
Dika dan bagas akhirnya menginap di rumah jimy... pada awalnya mereka juga berniat demikian itulah sebabnya mereka mengunjungi jimy secara langsung, sembari melihat kondisi bos tercinta mereka juga, barulah keesokan paginya setelah sarapan mereka kembali ketempatnya masing-masing.
" kami pergi dulu" pamit bagas
" iya" balas jimy
" aku akan kirimkan konsep pesta pernikahannya" ucap jimy yang sebelumnya mengatakan pada bagas bahwa ia akan mengurus konsep pesta pernikahan untuk fatan dan fina, sebab fatan menyerahkan segala urusan pernikahan pada bagas, jadi jimy ingin ikut andil dalam persiapannya
" tolong segera bos... agar aku bisa selesaikan gaunnya tepat waktu" ucap bagas yang belum memulai persiapan untuk pesta pernikahan fatan dan fina
" tentu" balas jimy
" dika... tolong urus dua wanita menjijikkan itu" perintah jimy lagi
" tentu bos" jawab dika
" kami pergi bos" pamit dika lagi
" berhati-hatilah" balas jimy, keduanya mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya masing-masing, jimy memandangi kedua mobil itu menjauh meninggalkan rumah kecilnya
" hufh.... partisipasi terakhir ku untukmu sahabat tercinta ku" ucap jimy
" setelah ini aku akan benar-benar pergi darimu" jimy memutuskan akan benar-benar meninggalkan fatan setelah pernikahannya, jimy juga akan menarik semua orangnya yang berada di sekitar fatan
" nah jimy ayo nikmati beberapa hari terakhir ini... saatnya membuka kedai" jimy menyemangati dirinya sendiri
🌹 Kediaman fatan
" kalau kakak sibuk hari ini tak perlu datang ke toko" ucap fina yang masih memasangkan dasi fatan
" aku hanya akan memeriksa beberapa hal lagi sebelum pembukaan toko besok" lanjut fina
" saya juga ingin datang dan membantu tapi ada pekerjaan yang harus saya lakukan... jika pekerjanya selesai dengan cepat saya akan datang" ucap fatan
" tidak perlu memaksakan diri kak... lagi pula ada tika dan riki yang membantuku" balas fina
" nah sudah selesai..." ucap fina setelah selesai memasangkan dasi fatan
" apa saya terlihat tampan?" tanya fatan tiba-tiba
" tentu saja sangat tampan" balas fina yang sempat terkejut mendengar fatan menanyakan hal itu
" saya pergi dulu ya..." pamit fatan
" iya" balas fina sembari tersenyum manis pada fatan
" kalau kamu sudah tiba di toko kabari saya" pesan fatan sebelum pergi
" iya" balas fina
Setelah fatan pergi, fina membereskan kamar fatan dan akan bersiap juga untuk pergi ke toko, tika akan menemani fina selama belum ada karyawan yang melamar di toko fina
" kita pergi pagi hari ini?" tanya tika setelah melihat fina kembali ke kamarnya
" ah tika... iya kita akan pergi sebentar lagi... aku ingin memastikan semuanya beres sebelum pembukaan besok" balas fina setelah melihat tika yang mengajaknya berbicara
" baiklah aku siap-siap dulu" ucap tika
__ADS_1
" iya..." balas fina
Pada akhirnya mereka telah tiba di toko dengan diantar supir, setelah tiba fina langsung memulai persiapan untuk pembukaan toko besok dengan di bantu oleh tika dan riki, ia melakukan segala hal yang di perlukan untuk besok, mulai dari menyiapkan kue untuk beberapa tamu yang ia undang dan yang akan mereka bagikan pada orang-orang sekitar dan yang melewati daerah itu, fatan sangat ingin membantu namun ia ada pekerjaan penting hari ini, maka dari itu fatan juga meminta riki untuk membantu fina dalam persiapan pembukaan toko
" kenapa aku jadi membantu di toko seperti ini" gumam riki yang sedang membantu menyusun beberapa hiasan untuk besok agar mempercantik tampilan toko
" jangan menggerutu begitu... kalau menolak katakan saja pada tuan muda" celetuk tika yang mendengar gumaman riki
" ada suara tokek tapi dari mana ya" riki malah mengejek tika, yah keduanya memang seperti itu terkadang mereka begitu akur terkadang juga bertengkar seperti ini
" sialan" ucap tika kesal
" daripada mengurusi ku lebih baik kau bantu saja nona membuat kue-kue untuk besok" ucap riki
" iya-iya bawel ini juga mau bantuin" balas tika sembari pergi menuju bagian dapur dimana fina berada
