalkan rumah besar dan menuju penginapan
Sang supir muda itu yang mendengar fatan memanggil tuan adhitama dengan sebutan ayah masih terngiang di telinganya, rasa penasarannya semakin tinggi pasalnya yang ia tau bahwa tuan muda keluarga adhitama telah meninggal dunia dalam kecelakaan mobil... pertanyaan muncul di kepala supir itu lalu siapakah pria tampan ini
" anu.. siapa anda sebenarnya?" supir muda itu langsung menanyakannya tanpa ragu
" hah??" ucap fatan gagal mengerti
" itu... tadi saya mendengar anda memanggil tuan adhitama ayah... setau saya tuan muda keluarga adhitama telah wafat lalu siapa anda?" supir muda itu memperjelas pertanyaannya kerena ia sangat penasaran
__ADS_1
" kau pasti sangat penasaran ya hingga langsung menanyakannya" ucap fatan
" hehehe... iya... saya biasanya langsung bertanya jika penasaran" balas pria itu sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal
" anda tak perlu menjawab jika anda tidak mau" balas pria itu
" saya teman jimy..." balas fatan menjawab, supir muda itu mengangguk tanda ia mengerti
Perjalanan yang memang hanya memakan waktu dua puluh menit dan mereka tak mampir kemanapun dan memilih untuk langsung ke penginapan agar bisa beristirahat untuk mendapatkan energi untuk besok
" ah... aku seharusnya minta maaf padanya soal kejadian tadi" pikir fina yang merasa harus meminta maaf pada fatan soal ia yang diomeli nyonya anita karena fina
" kak... aku minta maaf ya" ucap fina saat mereka sedang menyusuri jalan menuju kamarnya masing-masing
" minta maaf untuk apa?" tanya fatan tak mengerti
" hari ini gara-gara aku kakak jadi di omeli oleh nyonya anita.. aku merasa tidak enak" jelas fina sembari menundukan kepalanya
" tidak apa-apa" balas fatan
" bunda memang selalu seperti itu, antusias dengan hal-hal kecil" lanjut fatan
" tetap saja kakak jadi kena omel gara-gara aku" balas fina masih merasa tidak enak
" itu bukan salahmu..." balas fatan yang memang tak mempermasalahkan apapun
" bunda itu mengkhawatirkan mu karena tau kamu terluka" lanjut fatan agar fina bisa memaklumi sikap ibunda jimy
" sebaliknya saya merasa apa yang bunda katakan ada benarnya" ucap fatan
" hah apa?" balas fina tak mengerti
" saya harus menjaga kamu lebih baik" lanjut fatan, fina hanya tersenyum senang mendengarnya
" nah sudah sampai... istirahatlah..." ucap fatan setelah tiba di depan gubuk atau kamar fina
" selamat malam" ucap fatan sembari pamit menuju gubuknya
" selamat malam kak... mimpi indah" balas fina sembari menebarkan senyum manisnya
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