Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 178 Pekerjaan


__ADS_3

Begitu menderita suara fatan... fina langsung melihat kearahnya dan menghampirinya dengan ceria.


" kak fatan" ucap fina begitu tiba dihadapan fatan


" sudah lama?" tanya fatan


" tidak.. aku baru datang" balas fina


" selamat siang nona" sapa heni yang juga datang bersama fatan


" ah.. anda yang waktu itu... selamat siang" balas fina mengingat heni samar setelah pertemuan mereka di pesta pertunangan kala itu


" saya sekertaris pak fatan... nama saya heni" balas heni memperkenalkan dirinya lagi


" saya salfiana... panggil saja fina" ucap fina sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat


" salam kenal lagi nona" heni menyambut tangan fina dengan ramah, saat pertemuan pertama di pertunangan kala itu heni sudah memperkenalkan dirinya namun sepertinya fina lupa namanya


" saya masih punya sedikit lagi pekerjaan yang harus di selesaikan sebelum istirahat... apa kamu bisa menunggu?" ucap fatan pada fina


" iya kak" balas fina sembari mengangguk


" kamu menunggu di ruangan saya saja" ucap fatan yang disetujui oleh fina dan mengikuti fatan menuju ruang kerjanya


" nah kamu duduk disini dulu saya mau lanjutkan pekerjaan saya sebentar lagi" ucap fatan begitu mereka tiba di ruangan fatan


" anu pak permisi" ucap heni yang masih bersama fatan disana


" ada apa?" tanya fatan sembari mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya


" sepertinya kabar tentang nona fina sudah menyebar dan para karyawan sudah berbisik-bisik... apa saya bisa beritahu mereka siapa nona fina?" tanya heni untuk mencegah rumor tak sedap tentang bosnya


" terserah saja... saya tidak masalah" balas fatan


" baik pak... kalau begitu saya permisi dulu" pamit heni mengerti


" wah saat bekerja dia terlihat lebih tampan..." fina terus memperhatikan fatan yang tengah serius bekerja


Beberapa saat kemudian fatan telah menyelesaikan pekerjaannya yang mendesak itu, waktu juga telah menunjukkan istirahat makan siang


" nah sudah selesai" ucap fatan


" ayo kita pergi sekarang" lanjut fatan mengajak fina pergi


" sudah selesai?" tanya fina lagi


" untuk yang ini sudah" jawab fatan


" nah sekarang saatnya kita pergi" ucap fatan, yang di setujui fina.


Keduanya pun keluar dari ruangan fatan untuk keluar mencari makan siang sembari melihat tempat yang akan fina jadikan toko kuenya.


" saya akan keluar" ucap fatan pada heni yang masih berada di meja kerjanya


" baik pak" balas heni

__ADS_1


" saya sudah memberitahukan pada karyawan tentang ibu fina pak" lanjut heni menginformasikan pada fatan, sebenarnya fatan tak perduli tentang omongan orang lain namun ia memikirkan fina dan mencegah agar fina tak terluka dengan gosip


" hmmm" balas fatan...


" jangan lupa mbak heni juga harus istirahat... inikan sudah waktunya istirahat" lanjut fina


" baik bu...." balas heni dengan ramah


" kami permisi dulu mbak heni" pamit fina


" iya bu..." balas heni, mereka pun berlalu pergi meninggalkan heni di sana


" wah bu fina sangat baik dan ramah, saat pertama kali bertemu kami hanya sekedar berkenalan saja, saat itu juga aku tau bu fina orang yang baik... sungguh beruntung pak fatan bisa mendapatkan gadis sepertinya" gumam heni sembari melihat kepergian bos dan tunangannya itu


Fatan dan fina tiba di lantai dasar, karyawan yang sempat melihat mereka mulai menyapa fina dengan ramah, mereka senang bisa melihat tunangan bosnya secara langsung.


" wah ternyata ibu bos sangat cantik ya... beliau juga ramah" ucap salah seorang karyawan pada teman-temannya yang sedang makan bersama di kantin


" iya kan... tadi juga saya menyapa beliau... awalnya saya takut tidak di tanggapi tapi ternyata beliau sangat ramah" timpal yang satunya


" awalnya saya juga terkejut saat pertama kali bu bos datang dan mengatakan bahwa pak bos memintanya untuk datang .. says pikir itu modus seperti wanita-wanita yang kerap kali datang" timpal sang resepsionis


" setelah menghubungi buk heni... tak berapa lama pak bos turun menjemputnya... sungguh pemandangan yang sangat baru bagi saya" lanjutnya


" saya juga melihat pak bos tak seseram sebelumnya, terlihat sangat lembut saat bersama bu bos" timpal yang lainnya


Sementara mereka asik bergosip tentang bosnya... fatan dan fina sekarang sudah berada di sebuah restoran untuk manany siang terlebih dahulu sebelum melihat tempat yang akan menjadi toko kue fina


" setelah ini kita akan langsung melihat tokonya" ucap fatan sembari menunggu makanan yang mereka pesan tiba


" aku jadi tidak sabar" ucap fina yang terlihat antusias memulai bisnisnya


" tenangkan dirimu..." ucap fatan yant sebenarnya juga merasa senang melihat fina sangat antusias


" hehehe... habisnya aku sangat senang" balas fina


Makanan yang mereka tunggu pun akhirnya datang dan mereka mulai menyantapnya


🌹


Dika yang sebelumnya telah menemukan celah tentang fatma dan meminta bagas untuk mengirimkan seseorang dan yang dikirim adalah radif.


