Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 24 Ketakutan


__ADS_3

Dirumah fatan ia sedang istirahat setelah pulang dari rumah fina tiba-tiba terdengar ponselnya berdering yang menandakan bahwa ada telpon masuk untuknya, ia pun menjawab panggilan tersebut yang ternyata dari ayahnya.


" bagaimana kabar mu nak" terdengar suara tuan hendra di sebrang telpon


" saya baik... kenapa ayah menghubungi?" jawab dan tanya fatan


" bukan apa-apa ayah hanya ingin tau kabarmu" jawab tuan hendra dari balik telpon fatan hanya diam setelah tuan hendra mengatakan itu


" sekali-kali mampirlah kemari ayah merindukan mu" lanjut tuan hendra


" saya akan luangkan waktu nanti agar bisa mampir kerumah" jawab fatan


" kita seperti orang asing saja... kenapa gaya bicara mu dengan ayah seperti itu" balas tuan hendra dengan sedikit tertawa


" saya terbiasa begini" jawab fatan


" anak ayah bukan orang yang seperti ini... kau berubah sejak kepergian pacarmu itu" balas tuan hendra yang membuat fatan jengkel karena harus mengingat wanita yang dimaksud ayahnya itu yang tak lain dan tak bukan adalah lili


" saya akan mampir begitu saya punya waktu... apa hanya ini yang ingin ayah katakan jika ia saya akan akhiri pembicaraan ini" balas fatan yang tak ingin melanjutkan membahas soal lili


" ah iya-iya ayah hanya ingin mendengar kabarmu dan suara mu kalau begitu sampai jumpa" jawab tuan hendra dan mengakhiri panggilan telponnya.


" apa ayah sama sekali tidak tau bahwa wanita yang merusak hidupku adalah wanita yang sekarang bersamanya... aku harus bagaimana menceritakan semuanya pada ayah tentang siapa lili tapi ayah sangat mencintainya aku tak ingin ayah terlalu banyak berpikir di usianya saat ini terlebih lagi ayah terlihat sangat senang bersama dengan wanita itu... arrhgg... aku harus bagaimana" gerutu fatan yang kesal bila mengingat tentang lili


.......


keesokan harinya dikantor fatan ia sedang duduk di kursi kebesarannya itu dan jimy sedang berada diruang kerjanya yang berada tepat di sebelah ruang kerja fatan itulah mengapa jimy sering berada diruang kerja fatan


" aku juga ingin menemui ayah untuk melihat kesehatan ayah secara langsung tapi aku tak ingin pergi kesana sendiri dan bertemu dengan wanita itu lagi..." pikir fatan dalam lamunannya akhirnya ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar ruangan.. heni yang melihat fatan keluar saat jam kerja langsung bertanya padanya


" apa ada yang anda butuhkan pak?" tanya heni yang melihat fatan keluar dari ruangannya


" tidak ada saya hanya ingin keluar sebentar" jawab fatan.... heni yang mendengar jawaban itu bertanya-tanya kemana fatan akan pergi ternyata fatan hanya memasuki ruangan yang tepat disebelahnya yaitu ruang kerja jimy


" dasar pak fatan saya pikir anda akan kemana ternyata hanya menemui pak jimy saja dua sejoli ini memang tidak bisa dipisahkan yang satu selalu ada dan yang satunya selalu membutuhkan jika orang-orang hanya melihat sekilas saja tentang mereka berdua maka pasti mereka salah paham tentang hubungan mereka berdua" gumam heni yang masih terheran-heran juga melihat kedua sahabat itu


terdengar suara pintu terbuka diruang kerja jimy sontak ia pun melihat siapa yang datang tanpa mengetuk pintu dulu


" ternyata kau" ucap jimy saat melihat yang datang adalah fatan


" kenapa kemari sepertinya kau sedang senggang " lanjut jimy

__ADS_1


" begitulah" jawab fatan yang mendudukan dirinya di sofa yang berada di ruangan kerja jimy


" ada yang ingin kau katakan padaku" tanya jimy yang menghentikan pekerjaannya sejenak


" lanjutkan pekerjaan mu saja aku hanya ingin duduk disini sebentar" jawab fatan yang melihat jimy menghentikan pekerjaannya


" ya sudah saat kau ingin mengatakannya katakan saja padaku... kau mengertikan kau bisa menceritakan apapun padaku" balas jimy yang melanjutkan pekerjaannya lagi


" iya aku tau itu" jawab fatan...


sudah sekitar 30 menit sejak fatan datang tapi ia belum mengatakan tujuannya dan terus diam sejak perbincangan terakhir mereka.


