
" saat aku datang ke kamarnya aku tak menemukannya disana, aku sudah cari di seluruh hotel tapi aku tidak bisa menemukannya" jelas jimy yang membuat persaan fatan campur aduk, fatan cemas tentang keadaan lili dan juga apa alasan dia menghilang
" waktu berkunjung sudah habis pak" polisi memberitahu jimy untuk segera pergi
Jimy pamit pada fatan dan keluar dari kantor polisi, ia bertanya-tanya kenapa belum ada pengacara keluarga darmawan yang datang, setidaknya meskipun tuan hedra atau pak budi tidak bisa kekantor polisi mereka pasti sudah menyuruh seseorang untuk datang, namun hingga saat ini belum ada yang datang jimy memutuskan untuk menghubungi ponsel pak budi bermaksud untuk menanyakan kenapa belum ada seorang pun yang datang dari pihak keluarga.
Beberapa kali jimy mencoba tapi pak budi tak menjawab panggilannya, ada rasa khawatir di benak jimy apakah kondisi tuan hendra sangat parah hingga membuat pak budi tak bisa menjawab panggilannya sama sekali, jimy melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga darmawan untuk membicarakan terkait kasus yang menimpa fatan.
Setibanya disana jimy terkejut setelah mengetahui dari pelayan bahwa tuan hendra dan pak budi telah pergi keluar negeri beberapa saat yang lalu
" kenapa tuan hendra pergi?" tanya jimy pada pelayan dirumah tuan hendra
" saya tidak tau tuan" jawab pelayan itu
" baiklah terimakasih" balas jimy dan pergi meninggalkan kediaman keluarga darmawan
" arghhh!!! sial" jimy memukul stir mobil ia merasa frustasi sekarang, ia kembali mencoba menghubungi tuan hendra dan pak budi ternyata kali ini berhasil pak budi menjawab panggilannya
" bapak dimana, saya dengar dari pelayan pak budi dan tuan hendra baru saja pergi keluar negeri?" ucap jimy ingin mengkonfirmasi apakah itu benar
" benar saat ini tuan hendra berada di Singapura" balas pak budi membenarkan
" apa kondisi tuan hendra sangat parah?" tanya jimy yang berpikir bahwa kepergian tuan hendra ialah untuk berobat
" kondisi tuan sudah lebih baik, tapi beliau hanya ingin menenangkan diri saja" balas pak budi yang sontak membuat jimy kaget, pasalnya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menenangkan diri
" dimana pengacara yang akan mengurus kasus fatan" tanya jimy
" tidak akan ada pengacara yang datang, tuan sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan tuan muda, beliau tidak ingin ikut campur" balas pak budi
"apa!!" jimy kaget
" biarkan saya bicara" terdengar suara tuan hendra
" nak jimy, saya tidak ingin mengambil resiko apapun, jadi saya putuskan untuk tidak ikut campur, biarkan saja anak itu mendapatkan hukumannya" ucap tuan hendra yang membuat jimy kesal
" hukuman apanya!! saya yakin dia tidak bersalah" balas jimy yang mulai meninggikan suaranya
__ADS_1
" saya paham perasaan mu saat ini, tapi terkadang kita harus menerima apa yang tidak bisa kita terima" balas tuan hendra
" bagaimana bisa anda mengatakan ini semua, dia putra anda, apa anda tidak mempercayainya?" balas jimy
" saya tidak tau" balas tuan hendra
"saya tidak pernah menduga bahwa anda adalah orang yang seperti ini" balas jimy yang tak percaya bahwa tuan hendra lebih mempercayai apa yang ia lihat daripada mencari tau apa yang sebenarnya
" putra saya adalah segalanya untuk saya, namun saat ini saya hanya tidak ingin mengambil resiko" balas tuan hendra yang semakin membuat jimy marah
" saya akan pastikan anda menyesali apa yang telah anda lakukan saat ini.. bangsat!!" balas jimy dengan marah dan menutup telponnya
" arghhh... sial!!" jimy membuang ponselnya dengan marah
" sekarang apa yang harus kulakukan" jimy mengacak-acak rambutnya, sesaat ia terdiam memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang, tuan hendra tak mau membantu ia juga tak bisa meminta bantuan ayahnya, karena ayahnya juga sedang memiliki masalah sekarang.