Setelah mengetahui rutinitas pria itu dan profilnya kini saatnya dika dan radif beraksi, mereka tak ingin membuang-buang waktu, untuk menjalin relasi guna mencari tau ada kaitan apa antara pria ini dengan fatma


Kini dika dan radif sedang makan siang di tempat yang sama dengan targetnya, melihat targetnya akan pergi dika segera meminta radif untuk memulai aksinya


" bruk!!!" dengan sengaja radif menabrak target dan minuman yang ia bawa tumpah di pakaian pria itu


" perhatikan jalan mu" bentak pria itu dengan kesal pada radif


" maaf pak saya tidak sengaja sungguh" ucap radif memohon maaf sembari mengelap bagian pakain pria itu yang tertumpah minuman dengan tangannya, bukanya tambah bersih justru kemeja putih ptist itu mrnhadt lebih kotor


" sudah hentikan malah tambah kotor" pria itu menghentikan radif


" jika aku tidak sedang terburu-buru ku hajar kau" ucap pria itu dengan marah dan segera menuju toilet, untuk setidaknya membersihkan sedikit noda di pakaiannya

__ADS_1


" saya benar-benar minta maaf pak" balas radif sedikit berteriak


" maaf deh kalau bapak harus kerepotan" gumam radif menyeringai dan pergi dari sana


" ah sial... lagi buru-buru malah ketiban sial bengini" gerutu pria itu sembari berjalan ke toilet


" bruk!!!" pria itu malah menabrak seseorang


" kalau jalan pake mata" bentak pria yang di tabraknya yang tak lain adalah dika


" sialan" gumam pria itu


"apa kau bilang... kau yang menabrakku dan malah mengutukiku... berani sekali kau" balas dika dengan marah mendengar pria itu mengutukinya


"hufh... aku sedang terburu-buru dan tak ingin berdebat" balas pria itu menghindar dari dika dan menuju wastafel untuk membersihkan noda di pakainya


" hah?? berani sekali kau mengacuhkan ku setelah menabrakku ... minta maaf dulu baru pergi dong" ucap dika sembari menarik pria itu agar berbalik kearahnya lagi


" sialan nih orang..." gumam pria itu sepertinya terpancing


" aku sudah katakan aku terburu-buru diam dan pergilah" bentak pria itu sembari menepis tangan dika dari lengannya


" kenapa kau jadi yang lebih kasar seharusnya kau minta maaf dukut dong baru aku pergi" balas dika masih mempermainkan pria itu


" enak saja... aku tidak punya waktu megurusimu pergi sana" kembali pria itu membentak dika dan kali ini ia mendorong dika


" sialan... udah salah ngak mau minta maaf pake dorong-dorongan lagi" ucap dika yang seolah tak terima atas perlakukan pria itu


"minta dihajar ni orang" ucap dika bersiap akan memukul pria itu, pria itu yang juga percaya diri dengan kemampuannya tak mau kalah dan bersiap akan membalas dika juga jika dika sampai memukulnya


" ah.. ngak seru ngak jadi ah" ucap dika tiba mengurungkan niatnya


" maaf aku pergi dulu" ucap dika yang malah memeluk pria itu dan pergi dari sana


" hah??? dasar orang aneh" gumam pria itu yang kembali membersihkan pakaiannya yang ternoda


Dika keluar dari toilet dan menyeringai, ia merasa senang telah mempermainkan pria itu


"anda benar-benar suka mempermainkan seseorang ya.. padahal kita bisa melakukanya dengan tenang" ucap radif yang berada di luar toilet


" hahaha... hanya sedikit" balas dika


" sudah?" tanya dika


" iya sudah" jawab radif


Mereka pun pergi dari sana dengan senang karena apa yang mereka cari telah mereka dapatkan


Rencana awalnya mereka memang tak berniat untuk menculik pria itu, mereka hanya butuh informasi dari pria itu saja tentang siapa sebenarnya pria ini dan apa hubungannya dengan fatma, dari profil yang sebelumnya di dapatkan dika itu semua hanya hal normal saja, dika mencurigai ada sesuatu yang dengan pria ini, itulah sebabnya ia memutuskan untuk mengambil data yang ada di ponsel pria ini, dengan radif yang mengambil ponselnya saat tabrakan pertama dan dika yang menjadi pengalih perhatian selama radif menyalin, setelah radif secara diam-diam memberikan ponselnya pada dika dan dika akan mengembalikannya dan pergi dari sana


" kenapa tidak culik saja?" tanya radif


"bosan" balas dika dengan gampangnya


" anda benar-benar ya" balas radif tersenyum melihat tingkah dika yang merasa bosan jika harus menculik target

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2