
" kenapa kamu marah begitu?" tanya tuan adhitama pada fatan yang saat ini mereka telah duduk bersama masih di sekitar sana bersama fina
" maafkan fatan telah membuat keributan di tempat ini ayah" ucap fatan merasa tak enak hati karena terbawa emosi dan malah membuat keributan di sana
" ayah harus tau apa alasannya kan.. baru ayah memutuskan kamu bersalah atau tidak" jawab tuan adhitama yang tidak serta-merta membenarkan tindakan fatan sebelum mengetahui alasannya
" anu itu ayah... pria itu menganggu fina" ucap fina merasa bersalah karena itu gara-gara dirinya
" benarkah itu?" tanya tuan adhitama mengkonfirmasi kembali pada fatan
" iya... keparat itu melecehkannya" jawab fatan masih marah mengingat kejadian saat pria itu dengan sengaja menyentuh bokong fina
" melecehkan" ucap tuan hendra ingin mendapatkan konfirmasi dari fina namun gadis itu diam saja menundukkan kepalanya, dengan jelas dari raut wajah fina bahwa itu benar
" astaga jika begitu kenapa hanya memukulnya seperti itu seharusnya kau menghajarnya lebih parah lagi" ucap tuan adhitama merasa geram setelah mendengar alasan fatan baku hantam dengan pria itu
" ah kesal sekali mendengarnya ingin rasanya ku patahkan dia" lanjut tuan adhitama yang kini malah dia yang ingin menghajar pria itu
" kenapa jadinya ayah yang marah" ucap fatan
" benar juga" ucap tuan adhitama sembari tersenyum khas seperti jimy
" menatu tidak apa-apakan?" tuan adhitama menanyakan keadaan fina
" tidak apa-apa ayah" balas fina
" syukurlah" jawab tuan adhitama merasa lega
" nah sekarang karena semuanya sudah aman ayah akan melanjutkan urusay ayah... laliay juga pasti mau pergi ke suatau tempat kan" ucap tuan adhitama pamit undur diri dari sana karena sebelumnya tuan adhitama juga datang karena ada urusan di pelabuhan
" terimakasih ayah" ucap fatan yang di balas acungan jempol oleh tuan adhitama
__ADS_1
" maaf sudah membuatmu terlibat dalam keributan" ucap fatan merasa tidak enak karena ia telah menyebabkan fina melihat keributan itu
" tidak apa-apa kak.... malah seharusnya aku berterimakasih pada kakak" jawab fina
" dan maaf telah membuat kak terlibat dalam keributan ini" lanjut fina karena ia merasa itu adalah kesalahannya
"kamu tanggung jawab saya sekarang.... itu sudah tugas saya" jawab fatan yang merasa itu memang tanggungjawabnya untuk melindungi fina
" nah sekarang ayo kita kembali ke kamar... kita masih akan pergi ke air terjunkan?" tanya fatan
" emm... tentu saja" jawab fina terlihat sangat bersemangat
"ah lebih baii hal seperti ini dilupakan saja kan, seperti sebelumnya juga" pikir fina yang tau fatan takkan memperpanjang permasalahan ini
Disisi lain tuan adhitama yang punya urusan di pelabuhan kembali mampir ke tempat makan yang sebelumnya terjadi keributan untuk melihat secara langsung keadaan disana
" selamat pagi pak" sapa pengurus tempat makan itu setelah melihat tuan adhitama ada disana
" hanya sedikit berantakan pak... selain itu tak ada yang perlu dikhawatirkan" jawab penanggung jawab tempat makan itu
" bagaimana kejadiannya? tanya tuan adhitama ingin menerima penjelasan dari penanggung jawab itu juga
" saya tidak melihat seluruh kejadiannya pak... tapi dia melihat kejadiannya dari awal" ucap penanggung jawab itu, sembari menujuk seorang pelayan yang kebetulan melihat seluruh rangkaian kejadiannya
" katakan apa yang terjadi" penanggung jawab itu meminta pelayan yang melihat seluruh alur kejadian untuk menceritakannya
