Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 101 Mawar Yang Telah Layu


__ADS_3

Fina yang telah terlebih dahulu kembali dari pemakaman jimy di antarkan oleh dika menuju kamar tamu yang akan ia gunakan untuk istirahat


" istirahatlah dulu nona, jika tuan muda telah kembali dari makam saya akan memberitahukannya pada nona" ucap dika dengan sopan


" baiklah... terimakasih.. em.. tidak perlu memanggil nona, tuan bisa memanggil saya dengan nama saya... nama saya fina" ucap fina yang sungkan di panggil nona


" kalau begitu jangan panggil saya tuan, panggil saja dika" balas dika juga agar lebih nyaman


" baiklah..." balas fina mengerti


" kalau begitu saya permisi dulu, jika fina butuh sesuatu bisa temua saya atau pelayan" ucap dika sebelum pergi dari hadapan fina yang dibalas anggukan oleh fina tanda ia mengerti.


Fina masuk kedalam kamar tamu itu dan mendudukan diri di tempat tidur sembari merenggangkan tubunya yang terasa letih, fina mencerna kembali apa yang terjadi hari ini yang menurutnya cukup tak bisa di percaya, jimy yang tiba-tiba pergi meninggalkan mereka untuk selamanya membuat kesedihan di hati fina bagaimanapun juga ia telah mengenal jimy selama beberapa bulan belakangan ini, baginya jimy adalah orang yang baik, periang dan tentu saja juga manis sehingga membuat semua orang betah berada disekitarnya, hal itu dapat fina lihat saat pemakaman jimy tadi, hampir semua yang hadir menitikkan air matanya untuk jimy.


" kak jimy pasti orang yang mendapatkan tempat dihati orang-orang ini, sehingga sangat tampak kesedihan di wajah mereka saat pemakaman tadi" gumam fina mengingat kembali momen yang terjadi di pemakaman beberapa saat yang lalu


Saat sedang mengingat kembali saat pemakaman jimy, fina tiba-tiba teringat akan meri yang harus ia beri tahu akan kabar ini, ia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi meri.


" halo mer..." ucap fina setelah panggilan tersambung


" kau dimana... apa masih dirumah sakit?" tanya meri yang tau jika fina sebelumnya berada dirumah sakit untuk menjaga fatan


" tidak... aku sedang ada diluar kota" jawab fina


" hah!! sedang apa kau disana?" tanya meri yang terkejut


" aku sedang menghadiri pemakaman kak jimy" balas fina dengan lirih


" maksudmu kak jimy temannya fatan?" tanya meri memastikan kembali apa yang ia dengar


" iya.. kak jimy yang itu" balas fina kini terdengar suara tangisnya


" dia meninggal... bagaimana mungkin?" ucap meri tak percaya


" pagi ini kak jimy mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya" jelas fina sambil menangis


" hei... hei.. tenangkan dirimu" ucap meri berusaha membuat fina berhenti menangis


Meri tak bereaksi apa-apa mendengar berita kematian jimy, pasalnya ia tak peduli dengan itu semua meskipun ia sedikit kecewa karena belum sempat memanfaatkan jimy.


" kau pasti sangat bersedih, aku tau itu pasti menyakitkan untukmu, jika kau saja sangat sedih seperti ini pasti dia juga lebih sedih dari dirimu" ucap meri

__ADS_1


" pasti.. dia pasti yang paling sedih sekarang" balas fina tak membantah perkataan meri yang memang benar adanya


" bukannya aku tidak berperasaan tapi menurutku ini waktu yang tepat untukmu agar memenangkan seluruh hati dan kepercayaannya" meri memberi saran agar fina lebih mendekatkan dirinya pada fatan di saat seperti ini


" maksudmu?" tanya fina dengan sedikit ragu


" saat hati seseorang sedang rapuh, saat itulah celah paling bagus untuk memenangkannya" jelas meri


" kau yakin ini saat yang tepat?" kembali tanya fina


" tentu saja aku sangat yakin" balas meri terdengar penuh keyakinan


" oke" balas fina mengerti dan menutup telponnya


Di tempat meri berada setelah ia mendapat kabar terkait kematian jimy, ia pun segera menghubungi lili untuk memberitahukan informasi yang sangat bagus itu.


