
Fatan sedang beristirahat di kamarnya di kediaman tuan hendra begitu juga dengan fina yang berada di kamar lain, fatan sebelumnya sudah meminta bagas untuk mengurus pesta pertunangannya, ia akan di bantu oleh bik rani, sementara mereka sibuk dengan hal lain bagas akan mengatur semua hal terkait pesta, seperti daftar tamu yang akan di undang bagas bisa berkoordinasi dengan heni karena fatan benar-benar ingin membuat pesta pertunangan yang mewah seperti keinginannya mendeklarasikan bahwa gadis secantik fina adalah miliknya sekarang, pria itu begitu dimabuk cinta, membuat orang-orang di sekitarnya merasa bahagia setelah sekian lama pria itu menutup diri kini akhirnya ada seseorang yang berhasil menempati posisi yang sulit itu, kini tersisa sepuluh hari lagi sebelum pesta pertunangan, baik segala persiapan dan pekerjaan fatan berusaha menyelesaikannya sebelum pertunangan karena ia berencana akan berlibur sebentar setelah pertunangan
Tok..tok.. terdengar ketukan pintu dari luar kamar fatan
" tuan muda saatnya makan malam" terdengar suara seorang wanita yang bisa kita pastikan adalah pelayan yang di tugaskan untuk memberitahukan fatan akan waktunya makan malam
" baik saya akan kesana" balas fatan yang sedang merapikan rambutnya setelah sebelumnya ia baru mengeringkannya
Setelah selesai kini ia menuju meja makan dimana semua orang sudah berada disana, fina tersenyum manis padanya ia membalas dengan senyum tipis, seperti biasanya lili akan curi-curi pandang sembari sesekali menebar senyum pada fatan membuat pria itu muak saja namun ia harus menahan dan sedikit terbiasa dengan hal ini, karena bagaimana pun ayahnya bahagia dengan gadis itu jadi ia juga harus membiasakan diri demi kebahagiaan ayahnya
" selama dia tidak menyakiti ayah aku tidak masalah terus meski harus sering bertemu dengannya" ucap fatan dalam hati yang berusaha mengesampingkan rasa sakit, kecewa dan amarah yang ia miliki untuk gadis itu deni ayahnya
Sembari makan malam tuan hendra menanyakan kembali tujuan fatan datang karena ia tau bahwa pria muda itu takkan datang jika tak ada hal penting
" apa putra ayah datang hanya untuk makan malam?" tanya tuan hendra dengan sedikit nada bercanda
" tentu saja tidak ayah" balas fatan singkat
" lalu ada angin apa sehingga putra ayah menyempatkan diri ditengah kesibukannya untuk menemui ayah yang telah terlupakan ini" balas tuan hendra masih dengan nada bercanda
" angin kebahagiaan yang menghembuskan putra ayah ini menuju rumah pria tua yang sedang menunggu kabar baik" balas fatan terlihat sangat bahagia
" benarkah.." tuan hendra tampak antusias untuk mendengarkan apakah angin kebahagiaan yang putranya itu sebutkan
" aku memutuskan untuk bertunangan dengannya" ucap fatan sembari menggenggam tangan fina
" benarkah??" balas tuan hendra sedikit terkejut
"iya ayah.. aku memutuskan untuk menerima gadis ini di dalam hidupku" balas fatan sembari tersenyum pada fina
" ayah senang.. sangat senang.. selamat putarku" balas tuan hendra sangat antusias sembari bangkit dari duduknya menghampiri fatan dan memeluknya
" terimakasih ayah" fatan membalas pelukan sang ayah tercinta
__ADS_1
" selamat ya nak" ucap tuan hendra kemudian kepada fina setelah ia melepaskan pelukannya pada fatan
" terimakasih tuan" balas fina yang merasa senang tapi juga kaku
" bukankah saya sudah pernah mengatakan untuk memanggil ayah saja.. apalagi sekarang kau adalah menatu dirumah ini" balas tuan hendra dengan sangat ramah dan bahagia
" baik ayah" balas fina sedikit ragu
" selamat ya nak.. mama juga ikut senang mendengarnya" lili memberikan selamat serta senyum khas kebahagiaan pada fatan namun seperti biasa fatan takkan merespon wanita itu, melihat tuan hendra langsung mencairkan suasana kembali yang seperti mulai tak enak perihal lili yang mengucapkan selamat pada fatan
