
Seperti yang dikatakan oleh riki sebelumnya pada pak kadim sore harinya setelah melihat fatan kembali lebih cepat hari ini riki berencana akan meminta cuti satu harinya pada fatan nanti setelah makan malam.
Setelah makan malam selesai riki yang dibantu oleh bik rani untuk menemui fatan yang sedang duduk di ruang keluarga bersama fina dengan tujuan meminta ijin untuk riki.
" permisi tuan muda, mohon maaf mengganggu waktu istirahat anda" ucap bik rani dengan sopan
" ada apa?" tanya fatan
" nak riki ingin meminta ijin untuk pulang hari minggu ini tuan muda" jelas bik rani mengatakan alasan mereka berdua menemui fatan, mendengar penuturan bik rani fatan penasaran mengapa riki ingin libur satu hari
" jelaskan pada tuan muda apa alasan nak riki" ucap bik rani agar riki menjelaskannya secara langsung seperti yang ia katakan pada bik rani sebelumnya
" mohon maaf sebelumnya tuan muda... jadi saya hanya ingin menemui nenek dan adik saya untuk memastikan mereka berdua baik-baik saja, kontrakan saya ada si sekitar sini, jadi jika tuan muda mengijinkan saya akan pergi pagi harinya dan kembali sebelum matahari terbenam di sore harinya" jelas riki
Fatan berpikir sejenak bukan karena ia tak memberi ijin tapi ia penasaran dengan apa alasan riki pulang " baiklah... saya mengijinkannya" balas fatan
" terimakasih tuan muda" balas riki yang merasa senang
" terimakasih tuan muda, sekali lagi mohon maaf telah menganggu waktu tuan muda... kami mohon pamit ke belakang" ucap bik rani sembari sedikit menunduk dan pergi meninggalkan fina dan fatan di ruang keluarga
" kenapa dia ingin pulang jelas saja bahwa dia tidak punya seorang nenek, dulu jimy pernah memberitahukan ku bahwa riki tidak punya siapa-siapa" pikir fatan yang masih penasaran apa alasan riki meminta cuti sehari
" kak fatan kenapa?" tanya fina setelah melihat fatan sepertinya sedang memikirkan sesuatu
" bukan apa-apa" balas fatan sembari tersenyum kearah fina yang duduk tepat di sebelahnya membuat fina salah tingkah
" sudah malam aku ingin tidur" fina bangkit dari duduknya setelah merona karena fatan tersenyum manis padanya
" kau sudah mengantuk?" tanya fatan yang berharap fina bisa menemaninya sebentar lagi, fina hanya mengangguk untuk mengiyakannya
" baiklah... istirahatlah" balas fatan kembali tersenyum manis pada fina... fina semakin merona dan mempercepat langkahnya agar segera menjauh dari fatan
" manis sekali" gumam fatan sembari tersenyum senang setelah berhasil menggoda kekasihnya itu
🌹
__ADS_1
Minggu pagi seperti yang telah direncanakan riki meninggalkan kediaman fatan setelah meminta cuti satu hari dan ia akan kembali kesana pada sore harinya
" nak riki jadi pulangnya?" tanya pak kadim saat riki melewati taman depan dimana pak kadim terlihat sedang mengurus taman itu
" ah iya pak... tuan muda memberi ijin, saya pulang sebentar ya pak... nanti sore saya kembali lagi" balas riki terseyum hangat pada pak kadim dan berlalu pergi
Riki memeran ojek online untuk menjemputnya di kediaman fatan dikarenakan jalanan itu sepi dan tak ada angkutan umum yang melintas disana, tak butuh waktu lama ojek yang riki tunggu telah tiba ia segera naik dan melaju meninggalkan kediaman fatan menuju ke kontrakan yang terletak di pemukiman penduduk yang tak jauh dari sana, tak butuh waktu lama hanya berkisar satu jam kini riki telah tiba di depan rumah kontrakan miliknya dengan menenteng beberapa kantong plastik yang sebelumnya riki telah mampir ke minimarket sebelum ia kembali ke kontrakan
Tok...tok.. " nek riki pulang" ucap riki sembari mengetuk pintu, tak lama pintu terbuka dan terlihat seorang pria yang lebih muda darinya membuka pintu
" ah mas riki..." pemuda itu senang melihat riki yang berdiri di depan pintu
" ayo masuk mas, pasti cape kan" lanjut pemuda itu sembari menarik pelan langan riki untuk mengikutinya masuk.