" selamat sore nyonya.. saya punya berita bagus untuk nyonya" ucap meri setelah panggilannya tersambung


" cepat katakan" terdengar suara lili dari balik telpon dengan nada angkuhnya


" pagi ini jimy mengalami kecelakaan dan merenggut nyawanya" ucap meri dengan semangat


" apa?? benarkah?" tanya lili tak percaya


" hahahaha... bagus akhirnya dia mati juga aku tidak perlu repot-repot menyingkirkannya" lili sangat senang mendengar kabar kematian jimy


" aku akan memberimu hadiah karena telah menyampaikan berita yang sangat bangus" ucap lili dengan penuh kegembiraan


" terimakasih nyonya" balas meri yang tak kalah senang karena mendapatkan hadiah dari lili


" akhirnya rencanaku akan berjalan mulus sekarang, aku tak perlu khawatir tentang dia lagi.. hahahaha" lili tertawa puas setelah menutup panggilan, ia terlihat sangat gembira sekali.


Fatan dan tuan adhitama yang baru saja kembali dari makam masuk kedalam rumah, terdapat bagas disana yang masih merapikan tempat sebelumnya jenazah jimy berada dengan beberapa pelayan lainnya.


" tuan sudah kembali?" ucap bagas begitu melihat tuan adhitama dan fatan yang memasuki rumah


" iya baru saja" balas tuan adhitama


" antarkan fatan kekamar biarkan dia istirahat" perintah tuan adhitama pada bagas


" baik tuan" balas bagas

__ADS_1


" kau istirahatlah dulu, ayah juga harus menemani bunda, bunda juga pasti membutuhkan ayah sekarang" ucap tuan adhitama memberi pengertian


" iya ayah" balas fatan yang akhirnya mengikuti langkah bagas menuju kamar tamu yang akan ia tempati


" ini kamar mu istirahatlah" ucap bagas


" terimakasih... bisa tolong antarakan aku kekamarnya sebentar?" tanya fatan


" tentu" balas bagas yang mengerti maksud fatan, ia pun mengantarkan fatan ke kamar milik jimy


Begitu tiba di depan kamar jimy, fatan membuka pintu kamar yang tak terkunci itu, begitu pintu terbuka tercium aroma mawar seperti wangi parfum yang sering digunakan jimy, fatan melangkah masuk mengedarkan pandangannya keseluruhan isi ruangan dengan harapan ia menemukan jimy disana dan ini hanya mimpi buruk di dalam tidurnya, namun kenyataannya ia tak menemukan apapun disana selain kamar kosong


" aku ingin disini sebentar" ucap fatan


" baiklah, panggil aku atau dika jika kau butuh sesuatu" balas bagas mengerti dan pergi dari sana


" tunggu sebentar" ucap fatan menghentikan langkah bagas


" ada apa?" tanya bagas


" dimana fina?" tanya fatan yang mencemaskan kondisi fina juga


" dia sedang istirahat di kamar tamu juga, aku akan beritahu jika kau sudah kembali dari makam" ucap bagas


" tidak apa-apa biarkan dia istirahat saja" balas fatan yang dibalas anggukan oleh bagas dan pergi dari sana


Fatan mendudukkan dirinya pada sofa yang ada di kamar jimy


" kau sangat suka warna hitam ya, lihatlah kamar ini hampir seluruhnya berwarna hitam, ini tak tampak seperti kamar lebih seperti kegelapan yang menyeramkan, tapi aroma mawar ini membuatnya tak tak terasa menyeramkan" gumam fatan sembari memperhatikan suasana kamar jimy yang hampir 70% bernuansa hitam.


" sekarang mawarku telah layu" gumam fatan dengan senyum getir di wajahnya


" ku harap ini hanya mimpi buruk, jika benar ini mimpi buruk maka ini mimpi buruk yang paling menyeramkan" gumam fatan lirih


" kau pergi tanpa pamit padaku dengan baik.. itu menyakitkan tau.. tapi sudahlah kau pasti tidak ingin aku bersedih seperti inikan, itulah sebabnya kau tinggalkan cinta untukku dalam dirinya.. aku akan hidup bahagia dengan gadis itu seperti keinginanmu.. pasti aku akan bahagia" fatan masih bermonolog untuk mengembalikan semangatnya lagi


" sial padahal kau belum tau kalau kami sudah resmi pacaran kan.. aku memberitahumu sekarang kau dengar kan?" gumam fatan dengan senyum getir


Fatan berdiam diri dikamar jimy cukup lama, sembari memejamkan matanya dan melihat kilas balik pertemuannya dengan jimy dan semua yang telah mereka lalui selama ini.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2