
Pagi hari di kediaman fatan darmawan, seperti biasanya fatan yang terlihat tengah bersiap-siap untuk berangkat bekerja dan ia sedang menunggu fina untuk memasangkan dasinya entah kenapa pria tampan itu jadi sangat manja semenjak fina mulai memasangkan dasi untuknya ia jadi malas untuk memasangkannya sendiri, tak lama yang di tunggu pun akhirnya tiba
" maaf-maaf kak... fina kelamaan" ucap fina sembari masuk ke kamar fatan, segera ia pun mengambil dasi yang terletak di sana
"kakak pasti akan terlambat jika begini" fina terdengar sedikit panik karena gara-gara dirinya fatan harus terlambat kekantor, dengan terburu-buru ia pun memasangkan dasi fatan
Pria tampan itu yang melihat fina tampak terburu-buru ia segera menangkap kedua tangan fina yang sedang memasangkan dasinya
" tenanglah... apa kamu lupa bahwa saya pemilik perusahaan itu jadi tak akan ada yang mempermasalahkan apapun, saya bisa datang kapanpun sesuka saya" ucap fatan agar gadisnya itu bisa santai dan tak perlu terburu-buru
" benarkah??" tanya fina memastikan apakah fatan serius atau tidak, fatan hanya mengangguk menandakan jawabnya adalah iya
" saya akan pulang siang ini, bersiap-siap lah kita akan kerumah ayah untuk mengatakan perihal pertunangan kita, kita akan pulang besok jadi siapakan semua keperluan kita selama disana" ucap fatan
" baiklah" balas fina mengerti
" sudah selesai" ucap fina yang telah selesai memasangkan dasi fatan
" terimakasih.. saya pergi ya" balas fatan sembari mengacak lembut rambut fina
" oiya ada sesuatu untukmu di meja kecil di sudut jendela" ucap fatan sebelum ia pergi
Fina yang penasaran tentang apa yang dimaksud fatan ia pun segera menuju meja kecil yang dimaksud fatan yang biasanya ia gunakan untuk meletakkan buku dikala ia sedang membaca di tempat kesukaannya di sudut jendela, fina menemukan sebuah kotak kecil disana
" apa ini yang dia maksud?" tanya fina pada dirinya sendiri sembari mengambil kotak itu dan mengamatinya dengan seksama, ia pun membuka kotak itu dan mendapati isinya sebuah anting yang sangat cantik
" cantik sekali" gumam fina terlihat menyukai anting yang dibelikan oleh kekasihnya itu
" ini bukan berlian sungguhan kan??" tanya fina setelah memperhatikan antingnya dengan seksama
" tidak mungkin.. jika ini benar-benar berlian pasti harganya sangat mahal" fina menjawab pertanyaannya sendiri
Ting... pesan masuk di ponsel fina, segera gadis cantik itu mengambil ponselnya dan melihat siapakah yang mengirim pesan untuknya, ternyata itu fatan
__ADS_1
" kamu suka hadiahnya?" isi pesan fatan
" sangat suka kak... terimakasih" balas fina merasa senang membalas pesan sang kekasih
" gunakan itu saat kita pergi kerumah ayah nanti" balas fatan
" baiklah" balas fina
Di sisi lain fatan yang sedang dalam perjalanan ke kantor tersenyum sendiri sembari memainkan ponselnya sehingga membuat sang supir merasa heran apakah yang sedang terjadi pada tuan mudanya itu namun ia memilih untuk tak menanyakannya takut akan merusak suasana
🌹 Kediaman Tuan Hendra
Tuan hendra yang tengah bersantai bersama lili
" kita sudah mengkonfirmasi bahwa kasim benar-benar berada disana lalu apa yang akan mas lakukan selanjutnya?" tanya lili perihal pak kasim yang ternyata tuan hendra meminta lili untuk mencari tau apakah pak kasim berada di rumah perlindungan milik keluarga adhitama, pasalnya saat itu jimy mengungkapkan bahwa ia tau sesuatu yang di sembunyikan oleh tuan hendra dan hal itu bertepatan setelah pak kasim dinyatakan menghilang dari pengawasan tuan hendra jadi ia berpikir apakah ini ada hubungannya atau tidak dan ternyata mereka menemukan fakta bahwa pak kasim ada di rumah perlindungan seperti dugaan tuan hendra
