
Mereka telah menempuh perjalanan laut menggunakan kapal dan kini pelabuhan di pulau telah terlihat, fina tampak takjub melihat keindahan pulau itu
" wah... indah sekali" ucap fina yang terpesona dengan keindahan pulau
" iya... ini benar-benar indah... mau berapa kali pun saya kesini tempat ini semakin bertambah indah" timpal fatan yang sudah terpesona dengan keindahan pulau ini sejak pertama kali ia datang kesana
" nah sekarang kita sudah sampai" ucap fatan pada fina setelah kapal berlabuh, fatan turun lebih dulu dan membantu fina kemudian
" berikan tanganmu" ucap fatan sembari menyodorkan tangannya
" terimakasih kak" balas fina yang meraih tangan fatan dan turun dari kapal
" ini kopernya pak" ucap sang kru kapal setelah menurunkan koper milik fina dan fatan
" terimakasih" balas fina lagi yang di balas anggukan oleh kru itu
" sekarang ayo kita ke penginapan dulu dan beristirahat" ucap fatan
" iya..." jawab fina setuju
Mereka pergi menuju penginapan terdekat dari pelabuhan, tak terlalu jauh kini mereka tiba di penginapan, mereka menuju meja resepsionis untuk memesan kamar
"selamat datang di penginapan kami.. ada yang bisa saya bantu" ucap sang resepsionis dengan ramah setelah melihat kedatangan fina dan fatan
" kami ingin memesan dua kamar" ucap fina mengutarakan maksudnya
" mengapa memesan dua kamar untuk bulan madu?" tanya sang resepsionis yang memang sedikit jahil, ia mengira fina dan fatan adalah pasangan baru yang sedang dalam perjalanan bulan madu
" tidak... tidak.. kami hanya berlibur bukan bulan madu" segera fina meluruskan agar tak salah paham
" kalian bukan sepasang suami istri?" tanya resepsionis itu lagi penuh selidik, fatan mulai tak nyaman dengan sikap resepsionis yang menurutnya terlalu mengurusi urusan orang lain
" bukan... bukan" balas fina
Sementara mereka berdua sedang membahas kamar yang akan dipesan seseorang yang sepertinya pihak keamanan tak sengaja melirik kearah meja resepsionis dan ia mengenali fatan, segera pria itu pun menghampirinya fatan
" tuan fatan" ucap pria itu setelah berdiri cukup dekat dengan fatan... fatan yang mendengar namanya di panggil langus menoleh untuk melihat siapa itu
" bagaimana tuan fatan bisa disini... apa tuan adhitama tau tuan fatan ada disini?" lanjut tanya pria itu
__ADS_1
" tidak... ayah tidak tau kedatangan saya" jawab fatan setelah berpikir beberapa saat karena ia tak ingat siapa pria yang ada di depannya ini, yang pasti pria ini salah satu orangnya tuan adhitama
" astaga bagaimana bisa tuan adhitama tidak tau kedatangan anda... saya akan segera menyampaikannya pada tuan" ucap pria itu yang segera mengunakan alat komunikasinya untuk menghubungi atasannya dan memberitahukan bahwa fatan ada disini agar nantinya pesan itu disampaikan pada tuan adhitama
Fina yang tidak tau bahwa mereka akan bertemu dengan orang tua jimy cukup terkejut setelah melihat kejadian barusan, begitu pula dengan sang resepsionis yang sepertinya baru bekerja disana dan tidak mengetahui perihal fatan
" pak siapa dia?" bisik sang resepsionis pada pria dari pihak keamanan itu
" sahabatnya almarhum tuan muda" balik bisik pria itu, sang resepsionis mengangguk tanda ia mengerti
" silahkan duduk dulu tuan fatan dan nona.. tuan dan nyonya sedang menuju kemari" ucap pria itu mempersilahkan fatan dan fina untuk duduk
Tak terlalu lama akhirnya tuan dan nyonya adhitama tiba di penginapan yang dimaksud oleh pekerjanya
" fatan..." panggil nyonya adhitama setelah melihat fatan disana bersama fina
" ayah... bunda" ucap fatan sembari berdiri dan mendekat pada tuan dan nyonya adhitama
" kenapa tidak bilang dulu kalau mau datang, kan bisa di jemput" ucap nyonya adhitama sembari mengenggam tangan fatan
" rencananya mau kasih kejutan.. eh malah ketauan duluan" balas fatan