" dia itu berisik sekali" gerutu tika sembay masuk ke dapur
"kenapa sih marah-marah?" tanya fina yang sedang membuat adonan
" gara-gara siapa lagi.. riki lah" balas tika
" kalian ini benar-benar ya... cocok banget tau... jadian aja gih" fina malah menggoda tika
" hah... jadian gak ya... gak banget dia itu bukan tipe ku" balas tika
" hihihi.. awas loh nanti jadi bucin" balas fina
" ngapain bahas dia sih... fokus saja pada pekerjaan mu" balas tika tak ingin terus di goda oleh fina
Riki sedang meletakkan beberapa tanaman di dalam toko seperti keinginan fina
" nah sudah cantik" gumam riki setelah meletakkan beberapa tanaman di tempat yang fina inginkan
" permisi.." terdengar suara seseorang dari arah pintu masuk
" sebentar" jawab riki yang langsung menuju pintu depan, ia mendapati seorang wanita muda sedang berdiri di sana
" maaf tokonya belum buka" ucap riki yang mengira wanita itu adalah pelanggan
" ah saya melihat ada iklan lowongan pekerjaan di sini.." jawab wanita itu dengan ragu
" ah... pelamar rupanya... silahkan masuk dan duduk dulu.. saya akan panggilkan nona pemilik tempat ini" ucap riki kemudian mempersilahkan wanita itu masuk
" terimakasih" balas wanita itu dan langsung masuk
" tunggu sebentar ya" ucap riki pergi meninggalkan wanita itu dan menuju dapur untuk memberitahukan pada fina tentang hal ini
" nona..." panggil riki setelah tiba di dapur
" ada apa?" tanya fina
" di depan ada seseorang yang ingin melamar pekerjaan" jawab riki memberitahukan
" ah iya saya akan kesana" ucap fina, segera membersihkan tangannya
" sebentar ya" ucap fina pada tika yang tak ingin ikut
__ADS_1
" permisi... ini nona pemilik toko ini" ucap riki setelah tiba di tempat wanita itu duduk
" selamat siang... saya rima.. saya lihat ada lowongan pekerjaan disini" ucap wanita yang ternyata bernama rima itu dengan sopan
" jangan tegang begitu santai saja" ucap fina yang melihat rima sangat gugup
" saya salfiana... panggil saja fina.. saya pemilik toko kue ini.. salam kenal" lanjut fina memperkenalkan dirinya sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat, wanita itu menyambutnya
" benar saya sedang mencari seseorang untuk membantu saya di toko" balas fina
" kamu sudah pernah bekerja di mana?" tanya fina soal pengalaman kerjanya
" saya belum pernah bekerja di mana pun.. saya baru akan mulai bekerja tapi tidak ada tempat yang tersedia" jawab rima
" apa kamu mau bekerja disini?" tanya fina
" mau...saya mau" jawab rima dengan serius
" tapi saya tidak bisa memberikan gaji yang besar... karena tempat ini baru saja akan dibuka" ucap fina mengatakan kondisinya
" tidak apa-apa... saya mau bekerja disini" jawab rima tanpa ragu
" baiklah kamu datanglah besok saat peresmian pembukaan toko" balas fina
" ada serius saya bisa bekerja disini?" tanya rima tak percaya akhirnya mendapatkan pekerjaan
" tentu saja... selamat anda diterima bekerja disini" balas fina kembali menyodorkan tangannya untuk berjabat
" terimakasih.. terimakasih" rima menjabat tangan fina dengan sangat gembira
" nah kembalilah besok" ucap fina
" siap ibu bos" balas rima sangat bersemangat
" kalau begitu saya permisi dulu bu bos" pamit rima
" iya... saya tunggu besok" balas fina
" baik" balas rima dan pergi meninggalkan toko dengan perasaan gembira karena telah mendapatkan pekerjaan
" nona serius langsung menerimanya begitu?" tanya riki
" tentu saja... kenapa?" balas fina
" bukan apa-apa" balas riki
" saya tau apa maksudmu... saya yakin dia orang baik.. lagi pula kita harus memberinya kesempatankan.. sepertinya dia juga butuh pekerjaan" ucap fina
" baiklah jika nona merasa seperti itu" balaa riki mengerti
" aku juga pernah seperti dia.. mencari pekerjaan ke banyak tempat tapi di tolak karena tak berpengalaman... lalu bagaimana bisa kami mendapatkan pengalaman jika tak pernah ada kesempatan" ucap fina dalam hati sembari memandangi kepergian rima
" saya mau lanjut membuat kue..." ucap fina sembari pergi ke dapur...mereka pun melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1