" ah sudah-sudah ayo kita lanjutkan makan malam ayah sangat senang sekarang" celetuk tuan hendra agar suasana yang baik tak jadi menengangkan, semuanya langsung menikmati makan malamnya lagi
" kapan pertunangannya akan dilaksanakan?" tanya tuan hendra
" sepuluh hari lagi ayah" balas fatan
" uhuk..uhuk..uhukk.." tuan hendra tampak terkejut
"minum dulu mas" ucap lili sembari menyodorkan segelas air pada suaminya
" tidak.. tidak.. ayah hanya terkejut pertunangan sepuluh hari lagi dan kau baru memberitahu ayah sekarang" balas tuan hendra terdengar sedikit kecewa
" maaf ayah.. aku hanya tidak ingin membebani ayah" balas fatan yang bermaksud baik
" ayah mengerti" balas tuan hendra yang memahami maksud fatan
" bagaimana denga pesta pertunangannya... apa itu akan menjadi pesta yang besar?" tanya tuan hendra
" aku berencana melakukan itu dan persiapan sudah dilakukan" balas fatan, tuan hendra mengangguk tanda ia mengerti
" ayah akan datang kan?" tanya fatan yang berharap ayahnya akan datang, ia tau bahwa ini mendadak dan mungkin ayahnya sudah memiliki jadwal di hari itu
" tentu saja bagaimana mungkin ayah tidak datang di hari kebahagiaan putranya" balas tuan hendra membuat fatan merasa sangat senang
__ADS_1
" terimakasih ayah" balas fatan
" sudah-sudah lanjutkan makan malamnya dulu setelahnya kita bisa berbincang-bincang lagi" balas tuan hendra yang di balas anggukan oleh fatan, sebelum melanjutkan makan malamnya fatan menoleh kearah fina yang duduk di sisi kirinya dan tersenyum pada gadis itu membuat fina juga membalas senyuman darinya
Makan malam telah berlalu kini fatan sedang duduk sendiri di balkon kamarnya memandangi langit malam yang berhiaskan rembulan yang bersinar redup
" sedang memandangi langit malam ya?" terdengar suara mengejutkan fatan, ia kenal betul pemilik suara itu yang tak lain adalah ayahnya
" ayah..." fatan berbalik setelah mendengar suara sang ayah
" sedang apa ayah disini.. apa ayah membutuhkan sesuatu..?" tanya fatan yang memang tak tau apa tujuan ayahnya datang menemuinya
" tidak" balas tuan hendra
" atau ada yang ingin ayah katakan pada ku?" tanya fatan lagi
" tidak ada hal penting ayah hanya ingin menghabiskan sedikit lebih banyak waktu dengan putra ayah " jawab tuan hendra sembari menyenderkan tubuhnya di pagar pembatas, sembari mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya
" mau?" tuan hendra menawarkan rokok pada fatan namun ia tak mau karena ia memang tidak merokok
Mereka memandangi rembulan yang redup karena tertutup awan sembari tuan hendra menghisap rokoknya
" ayah harus mengurangi mengkonsumsi rokok, itu bisa berpengaruh pada kesehatan ayah" ucap fatan tanpa menoleh ke pada tuan hendra dan terus menatap langit malam
" iya nanti jika saatnya sudah tiba" balas tuan hendra yang terus menikmati rokoknya
" kau tau di dunia ini ada yang namanya takdir yang tertukar?" ucap tuan hendra membuat fatan bingung akan hal itu
"maksud ayah?" fatan yang gagal paham apa maksud perkataan ayahnya
"ada manusia yang terlahir spesial sehingga ia mendapat apapun yang ia inginkan, ada juga manusia yang meskipun sudah bekerja sangat keras namun tak pernah mendapatkan pengakuan.. bukankah itu tidak adil" ucap tuan hendra sembari menoleh kearah fatan yang sudah menatapnya dengan kebingungan
" sudahlah kau tidak akan mengerti" balas tuan hendra setelah melihat kebingungan di wajah putranya, ia pun kembali menatap langit malam, meskipun fatan belum bisa memahami maksud sang ayah namun ia tak terlalu menghiraukan dan lebih memilih untuk kembali' menatap wajah malam, ia hanya menduga mungkin ayahnya sedang memiliki beberapa hal yang membuatnya pusing.
__ADS_1
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 😁😁 salam manis untuk pembaca 🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