Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 160 Prahara Kamar


__ADS_3

Setelah akhirnya diputuskan mereka mengambil kamar double room itu, pasalnya mereka hanya akan tinggal satu malam saja dan esok pagi mereka akan berangkat ke bali.


" ini kamarnya" ucap fatan begitu mereka tiba di depan kamar yang telah mereka pesan, keduanya masuk kedalam, rasa sungkan masih menghampiri keduanya, fina sepertinya ingin mandi, fatan memahaminya


" saya akan keluar membeli makanan, ini sudah terlalu larut jika kita keluar untuk mencari makan, mandilah dulu selagi saya pergi" ucap fatan yang pergi keluar kamar agar fina bisa leluasa dan menyegarkan dirinya


Fatan keluar dari hotel untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan, padahal ia bisa memesannya saja namun ia akan bosan sembari mengulur waktu untuk fina, akhirnya fatan memilih berjalan-jalan diluar sembari mencari makanan


" sudah lama sekali aku tidak pergi seperti ini" gumam fatan sembari menikmati pemandangan malam di kota itu


Di sisi fina ia sedang mandi, karena fatan telah memberinya waktu


" apa tidak apa-apa seperti ini?" gumam fina masih merasa tak terlalu nyaman dengan berbagai kamar dengan fatan, meskipun ia setuju tanpa paksaan dari fatan


" aku setujukan karena melihat dia sepertinya sangat kelelahan jika harus mencari hotel lain lagi" gumam fina


" tau ah.. semuanya pasti baik-baik saja.. toh sepertinya dia pria yang baik, dia takkan melakukan apapun padaku" pikir fina optimis percaya pada fatan


" ternyata benar mandi bisa membuat kita merasakan lebih segar" gumam fina setelah selesai mandi dan merasa keletihan yang melekat pada tubuhnya menghilang, sebelum ia keluar dari kamar mandi ia mengintip terlebih dahulu takut jika fatan telah kembali ke kamar pasalnya ia hanya memakai gaun mandi dan belum mengambil pakaiannya di koper


" aman... sepertinya dia belum kembali" ucap fina setelah mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, fina segera keluar dari kamar mandi dan membuka kopernya untuk mengambil pakaiannya, kini fina telah menyelesaikan semua aktivitasnya, namun ia belum melihat tanda-tanda kedatangan fatan


" kenapa lama sekali ya.. aku sangat lapar" gumam fina sembari memegangi perutnya yang kelaparan, baru saja fina memikirkannya terdengar ketukan di pintu


" siapa?" tanya fina


" saya" jawab fatan, fina yang mengenali suara fatan langsung menuju pintu dan membukanya


" kamu sudah selesai?" tanya fatan setelah melihat fina yang terlihat lebih segar


" ah iya" balas fina


" kak bawa makanan tidak.. aku sangat lapar?" tanya fina

__ADS_1


" saya membawanya" jawab fatan sembari mengangkat kantong plastik yang ada di tangannya


" saya bawa beberapa cemilan juga.. kamu suka ngemil kan?" lanjut fatan


" iya.. hehehe" balas fina


" nah makanlah dulu saya akan mandi terlebih dahulu" ucap fatan sembari masuk kedalam dan meletakkan belanjaannya di atas meja, fina hanya mengangguk, sementara fatan berjalan menuju kamar mandi setelah meletakkan semua makanan dan cemilan yang sebelumnya ia bawa


Meskipun sudah lapar fina memilih untuk menunggu fatan, tak enak rasanya jika dia malah makan terlebih dahulu, tak terlalu lama akhirnya fatan keluar dari kamar mandi, fina menoleh kearah kakar mandi setelah mendengar suara pintu terbuka


" aaaaaa..." fina berteriak sambil memalingkan wajahnya dan menutupnya dengan kedua tangan setelah melihat fatan yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja


" aaaaa...." fatan juga terkejut karena fina berteriak, ia pun langsung masuk lagi dan menutup pintu kamar mandi


" aku lupa dia juga ada disini" gumam fatan yang tak sadar bahwa dirinya sedang berbagi kamar dengan fina


" bisa-bisanya dia keluar dengan bertelanjang dada seperti itu" gumam fina yang salah tingkah dan sedikit jengkel


" tapi dia seksi sekali" gumam fina sembari membayangkan pemandangan yang tak sengaja ia lihat barusan, meskipun fina juga pernah melihat fatan bertelanjang dada seperti itu beberapa kali tapi dia tetap merasa sangat malu.


" maaf saya lupa kamu juga disini" ucap fatan dari kamar mandi


" i..iya.. tidak apa-apa" jawab fina terbata


" bisa tolong ambilkan pakaian saya, saya lupa membawanya?" tanya fatan yang ingin meminta pertolongan pada fina


" tunggu sebentar" balas fina yang kemudian membuka koper fatan dan mengambil pakaiannya


" ini pakaiannya" ucap fina dari balik pintu, fatan membuka pintu sedikit dan mengeluarkan tangannya untuk mengambil pakaian


" terimakasih" balas fatan yang kembali menutup pintu kamar mandi


Tak berapa lama fatan keluar lagi dari kamar mandi, kini ia telah berpakaian lengkap, namun keduanya masih salah tingkah, fatan melirik makanan yang sebelumnya ia bawa terlihat belum di sentuh sama sekali

__ADS_1


" kamu belum makan?" tanya fatan


" ah belum... aku menunggu kakak selesai mandi agar kita bisa makan bersama" balas fina


" baiklah" balas fatan mengerti, fina mengambil makanan yang sebelum di bawa fatan dan menyajikannya, keduanya makan dengan santai


" saya akan tidur di sofa... kamu tidurlah dirajang" ucap fatan sembari makan


" iya.." jawab fina tak mau protes


Setelah makan dan duduk sebentar untuk memberikan waktu agar makanan tercerna dengan baik, setelah seperti yang dikatakan fatan kini ia tidur di sofa, tampak fina juga berusaha untuk tidur, malam itu pun berlalu dan kini matahari telah terbit, rencananya setelah sarapan sekitar pukul sembilan pagi mereka akan menuju pelabuhan yang akan menuju ke pulau bali


" sudah siap?" tanya fatan pada fina yang sedang memeriksa kopernya lagi, kini mereka akan keluar dari hotel dan akan mencari taksi yang akan mengantarkan mereka menuju pelabuhan yang berjarak sekitar tiga puluh menit dari hotel tempat mereka menginap


" sudah kak" jawab fina


Mereka telah menaiki taksi dan menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit dan telah tiba dia pelabuhan matahari yang menjadi satu-satunya akses menuju pulau bali


" kita akan kemana kak?" tanya fina yang memang belum tau tujuan mereka


" ke pulau bali" jawab fatan


" kita akan naik kapal, sekitar tiga puluh menit dan kita akan tiba disana" jelas fatan


" apa kamu takut?" tanya fatan mengingat bahwa fina sebelumnya juga takut saat naik pesawat


" sedikit... tapi tidak apa-apa kan ada kakak, jadi tidak ada yang akan terjadi" jawab fina terlihat lebih tenang daripada saat ia akan naik pesawat sebelumnya


" tentu saja kamu akan aman.. saya disini" ucap fatan sembari mengenggam tangan fina


" sekarang ayo kita pergi" lanjut fatan, yang dibalas anggukan oleh fina sembari tersenyum manis


Mereka menaiki kapal yang akan membawanya ke pulau bali, ini satu-satunya akses menuju pulau bali bagi para wisatawan.

__ADS_1


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2