
pagi ini fatan sudah kembali dari rumah sakit ternyata benar jimy tak menjemput fatan ia membiarkan fatan pulang bersama fina
" apa anda ingin sesuatu" tanya fina pada fatan yang berbaring di tempat tidur
" tidak" jawab fatan
" kalau begitu anda istirahatlah panggil saya jika anda butuh apa-apa... saya permisi" ucap fina dan meninggalkan fatan untuk beristirahat
tok..tok.... terdengar suara ketukan dipintu kamar fatan yang ternyata tertidur akhirnya tersadar mendengar suara itu
" apa anda sudah bangun... ini saatnya untuk makan siang" ucap fina dari balik pintu
" sakit ternyata tidak enak... aku harus tertidur sepanjang hari" gerutu fatan
" anda sudah bangun" tanya fina lagi karena belum mendengar jawaban dari fatan
" apa dia masih tidur ya... tapi ini waktunya dia minum obatkan" gumam fina
" masuklah saya sudah bangun" akhirnya terdengar suara fatan menjawab
fina yang mendengar itu langsung masuk dengan membawa makan untuk fatan
" ini makanan anda..." ucap fina dan meletakkannya di atas ranjang disisi fatan
" sebentar saya akan bantu anda duduk" ucap fina yang melihat fatan kesulitan untuk bangun
" mari saya akan suapi anda" lanjut fina setelah fatan duduk
" sepertinya saya bisa sendiri tidak perlu repot-repot" ucap fatan
" dengan apa anda akan makan tangan anda cidera begitu... susah jangan cerewet saya akan suapi anda" ucap fina dengan nada sedikit menekan yang menandakan bahwa ini bukan tawaran
" mereka sama-sama cerewet" ucap fatan dalam hati setelah mendengar perkataan fina barusan
fina pun menyuapi fatan makan dengan seksama kini jarak antara mereka sangat dekat yang membuat fatan merasakan ada sesuatu yang terjadi di hatinya...
" anda makan belepotan" ucap fina sambil membersihkan sisi bibir fatan yang terkena makanan dengan tangannya
fatan yang merasa jantungnya sudah tidak aman segera menghentikan makannya
" sudah cukup saya sudah kenyang" ucap fatan
" benarkah... jika begitu saatnya anda minum obat" jawab fina yang memberikan obat dan segelas air pada fatan
saat fina hendak membantu fatan untuk membaringkan tubuhnya lagi fatan menolaknya
" tidak perlu saya ingin duduk saja" ucap fatan
__ADS_1
fatan memainkan ponselnya dan fina melihat fatan sedikit terganggu karena rambutnya yang berantakan pasalnya sejak dari rumah sakit fatan belum bisa merapikan rambutnya karena cidera tangan yang ia alami
" rambut ini biasanya jimy akan merapikannya saat aku sedang tidak bisa merapikannya" ucap fatan dalam hati yang berusaha merapikan rambutnya dengan tangan kirinya
" sepertinya anda kesulitan apa boleh saya bantu" tanya fina
pasalnya ini bukan hal yang biasa sejauh yang fina tau hanya jimy dan bik rani yang pernah memegang rambut fatan bagi fatan itu seperti sesuatu yang berharga baginya
" terserah saja" jawab fatan
" aku tak menyangka rambutnya akan selembut ini sungguh indah dan cantik" ucap fina dalam hati saat ia sedang menyisir rambut fatan
" kenapa aku setuju ia merawat ku dan menyentuh rambutku... persaan apa yang kurasakan saat bersamanya" pikir fatan
" sudah selesai" ucap fina setelah ia selesai merapikan rambut fatan
" apa ada hal lain yang anda butuhkan" lanjut tanya fina
" tidak terimakasih" jawab fatan
" kalau begitu saya permisi dulu" balas fina dan langsung pergi meninggalkan fatan
tak berapa lama jimy datang
" apa ada sesuatu yang tertinggal" ucap fatan yang mengira fina kembali lagi
" ternyata kau sialan" balas fatan yang kaget mendengar suara jimy
" kau berharap orang lain yang datang" tanya jimy menggoda fatan
" siapa yang harus kuharapkan" jawab fatan
" tentu saja seseorang yang senyumannya lebih manis dariku dan suapannya lebih mengenyangkan dari pada suapanku" lanjut goda jimy
" sialan kau" balas fatan yang melempar bantal kewajah jimy dengan sigap jimy menangkap bantal itu
" astaga kau menyerang ku bagaimana jika itu mengenai wajahku dan wajah manisku rusak" jimy masih lanjut menggoda fatan tanpa niat sedikit pun ingin berhenti
" hentikan itu... kenapa kau baru muncul sekarang ku pikir kau sudah mati saat bekerja" ucap fatan balik menghardik jimy
" sialan aku tak segila dirimu saat bekerja" jawab jimy yang sudah duduk di sofa
" tak segila aku kau yakin soal itu saat bekerja kau bahkan tak melirik wanita cantik disebelahmu" kini gantian fatan yang menggoda jimy
" aku tidak begitu" balas jimy yang merasa sedikit jengkel
" ayolah kau taukan ada wanita cantik di kantor yang menyukaimu" lanjut fatan menggoda jimy
__ADS_1
" wanita cantik siapa maksudmu" tanya jimy yang penasaran siapa orang yang dimaksud fatan
" dasar budak kerja kau bahkan tak tau soal siapa itu" balas fatan
" kau juga samakan tak peduli siapapun selain pekerjaan" balas jimy
" jangan terlalu gila kerja cobalah cari seseorang yang bisa menemanimu" ucap fatan
" kau bicara seperti itu seolah kau sudah memiliknya dasar kau bahkan baru mulai percaya padanya dan sekarang kau menceramahi ku soal itu.. sialan" balas jimy
" setidaknya aku sudah punya bayangan tapi kau belum sama sekali" jawab fatan yang bersikukuh jimy harus punya seseorang juga
" hentikan itu kau tau aku kan aku paling benci membicarakan tentang diriku... sekarang yang terpenting dirimu dulu" ucap jimy yang mulai serius
" aku tau soal itu maaf membuatmu jengkel" ucap fatan
" sudahlah tidak apa-apa aku tau kau mengatakan itu karena mengkhawatirkan ku" balas jimy
" kau tau kau lebih dari segalanya untuk ku" ucap jimy dalam hati
" sekarang bagaimana kondisi mu" tanya jimy
" seperti yang kau lihat aku baik-baik saja" jawab jimy
" lain kali jangan ceroboh begitu ya... perhatikan keselamatan mu" lanjut jimy
" aku tau kau sudah mengatakan itu berkali-kali" balas fatan
" hadiah yang kau bawa untukku saat itu sangat bagus" lanjut fatan
" kau menyukainya" tanya jimy
" iya sangat" jawab fatan
" baguslah" balas jimy
" kau akan segera kembali" tanya fatan
" tidak aku akan menemanimu sebentar" jawab jimy
" terserah kau saja" balas fatan yang dibalas senyuman oleh jimy
" aku tau saat seperti ini aku seharusnya menjauh darimu tapi bisakah aku sedikit egois untuk beberapa saat saja" ucap jimy dalam hati
bersambung.....
semoga bisa dinikmati 😁
__ADS_1
salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