" sekarang kau sudah akan mengatakannya padaku" tanya jimy yang melihat fatan masih diam


" apa kau sudah selesai" balas tanya fatan


" sudah" jawab jimy


" jangan bilang sejak tadi kau menungguku selesai bekerja" lanjut tanya jimy


" tidak sepenuhnya aku hanya sedang berpikir dan kebetulan saja kau sedang bekerja" jawab fatan


" semalam ayah menelpon ku" jawab fatan


" maksudmu tuan hendra menghubungi mu semalam" tanya jimy memastikan


" iya" jawab fatan


" kenapa beliau menghubungi mu... apa ada urusan penting" tanya jimy yang terlihat agak cemas... bagaimana tidak setiap kali fatan berhubungan dengan ayahnya pasti fatan selalu berkahir dalam keadaan yang buruk seperti terakhir kali dan kita tau apa sebabnya


" aku tidak tau ayah hanya ingin aku menyempatkan diri untuk mampir... aku hanya berpikir apa ini ada kaitannya dengan kesehatan ayah yang kurang baik akhir-akhir ini" jelas fatan


" jadi bagaimana" tanya jimy


" aku ingin melihat keadaan ayah secara langsung" jawab fatan


" maksudmu kau ingin mengajak ku kesana untuk menemani mu kan" tanya jimy


" iya... apa kau keberatan" jawab dan tanya fatan


" tidak sama sekali... baiklah kapan kita akan pergi" jawab dan tanya jimy

__ADS_1


" akhir-akhir ini pekerjaan ku sedikit senggang ku pikir lebih cepat lebih baik... bagaimana jika besok" jawab fatan


" baiklah besok juga boleh.." balas jimy yang setuju untuk pergi dengan fatan


" terimakasih" ucap fatan


" untuk apa" tanya jimy


" karena bersedia pergi bersama ku" jawab fatan


" bagaimana mungkin aku membiarkan mu kesana sendiri sedangkan aku tau apa yang terjadi padamu" balas jimy yang membuat fatan tersenyum mendengar perkataan jimy


" apa kau akan pergi seperti yang lainnya" tiba-tiba tanya fatan yang membuat jimy terkejut


" maksudmu apa" tanya jimy memperjelas maksud fatan


" meninggalkan ku" jawab fatan dengan lesu


" apa aku pernah melakukan itu" tanya jimy


" sudahlah jangan jadi lembek begini atau para karyawan dan rekan bisnis mu tak akan segan padamu lagi... fatan yang mereka kenal bukan orang yang lembek seperti ini" lanjut jimy agar fatan kembali bersemangat


" kau tau itu hanya topeng untuk pertahanan diri kan" jawab fatan


" aku tau itu bahkan sangat tau... sudahlah kau terlihat jelek saat lembek begini" balas jimy yang meledek fatan


" sialan" jawab fatan yang membuat mereka berdua tertawa kecil


" sudahlah aku kembali keruang kerjaku dulu... dan kau lanjutkan pekerjaan mu itu" lanjut fatan yang beranjak dari tempat ia duduk


" siap bos" jawab jimy dengan semangat


" aku lebih suka melihat kau tersenyum" gumam jimy sambil tersenyum


" dan akan ku pastikan senyum itu akan selalu ada disana bersama mu" lanjut gumam jimy


bersambung......


mohon maaf ya kakak update nya terlambat πŸ˜…πŸ™ada banyak sekali kegiatan jadinya terlambat dehπŸ˜… semoga kakak sekalian masih tetap menikmatinya... oiya kakak ditunggu komennya 😁


salam manis untuk para pembaca πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2