" belum datang ya?" tanya riki pada anak muda itu
" belum" jawabnya singkat
" duduk dulu" anak muda itu mempersilahkan
" sepertinya ada sesuatu yang penting sehingga kau datang secepat ini" ucap pemuda itu pada riki
" kita akan bahas saat bos bagas datang" balas riki
" baiklah... lalu apa yang kau bawa ini?" tanya pemuda itu saat melihat kantong plastik yang dibawa oleh riki sebelumnya
" cemilan.. akukan harus membawa beberapa untuk nenek" balas riki sembari menyodorkan kantong itu pada pemuda itu yang diketahui bahwa dia juga salah satu anak buah bagas yang telah berada disana sekitar dua bulan lalu
" hahahaha" pemuda itu tertawa mendengar jawaban riki soal nenek yang sebenarnya tidak pernah ada itu hanya alibi untuk tugas ini
" diam dan makan saja cemilannya sembari menunggunya datang" balas riki
" istirahatlah dulu... aku akan ambilkan minum" balas pemuda itu
Cukup lama mereka berdua menunggu kedatangan bagas hingga waktu menunjukkan saat makan siang akan tiba dan ketukan di pintu baru terdengar, pemuda itu bangkit dari duduknya dan menuju pintu
__ADS_1
" siapa?" tanya pemuda itu sembari membuka pintu sedikit
" eh desi... ada perlu apa kesini?" tanya pemuda itu saat melihat seorang wanita yang kerap mengganggunya berada tepat di depan pintu kontrakannya
" mas radif sudah makan.. desi bawakan makanan untuk mas" balas wanita itu dengan centilnya sembari menyodorkan sebuah rantang ditangannya pada radif dan tersenyum genit
" makasih loh.. desi selalu perhatian sama mas" balas radif
" ayo kita makan didalam saja mas" desi langsung masuk tanpa berhasil di cegah oleh radif, sekitar desi terkejut melihat pria yang cukup tampan dimatanya sedang duduk di ruang tamu
" eh mas radif lagi ada tamu rupanya" ucap desi spontan
" halo mas saya desi" ucap desi bersikap sopan dan centil setelah melihat riki
" oh itu mas riki... kakaknya mas" radif memperkenalkan riki... riki hanya menganggukkan kepalanya pada desi, dengan centilnya desi duduk di dekat riki sembari meletakkan rantang yang ia bawa ke atas meja yang terbuat dari rotan itu
" oh.. jadi ini kakaknya mas radif yang mas radif bilang dulu, baru lihat mas riki sekarang ternyata mas riki juga ganteng ya" ucap desi sembari terus menatap wajah riki dengan seksama riki hanya bisa tersenyum tipis pada wanita itu
" eh desi bawa makanan nih.. desi siapin di dapur dulu ya mas" ucap desi sembari melenggang ke dapur seperti sudah berada di rumahnya sendiri sementara radif hanya bisa diam saja menyaksikan itu
" pffft.." riki menahan tawanya melihat ekspresi wajah radif yang terlihat menahan kesal
" hentikan itu" ucap radif kesal
" pantas saja kau betah disini" ucap riki masih menahan tawanya
" mas riki hentikan" radif mulai kesal
" oke-oke" balas riki berusaha untuk tak tertawa
" kenapa dia harus datang sekarang sih" gumam radif yang kesal pasalnya mereka sedang menunggu kedatangan bagas disana.
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1