
Seperti kesepakatan sebelumnya kini fina dan fatan sedang makan malam di sebuah restoran yang terbilang mewah, tentu saja restoran itu ialah tempat yang cukup sering dikunjungi oleh fatan sehingga membuat sang manager mengenalnya terlebih lagi restoran itu sering dikunjungi oleh para pengusaha baik dijadikan sebagai tempat meeting atau sekedar makan, dikarenakan letaknya yang strategis dan juga nuansanya yang terasa nyaman.
Seperti malam ini fatan memilih restoran ini untuk makan malam selain makanan yang enak ia juga tak perlu repot-repot mengatakan ketidaksukaannya pada bawang dalam makanan.
Malam ini fina kelihatan sangat cantik menggunakan dress selutut dengan make up yang terlihat natural, rambut yang ia biarkan tergerai dan anting cantik yang terjuntai di telinganya, diketahui anting itu merupakan hadiah dari fatan untuknya yang ia berikan sebelum mereka pergi makan malam, fatan juga tentu saja terlihat tampan dan mempesona seperti biasanya dengan balutan kemeja, dan blazer serta celana panjang yang senada, dengan rambut yang setengah ia kuncir sebatas telinga dan selebihnya ia biarkan terurai begitu saja, setiap mata pasti memandangi pesona sepasang kekasih itu mereka takjub dengan sepasang insan yang terlihat begitu sempurna.
Setelah memesan cukup banyak makanan untuk fina, karena gadis itu sangat suka makan, dan fatan suka melihat fina sedang makan, wajahnya terlihat lucu seperti kelinci
" kamu suka?" tanya fatan saat fina sedang sibuk dengan makanannya
" hah? apa kakak mengatakan sesuatu?" tanya fina memastikan pendengarannya karena ia sedang fokus menikmati makanannya
" kamu suka makanannya?" tanya fatan lagi, fina mengangguk dengan semangat sembari memberikan dua jempolnya
" suka banget... makanannya enak.. hehehe" balas fina dengan mulut penuh makanan, melihat hal itu fatan tersenyum
" kakak mau?" fina menawarkan makanannya pada fatan
" tidak... kamu makan saja" balas fatan, melihat ada makanan yang menempel di wajah fina fatan mengambil sapu tangannya dan membersihkan wajah fina
" pelan-pelan saja makannya kita tidak sedang terburu-buru" ucap fatan yang sudah berdiri agar bisa menjangkau wajah fina, jantung fina langsung dag dig dug mendapati betapa dekatnya wajah fatan dengannya
" hei.. kamu dengar saya?" ucapan fatan menyadarkan fina
" apa??" jawab fina refleks
" pelan-pelan saja makannya" ucap fatan lagi
__ADS_1
" i..iya kak.. hehehe" balas fina yang tak kuasa menahan debaran jantungnya, fatan membenarkan posisi duduknya kembali dan melanjutkan menikmati makanannya
" manis" gumam fatan dengan segaris senyum yang terlihat di wajah dinginnya itu
Kedua insan itu sedang menikmati makan malam mereka sembari mengatasi debaran jantung masing-masing yang terasa akan meledak saat ini, entah sebuah kebetulan, kesengajaan atau takdir tiga orang pria yang baru saja memasuki restoran tak sengaja melihat fatan disana, ya ketiga pria itu adalah teman fatan dahulu, mereka kerap mengejek fatan atas peristiwa di masa lalu yang bahkan kebenarannya telah menyatakan bahwa fatan bersih dan tak bersalah
" hei kawan coba lihat siapa yang kita temui disini?" seorang dari ketiga pria itu berkoar pada dua pemuda lainnya
" benar sekali, aku terkejut melihatnya disini" balas pemuda satunya dengan nada mengejek
"pantas saja tempat ini jadi beraroma tidak enak, ternyata ada sampah disini" timpal pemuda satunya mengejek fatan
Pelayan yang melihat kejadian itu langsung menegurnya
" mohon jangan membuat keributan disini tuan-tuan" ucap pelayan pria itu menengahi
" apaan sih... siapa yang membuat keributan kami hanya menyapa seorang teman" ucap salah seorang dari ketiga pemuda itu pada pelayan restoran
" apaan sih sudah pergi sana lakukan pekerjaan mu saja jangan menganggu orang lain" ucap salah satu dari ketiga pemuda itu pada pelayan pria dengan kesal, pelayan pria itu terpaksa meninggalkan meja fatan karena tak ingin memancing lebih banyak keributan dan lebih memilih untuk memanggil manager jika sesuatu yang lebih buruk terjadi