Karena tak ada jalan lain, jimy mulai mencari informasi sendiri dengan dibantu beberapa orang-orangnya, hampir satu minggu jimy menelusuri kasusnya kembali dan kini ada titik terang tentang apa yang terjadi, saat jimy sudah menemukan siapa dalang di balik kasus ini, seseorang tiba-tiba menyerahkan diri kekantor polisi ia mengaku bahwa ia lah yang menjebak fatan alasannya hanya karena ia cemburu dengan kepopuleran fatan yang membuat pacarnya juga menyukai fatan
Setelah mendapatkan telpon dari kantor polisi terkait seseorang yang mengaku bahwa ia lah yang telah menjebak fatan, jimy segera menuju ke kantor polisi
" pagi ini dia menyerahkan diri, dia mengaku bahwa dialah yang menjebak saudara fatan" jelas polisi setelah jimy tiba disana
" silahkan" jawab polisi
" apa ini juga bagian dari rencana?" tanya jimy pada pria yang bernama dion itu
" apa maksud mu?" balik tanya dion, yang ternyata mereka saling mengenal
" kenapa tiba-tiba menyerahkan diri begitu, bukankah jika fatan di penjara maka tujuanmu sudah tercapai" ucap jimy dengan nada mengintimidasi
Di ketahui bahwa dion juga merupakan mahasiswa di fakultas yang sama dengan fatan, ia sangat tidak menyukai fatan karena ke populernya bahkan ia terkadang juga memulai pertengkaran dengan fatan
" anggap saja aku sedang berbelas kasihan padanya" balas dion sombong
" begitu ya, tapi dia tak perlu belas kasih mu" balas jimy yang tak kalah sombong dan pergi meninggalkan dion
Dengan bukti dan kesaksian dion serta para gadis yang sebelumnya mengatakan bahwa mereka adalah korban pelecehan yang ternyata semua itu hanya rekayasa yang para gadis itu buat bersama dion, mereka mengaku sangat menyukai fatan namun tak bisa mendapatkannya jadi mereka mengikuti rencana dion untuk menghancurkan fatan, dengan semua pengakuan itu kini fatan telah di bebaskan dari segala tuduhan.
__ADS_1
Pengakuan dion membuat geger semua orang, banyak dari mereka yang berasumsi bahwa dion hanya korban agar fatan bisa meloloskan diri dari hukum, mengingat keluarga fatan adalah keluarga konglomerat.
Setelah mengurus semuanya jimy membawa fatan kembali ke apartemennya, fatan yang sudah tau mengenai ayahnya yang lebih percaya pada tuduhan itu dari pada putranya sendiri, hal itu membuat fatan sangat kecewa
" apa sudah ada kabar dari lili?" tanya fatan yang masih memikirkan lili, pasalnya ia belum mendengar kabarnya selama di penjara
" jangan pikirkan itu, bersihkan dirimu lalu istirahatlah" jimy mengalihkan pembicaraan
" aku ingin mendengar kabarnya dulu, aku sangat khawatir" balas fatan yang terlihat memang mencemaskan keadaan lili
Jimy pasrah dengan keinginan fatan yang kukuh ingin bertemu lili, ia membawa fatan ketempat ia menyekap lili setelah mengerahkan orang-orangnya untuk mencari begitu ia tak menemukan lili saat di hotel saat itu.
Kini jimy telah membawa fatan ke tempat ia menyekap lili, fatan yang melihat lili disana langsung menghamburkan dirinya ke pelukan lili namun lili menolaknya
" kemana saja kau, aku sangat khawatir, apa kau baik-baik saja,... jimy kenapa kau mengurungnya disini cepat lepaskan dia" fatan mengajukan banyak pertanyaan pada lili karena ia benar-benar cemas dan menyuruh jimy melepaskannya
" wanita iblis ini tidak sebaik yang kau pikirkan" balas jimy menahan amarahnya melihat lili
" apa yang kau bicarakan, kau tau dia pacarku kan, kau juga sudah mengenalnya dengan baik" balas fatan membelanya, lili yang mendengar itu tersenyum licik pada jimy
" kau tidak punya bukti bahwa aku yang melakukannya" ucap lili pada jimy penuh kemenangan
" pria bodoh itu akan menyelesaikan semuanya" lanjut lili senang
" apa yang kalian bicarakan, aku tidak mengerti?" tanya fatan yang bingung
" dia otak dibalik semua ini, wanita iblis itu yang merencanakan semuanya" ucap jimy yang geram melihat lili
" aku hanya memprovokasinya, pria bodoh itulah yang melakukannya" balas lili dengan senyum licik
" apa maksud mu?" tanya fatan yang masih kebingungan
" yang dia katakan benar sayang, akulah yang melakukan semuanya, aku pergi dari pesta itu dan mengatakan pada pria bodoh itu untuk melaporkan mu pada polisi dengan tuduhan palsu" jelas lili membenarkan ucapan jimy dengan kebangaan
" aku senang akhirnya bisa menghancurkan mu" lili tertawa puas
" tapi ternyata aku harus mengubah rencana karena dia menemukan ku dan menahan ku disini" lili geram melihat jimy
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