" halo nak fina.. kita bertemu lagi, nak fina tambah cantik" nyonya adhitama menyapa fina yang sedari tadi berada di samping fatan
" kenapa masih kaku begitu... santai saja" ucap nyonya adhitama berusaha membuat agar fina merasa rileks dan tak terlalu kaku bila berinteraksi dengannya
" kalian akan menginap di penginapan atau kerumah besar saja bersama kami?" tanya tuan adhitama pada fatan, bagaimana pun tuan adhitama tak bisa begitu saja mengambil keputusan
" kenapa di tanya segala sih sayang tentu saja mereka akan ikut kita kerumah" balas nyonya adhitama yang terlihat antusias
" aku tidak masalah jika kerumah besar juga... tapi fina apa dia akan merasa tak nyaman, mereka belum terlalu mengenal jadi bisa saja fina merasa tak nyaman" pikir fatan yang mempertimbangkan apakah fina akan merasa tak nyaman jika mereka kerumah besar bersama nyonya dan tuan adhitama
" kami menginap di penginapan saja ayah" balas fatan
" hah?? kenapa... bunda tidak setuju.. kenapa di penginapan di rumah saja bersama kami" celetuk nyonya adhitama yang tetap ingin fatan kerumah bersamanya
" fatan berkunjung kerumah bunda... fatan disini saja ya bunda" ucap fatan sembari memegang tangan nyonya adhitama berusaha untuk memberikan penjelasan, tetap saja ia tak bisa mengatakan kemungkinan yang membuatnya memilih untuk di penginapan saja
" baiklah.. sekarang kalian istirahat dulu, datanglah saat makan malam" ucap tuan adhitama yang mengerti maksud fatan
__ADS_1
" baik ayah.. terimakasih" balas fatan
" kok gitu sih sayang... kamu tidak mengijinkan mereka tinggal bersama kita?" protes nyonya adhitama
" bukan begitu sayang... sudahlah sekarang mereka pasti lelah biarkan mereka istirahat dulu ya" balas tuan adhitama mencoba menberi pengertian pada istrinya
" berikan mereka pelayanan terbaik" perintah tuan adhitama pada resepsionis
" baik pak" balas sang resepsionis
" ayo kita pergi sayang... kalian istirahatlah sampai jumpa saat makan malam" ucap tuan adhitama sembari membawa istrinya yang masih bersikeras ingin fatan dan fina menginap dirumahnya saja
" tapi sayang fatan ... fatan" terdengar suara nyonya adhitama yang masi ingin membawa mereka
" Nyonya anita semangat sekali ya" gumam fina setelahnya
" mereka memang seperti itu" balas fatan yang mendengar gumaman fina
" pantas saja kak jimy seperti itu... ternyata orang tuanya juga orang yang sangat bersemangat" lanjut fina
" bapak.. ibu.. mari ini kunci kamar kalian..." ucap sang resepsionis setelahnya
" saya akan antar tuan dan nona" ucap pria dari pihak keamanan sebelumnya, fatan dan fina mengikuti pria itu
" ini kamar nona... kamar tuan fatan nomor 155" ucap pria itu setelah tiba di depan kamar fina, kamar penginapan disana berbentuk seperti gubuk-gubuk kecil dan berjarak sekitar sepuluh menit antara satu dengan yang lainnya...
" kami baik-baik saja dengan kamar seperti ini?" tanya fatan yang khawatir mungkin fina akan merasa takut
" jika kamu keberatan kita bisa pergi ke penginapan lain?" lanjut fatan... jika fina merasa tak nyaman mereka akan pindah ek penginapan lain yang strukturnya sama seperti penginapan pada umumnya
" tidak masalah kak... ini baik... kita bisa melihat bintang dan menikmati angin malam dengan diiringi suara deburan ombak" balas fina yang memang menyukai tempat itu
" baiklah jika kamu suka... jika kamu butuh sesuatu kamar saya tepat setelah kamar mu" ucap fatan yang di balas anggukan oleh fina
" istirahatlah dulu masih ada waktu sebelum makan siang .. kita akan keluar untuk makan siang" ucap fatan memberitahukan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, setelahnya fatan juga menuju kamarnya untuk beristirahat
" jika anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil saya" ucap pria itu
" baiklah terimakasih" balas fatan mengerti
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