" bagaimana lagi.. kita harus menunggu dia keluar dari sana" balas tuan hendra yang kehabisan ide bagaimana cara agar pak kasim mau pergi dari sana
" bagaimana caranya?" tanya tuan hendra
" mas tenang saja lili yang akan mengurus hal itu" balas lili dengan senyum liciknya
" lalu bagaimana keputusan mas tentang fatan?" tanya lili selanjutnya
" keputusan apa?" tanya tuan hendra gagal paham dengan maksud lili
" apa kita akan membongkar sandiwara fina saat pertunangannya atau tidak?" tanya lili
" kita akan lakukan itu saat pernikahannya saja agar rasa sakitnya lebih dalam supaya dia tau bagaimana rasanya dicampakkan, tak dihargai di pandang rendah oleh orang sekitarnya" balas tuan hendra yang ternyata juga ikut bersekongkol dalam penempatan fina sebagai wanita yang akan menggoda fatan
" terserah mas saja" balas lili setuju
" jika mas tidak menyukainya sama sekali kenapa mas membesarkannya?" tanya lili perihal alasan tuan hendra membesarkan fatan jika memang ia tak menyukainya
__ADS_1
" saat itu mas tidak tega dan merasa sangat gemas melihatnya saat masih bayi" balas tuan hendra yabg terlihat senang membayangkan ketika fatan masih bayi
" setelah dewasa ternyata dia mengambil semua dari mas seperti ayahnya dulu itu sebabnya mas tidak menyukai anak itu" lanjut tuan hendra yang seperti ada luka lama yang menimbulkan dendam antara dirinya dan almarhum kakaknya yaitu fauzan
" itukah alasan mas melakukan semua ini?" tanya lili memastikan
" tentu saja.. dan kau apa alasanmu setuju melakukan ini?" tanya balik tuan hendra akan motif lili mempersulit hidup fatan
" itu rahasia ku mas cukup tau kita berada di kubu yang sama dan jangan coba macam-macam" balas lili sedikit mengancam dengan manisnya
" masih punya rahasia meskipun kita di kubu yang sama ya" balas tuan hendra yang sebenarnya merasa kesal akan sikap lili yang mengendalikannya namun apa daya mereka masih saling membutuhkan, lili hanya tertawa mendengar penuturan tuan hendra
" anak itu harus menderita hingga ia tak punya pilihan lain selain mengakhiri hidupnya" ucap tuan hendra terlihat sangat puas membayangkan bagaimana jika fatan benar-benar menderita
" kenapa tidak langsung menyingkirkannya saja?" tanya lili
" jika langsung begitu lalu dimana letak kesenangannya" balas tuan hendra
" hahahaha... mas ini bisa saja.. di luar mas berlagak seperti ayah yang sangat menyayangi putranya tapi nyatanya malah sebaliknya" balas lili merasa senang
" benarkah... mas anggap itu sebagai pujian" balas tuan hendra sembari tersenyum senang
" kasihan sekali anak itu bertemu dengan kita berdua, dia sangat polos dia benar-benar berpikir ayahnya benar-benar menyayanginya" ucap lili merasa betapa mirisnya hidup fatan yang bertemu dengan orang yang salah
" ini juga bentuk kasih sayang mas untuknya kan" balas tuan hendra
Mendengar jawaban tuan hendra mereka berdua terkekeh.
Bersambung...
🙏 Mohon maaf ya kakak-kakak sekalian PK baru muncul lagi akhir-akhir ini banyak banget pekerjaan yang harus PK selesaikan 😅😅
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1