" baik" balas pelayan itu, ia pun menceritakan apa yang terjadi dari awal hingga akhir tanpa ada yang terlewat
Setelah mendengar penuturan pelayan itu tentu saja tuan adhitama menjadi geram setelah tau pelecehan seperti apa yang di terima fina
" kalau begitu sih sangat wajar dia mengamuk" gumam tuan adhitama
__ADS_1
" saya tidak mentolerir perbuatan seperti ini..." ucap tuan adhitama, penanggung jawab itu mengerti maksud tuan adhitama
" setelah saya pergi tolong ingat pelanggan untuk jangan menganggu anak dan menantu saya" ucap tuan adhitama berbisik pada penanggung jawab itu, tentu saja penanggung jawab itu sontak membelalakkan matanya mendebgar hal itu karena ia sama sekali tak tau itu
" baik pak" balas pria itu
" kalau begitu saya permisi dulu" pamit tuan adhitama yang memang ingin menuju pelabuhan karena ada urusan
" mohon maaf semuanya atas ketidak nyamanan yang terjadi beberapa saat yang lalu, silahkan lanjutkan" ucap penanggung jawab itu pada para pengunjung yang masih ramai
" mohon maaf sekali lagi ada yang harus saya sampaikan kepada anda sekalian... beliau yang tadi berdiri disini bersama saya adalah pemilik tempat ini dan beliau berpesan untuk tidak mengusik pria yang bertengkar barusan karena dia adalah putra dan menantunya... sekian mohon kiranya anda sekalian memakluminya.. dan maaf sudah menganggu waktu anda sekalian... kalau saya permisi dulu" jelas penanggung jawab itu panjang lebar.
" ternyata dia anak pemilik tempat ini ya... wah sayang sekali dia sudah punya kekasih" gumam wanita yang sebelumnya pernah menggoda fatan
Setelah kembali ke kamar dan bersiap-siap kini fatan dan fina sedang dalam perjalanan menuju air terjun bersama supir muda itu lagi... tentu saja mendengar rumor soal kejadian pagi ini supir muda itu berceloteh dan menyumpahi pria yang dihajar fatan itu karena menurutnya perbuatan pria itu sangat tidak pantas, seperti biasa fatan hanya diam saja dan fina menanggapi omongan supir muda itu
Beberapa waktu berlalu kini mereka tiba di jalan menuju air terjun, seperti biasa supir muda itu akan menunggu di pos pembelian tiket yang memiliki warung makan di dekatnya juga, kali ini tak terlalu jauh mereka hanya mengikuti jalan menurun sekitar tiga puluh menit dan mereka tiba di air terjun, terlihat banyak pengujung disana juga
Fina menikmati pemandangan yang sangat menyejukkan disana, sambil beberapa kali mengambil potret tempat itu juga potret dirinya dan fatan, saat fatan sedang melihat pemandangan fina menyiramnya dengan air... tentu saja air itu terasa dingin
" brass!!!" fina menyiram fatan dengan air yang ia ambi di tangannya, fatan terkejut merasakan dinginnya air di wajahnya dan segera menoleh kearah fina
" ingin bermain ya..." ucap fatan menyeringai dan membalas
fina
Pada akhirnya mereka bermain dengan riang menikmati waktu dan terlupa dengan apa yang terjadi pagi ini, puas dengan itu fatan melirik jam tangannya dan mendapati waktu untuk majan siang dan mengatakannya pada fina, setelah membersihkan diri di toilet umum disana dan berganti pakaian mereka memutuskan untuk naik ke parkiran untuk makan siang
Tak ada drama apapun dan mereka menikmati makan siangnya dan setelahnya mereka ingin berkeliling menggunakan sebentar sebelum nanti fatan berencana untuk ke rumah besar menemui tuan dan nyonya adhitama agar mereka bisa berpamitan, fatan takut tuan dan nyonya adhitama akan marah jika mereka bberpamitan besok pagi
Bersambung.....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