" kenapa kau begitu sombong, hei.. aku sedang berbicara dengan mu jangan seolah bersikap kau tidak mendengar ucapanku" ucap salah satu dari ketiga pria itu kembali menganggu fatan namun fatan tak meresponnya sama sekali dan memilih menikmati makanannya, fina yang merasa jengkel akan sikap ketiga pemuda itu hendak memperingati mereka namun fatan memberinya isyarat agar diam saja
" hei... si sampah ini benar-benar tuli ya, berani sekali kau mengabaikan ku" salah satu pria itu menggebrak meja dan membalikkan piring fatan, fina kaget dengan suara gebrakan meja itu begitu juga pengunjung yang lain dan manager telah berada di sana, fatan yang tak ingin ada keributan lebih lanjut memilih untuk menyudahi makan malamnya
" ayo pergi kita sudah selesai" ucap fatan pada fina sembari bangkit dari duduknya
" tolong tangihannya" ucap fatan pada sang manager yang telah berada di dekat mejanya
__ADS_1
" anda tidak perlu membayarnya kami mengambil kesalahan ini karena membuat anda tidak nyaman" balas sang manager dengan sopan dan perasaan tidak enak
" baiklah jika begitu kami permisi" balas fatan yang telah menggandeng tangan fina dan akan berlalu pergi meninggalkan keributan itu seolah tak ada yang terjadi fatan mengabaikan ketiga pemuda yang dahulu temannya itu begitu saja sehingga membuat ketiga pemuda itu tersulut emosi karena kesal
" berani sekali si sampah ini mengabaikan kita" ucap salah seorang dari mereka yang merasa geram akan tingkah fatan
" wah-wah kenapa kau terburu-buru begitu kawan, santailah dulu" salah seorang dari mereka mengehentikan langkah fatan dengan menghadangnya
" benar sekali kenapa kau terburu-buru begitu, apa kau sudah tidak sabar untuk melepaskan hasrat mu pada mainan barumu ini" ucap pria satunya yang menatap fina dengan mesum
" dia cantik juga, kecil dan manis" timpal pria satunya yang telah memandangi fina dari atas kebawah membuat fina risih dan bersembunyi di balik tubuh fatan
" hei manis kenapa menutupi kecantikan mu itu, berbagilah dengan kami juga jangan hanya dengan sampah ini" lanjut pria itu mencoba mendekati fina yang telah bersembunyi di balik tubuh fatan, namun fatan menahan langkah pria itu
" hei kawan santailah, kenapa tidak berbagi dengan kami, kita bisa bermain bersama kan" ucap pria itu yang membuat fatan tersulut emosi yang sejak tadi ia tahan.
Braakkk!!! fatan menangkap kepala pria itu dan membenturkan ke meja makan yang tadi mereka gunakan hingga meja itu hancur, melihat pemandangan itu kedua pria lainnya menjadi merinding dan para pengunjung juga sedikit takut begitu pula dengan para pelayan dan manager, dan fina juga terkejut melihat kejadian seperti itu ia tak pernah tau ternyata pria di depannya itu bisa berbuat demikian pada orang lain ia berpikir fatan adalah pria yang penuh dengan kesabaran
" bangsat berani sekali kau" pria kedua melayangkan tinjunya pada fatan dengan mudah fatan menangkap tinju itu dan membalasnya dengan menendang bagian perut pria itu hingga ia jatuh tersungkur, pria ketiga tidak bergerak dari tempatnya karena terpaku dan terlalu takut dengan apa yang barusan ia lihat, yang mereka tau dahulu fatan memang terkenal sebagai seseorang yang kuat namun mereka tidak pernah melihat kebengisan pria tampan rambut panjang itu secara langsung
" saya akan diam jika itu hanya saya tapi kalian menganggu orang terdekat saya maka saya tak bisa terima itu" ucap fatan memperingati ketiga pria itu
" kirimkan tagihan kerusakannya ke kantor saya" ucap fatan pada manager dan melenggang pergi dari sana dengan menggenggam tangan fina
" ba..baik tuan fatan" balas sang manager yang sepertinya juga sangat terkejut dengan sikap fatan barusan
Tentu saja dunia maya dipenuhi dengan berita akan kejadian di restoran itu, berita sangat cepat menyebar ada kalimat provokasi ada juga kalimat yang mengutukki ketiga pria yang tak sopan itu, dengan cepat berita itu memenuhi sosial media hingga sampai ke telinga jimmy juga.
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