Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 53 Bisikan Hati


__ADS_3

" jadi kau tidak bisa tidur karena sedang jatuh cinta?" tanya jimy memastikan


"aku tidak tau, hanya saja bayangannya terus berada dikepalaku" balas fatan yang masih ragu tentang apa yang ia rasakan saat ini, apakah bisa disebut cinta atau hanya karena mereka sudah sering bertemu saja


" astaga!!" ucap jimy yang juga dibuat bingung dengan perkataan fatan barusan


" bagaimana ini?" tanya fatan yang masih dalam keraguan dan kebingungannya


" bagaimana apanya?" balik tanya jimy yang sedang memahami segalanya, fatan hanya diam saat jimy bertanya balik padanya


" jika kau suka maka suka saja, kenapa harus bimbang begitu" ucap jimy yang melihat fatan hanya terdiam menatap gelang yang berada ditangannya kini


" aku mau tidur" balas fatan yang langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dengan segala kebimbangan yang terjadi dihatinya


" disini?" tanya jimy terkait fatan yang kini terbaring di kamar tamu tempatnya tidur


" aku malas kembali" balas fatan yang sudah memejamkan matanya dengan kabut yang masih berada di hati, dan segala keraguan yang masih bersarang disana, bukan karena hal apa fatan hanya takut terluka lagi, sebab bekas jahitan luka dimasa lalu belum sembuh sepenuhnya, dia hanya takut luka itu akan terbuka lagi dan lebih dalam, jika itu terjadi bagaimana dia bisa bertahan dan bangkit lagi


Melihat fatan yang tak berniat untuk beranjak dari tempat tidur jimy pun mengalah dan memilih membaringkan dirinya di sisi lain tempat tidur dengan pikiran yang memenuhi kepalanya, ada rasa senang karena lenteranya sudah menemukan tambatan hati, namun masih ada kekhawatiran di dalam pikiran jimy terkait masalah insiden yang terjadi di pesta ulang tahun tuan hendra saat itu dan juga masalah lili yang hingga saat ini jimy belum menemukan petunjuk apapun, bahkan setelah satu tahun ia menyelidikinya, sebelum tidur jimy mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada dika untuk bergegas karena mereka tak punya cukup waktu, begitu pula dengan bagas jimy masih menyuruh bagas untuk melanjutkan penyelidikan tentang kasus lampu gantung itu tanpa sepengetahuan pak budi, jujur saja meski sudah mengenal pak budi jimy masih belum bisa percaya dengan tuan hendra setelah kejadian yang menimpa fatan beberapa tahun lalu.


" semoga tak ada masalah... jangan sampai kau terluka lagi, kali ini aku takkan memaafkan siapa pun itu bahkan jika dia adalah keluarga mu" pikir jimy dan segera memejamkan matanya untuk menuju kedamaian alam mimpi.

__ADS_1


Pagi telah tiba, sinar matahari telah mengintip melalui celah gorden sementara fatan masih terlelap dalam tidurnya, lain halnya dengan jimy yang membantu bik rani untuk membuat sarapan pagi, jimy memang suka melakukan semua itu, untuk ukuran pria jimy terbilang cerewet bahkan sangat cerewet, terlebih lagi ia bisa melakukan hampir semua hal yang biasa dilakukan oleh wanita, salah satu contohnya saja dia bisa memasak dan masakanya sangat enak, mungkin jika dia membuka restoran maka ia akan sukses.


" biar ibu saja yang menyiapkannya, tuan jimy duduk saja" ucap bik rani yang merasa tidak enak karena jimy membantunya memasak


" tidak apa-apa buk, biar saya bantu, jarang-jarang saya bisa bantu ibu memasakkan" balas jimy menyakinkan bik rani dengan gaya khasnya


" baiklah, jika tuan jimy bersikeras" balas bik rani yang pasrah


Dengan keahlian memasak yang jimy miliki dia membuatkan sarapan nasi goreng untuk fatan dan semua pelayan yang bekerja disana, terkadang jimy mau memasak untuk mereka semua jika ia punya waktu dan para pelayan yang bekerja dirumah fatan sudah pernah merasakan masakan jimy yang sangat enak sehingga membuat mereka ketagihan, setelahnya kini fatan pun sudah berada di meja makan untuk sarapan


" wangi sekali, kau yang memasak ya?" tanya fatan setelah mencium aroma nasi goreng yang tersaji di piring yang berbeda di depanya


" ibu tolong kumpulkan semua pelayan" minta jimy pada bik rani yang segera di lakukan oleh bik rani, setelah semua berkumpul jimy meminta mereka untuk sarapan dengan nasi goreng yang telah ia buatkan untuk mereka


" terimakasih tuan jimy, kami permisi kebelakang dulu" pamit bik rani dan diikuti oleh semua pelayan dirumah itu, sesampainya di meja makan yang memang disediakan untuk mereka di dapur, mereka bertambah senang dengan aroma dari nasi goreng yang sangat menggoda


" masakan tuan jimy memang enak" puji tika yang di setujui oleh para pelayan lainnya


" tentu saja, masakan tuan jimy memang terbaik" timpal seorang satpam, akhirnya mereka semua makan dengan sangat lahap tanpa menyisakan sedikit pun makanan yang sudah di masak oleh jimy untuk mereka semua


Sementara itu di meja makan terlihat fatan juga menikmati makanan yang dimasak oleh jimy

__ADS_1


" kau senang melakukan ini semua ya" ucap fatan terkait perbuatan jimy untuk menyenangkan para pekerjanya, mendengar itu jimy hanya tersenyum manis saja


" masakan mu masih enak" puji fatan


" itulah mengapa kau masih hidup saat tinggal bersama ku dulu" balas jimy yang terus menyendokkan nasi kemulutnya


" benar, saat itu aku tak bisa merasakanya dengan benar" balas fatan


" karena kau sedang terpuruk dan beberapa kali kau coba untuk bunuh diri, hingga aku tak bisa pergi sebentar saja dari sisi mu" balas jimy yang mengingat masa lalu fatan yang sangat hancur itu


" kenapa saat itu aku begitu bodoh ya" balas fatan menyesali semua tindakannya, bagaimana tidak butuh waktu satu tahun bagi jimy untuk mengeluarkan fatan dari kegelapan saat tak ada satu orang pun yang percaya padanya bahkan tuan hendra sendiri, sehingga jimy harus berjuang keras untuk membuktikan bahwa tuduhan yang dilayangkan padanya tidak benar dan mengembalikan hubungan ayah dan anak itu lagi


" kau menghabiskan satu tahun penuh untuk merawatku, yang saat itu sedang kacau" lanjut fatan dengan nada penyesalan yang terdengar dari kalimatnya


" sudahlah itu sudah berlalu, jangan mengingat hal itu lagi, makan saja" balas jimy yang tak ingin merusak suasana pagi dengan membicarakan masa lalu


" benar, itu sudah berlalu, dan pria yang sedang makan bersama ku inilah yang telah menarikku dari keterpurukan masa lalu, terimakasih takdir telah memberiku sahabat yang istimewa sepertinya" ucap fatan dalam hati sembari melirik kearah jimy


" bisikan hatiku membuatku terus berada disisi mu hingga saat ini, sejak pertama kali bertemu dan kau membantu ku itu mampu menyentuh hatiku dan membuatku terus mengikuti mu hingga kini, berapa lama waktu yang kumiliki untuk sekedar melihat mu, aku tak tau" pikir jimy dengan terus menyendokkan nasi kemulutnya


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊


Salam rindu untuk yang menunggu... salam sepi untuk yabg sendiri... salam setia untuk yang bersama... salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2