Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagain 111 Mengapa Bisa Seperti Ini?


__ADS_3

Pak budi mengikuti mobil yang di tumpangi nyonya winda hingga berhenti di sebuah gedung yang tinggi itu adalah sebuah apartemen mewah, ketika nyonya winda tiba di area parkir apartemen ia keluar dari mobil bersama foi dan masuk ke gedung itu, pak budi mengikutinya hingga nyonya winda masuk kedalam lift yang menunjukkan ia menuju lantai lima, pak budi menaiki lift lain tepat di sebelahnya setelah nyonya winda pergi, tiba di lantai lima pak budi kehilangan jejak dari nyonya winda pak budi sempat mencari-cari sepanjang lorong namun tak kunjung menemukannya


" sial kemana dia pergi" gumam pak budi yang merasa kesal karena kehilangan jejak winda, tiba-tiba pak budi teringat akan supir yang mengantarkan nyonya winda tadi, ia pun bergegas untuk turun dan mencari tau dimana supir itu tinggal siapa tau dia bisa memberikan jawaban yang pak budi cari.


Saat pak budi hendak menjalankan mobilnya mengikuti sopir yang sebelumnya mengantarkan nyonya winda, pak sopir itu menggunakan ojek untuk pulang kerumahnya, ponsel pak budi berdering di saat yang tidak tepat sehingga ia harus kehilangan jejak pak sopir itu juga.


" siapa sih yang menghubungi ku di saat seperti ini" gerutu pak budi karena ponselnya berdering di saat yang tidak tepat, setelah merongoh kantongnya dan melihat nama yang tertera di layar ponsel itu ternyata yang menghubunginya adalah tuan hendra


" ternyata tuan besar" ucap pak budi sembari menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan


" halo tuan besar" ucap pak budi saat panggilan tersambung


" dimana kau budi... kau tidak kekantor sejak pagi, saya baru saja menghubungi renaldi dan dia bilang kau tidak berada di kantor" terdengar suara tuan hendra sedikit marah karena pak budi pergi tanpa ijinnya


" maafkan saya tuan besar... ada urusan penting yang harus saya kerjakan ini menyangkut tugas yang sebelumnya anda berikan pada saya untuk mencari keberadaan kasim" jelas pak budi beralasan


" kau harus menjelaskannya secara rinci nanti dirumah" balas tuan hendra dengan suara sedikit melunak setelah mendengar alasan pak budi


" baik tuan besar saya segera kesana" balas pak budi patuh setelah mengatakan itu tuan hendra menutup panggilannya


" hufh.... sial waktunya tidak tepat" gerutu pak budi yang melajukan mobilnya menuju kediaman tuan hendra


Dari kejauhan seorang pria terlihat sedang memantau pergerakan pak budi yang kita ketahui bahwa itu anak buah bagas, pria itu dengan sigap mengikuti arah laju mobil pak budi menggunakan sepeda motor.


🌹Dikantor Fatan

__ADS_1


" pak... pak.. pak fatan..." heni memanggil fatan berkali-kali entah apa yang fatan lamunkan ia terus menatap saputangan yang kita tau itu pemberian fina hingga ia tak menyadari kedatangan heni


" pak.. pak fatan.." dengan sedikit takut heni menyentuh lengan fatan menggunakan telunjuknya, seketika fatan tersadar dari lamunannya


" ada apa?" ucap fatan dengan nada sedikit tinggi membuat heni takut


" ma..maaf pak... sebelumnya bapak meminta saya untuk membawakan berkas laporan keuangan keruangan bapak" jawab heni sembari menundukkan kepalanya tak berani menatap fatan terdengar dari suaranya ia sangat ketakutan


" ah benar... berikan pada saya" balas fatan setelah teringat bahwa ia memang meminta heni untuk melakukannya


" i...ini pak" heni menyodorkan berkas yang ia pegang sejak tadi dengan sedikit gemetar


" baiklah kau boleh pergi, saya akan memanggilmu jika membutuhkan sesuatu" ucap fatan setelah menerima map itu


" baik pak... saya permisi" balas heni mengerti dengan sedikit membungkuk lalu melenggang keluar dari ruang kerja fatan


" semenjak tidak ada pak jimy kantor ini serasa menyeramkan... hiiiyy" heni bergidik mengingat ekspresi marah bosnya itu


" tenang heni... tenang pak fatan memang seperti itu.. jika kau tidak membuat kesalahan maka kau akan aman.. ayo heni kau bisa" heni menyemangati dirinya sendiri untuk memaklumi sikap bosnya yang dingin, meskipun sudah bekerja cukup lama terkadang heni masih belum terbiasa dengan sikap bosnya itu baginya aura bosnya sangat menyeramkan.


" bisa-bisanya aku melamun seperti itu saat sedang bekerja... astaga aku kenapa sih" fatan memijit pelipisnya karena tak habis pikir dengan tindakannya barusan


" kenapa dia harus semanis itu sih sehingga membuatku kepikiran dan terus ingin melihat senyumannya yang manis itu serta tingkah lakunya yang sangat menggemaskan dimataku" gumam fatan yang tak sadar bahwa ia merona kala mengingat sosok fina yang kini telah menjadi kekasihnya selama dua bulan terkahir


" aku akan cepat menyelesaikan pekerjaan ku dan segera pulang untuk bisa melihatnya" fatan mempercepat kerjanya agar bisa tiba dirumah lebih cepat

__ADS_1


🌹 Kediaman fatan


Riki yang telah bekerja di kediaman fatan untuk membantu tukang kebun disana, sekitar satu bulan dia telah bekerja disana dan ia menemukan sesuatu yang mencurigakan dirumah itu, riki tau ada mata-mata selain dirinya dirumah itu namun ia belum tau siapa yang mengirim orang ini kesana, setelah merasa yakin riki melaporkannya pada bagas, riki menyimpan kontak bagas dengan nama nenek agar tak ada yang curiga jika ada yang memergokinya saat sedang menelpon seseorang


" aku akan menemui nenek akhir minggu ini" ucap riki melalui sambungan telepon pada bagas yang bagas tau bahwa riki menemukan sesuatu disana


" nak riki akan pulang akhir minggu ini?" tanya pak kadim seorang tukang kebun disana


" ah iya pak... nenek bilang beliau merindukan saya, lagi pula kontrak saya tak jauh dari sini, jadi saya pikir tuan muda takkan keberatan jika saya cuti sehari untuk bertemu nenek dan adik saya" jawab riki menjelaskan, tentu saja itu hanya kebohongan riki yang sebenarnya tak memiliki keluarga selain sesama pekerja yang bekerja untuk keluarga adhitama dan jimy


" benar bapak yakin tuan muda akan memberikan ijin pada nak riki, sebenarnya tuan muda itu orang yang sangat baik hanya saja beliau sangat tertutup dan tak bisa menunjukkan perasaannya" balas pak kadim mayakinkan riki bahwa fatan adalah orang baik


" bapak sudah bekerja disini sejak rumah ini baru selesai dibangun, jadi bapak tau bahwa tuan muda orang yang baik" lanjut pak kadim


" lalu apakah bapak sering pulang bertemu keluarga?" tanya riki sekedar basa-basi untuk lebih berbaur dengan orang-orang disana


" bapak jarang pulang, bukan karena tuan muda tidak mengijinkan tapi kampung halaman bapak sangat jauh, sayang uangnya kalau di pake buat ongkos mending dikirim ke kampung untuk tambahan biaya sekolah anak-anak bapak" jawab pak kadim sembari tersenyum hangat bila mengingat keluarganya di kampung.


" bapak pasti merindukan mereka semua... maksud saya anak-anak bapak" balas riki


" sekarangkan sudah ada ini... jadi bapak bisa berbicara dengan anak-anak bapak jika bapak merindukan mereka" jawab pak kadim sembari menujukan ponsel jadul yang ia letakkan di saku celananya


" benar juga... semoga tahun ini bapak bisa bertemu keluarga bapak" balas riki mendoakan kebaikan untuk pak kadim agar bisa bertemu keluarganya tahun ini


" mudah-mudahan" balas pak kadim sembari tersenyum

__ADS_1


Bersambung.....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2