Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 136 Rumah Ayah


__ADS_3

Fatan melakukan aktivitas seperti biasanya, bekerja dan menghabiskan waktu hingga saatnya untuk pulang pun tiba, begitulah cara pria itu menghabiskan waktunya namun sekarang berbeda ia merasa sangat ingin pulang lebih cepat agar bisa menghabiskan waktu bersama sang kekasih.


Saat ini fatan sedang bekerja dengan serius ia memang selalu seperti ini jika sedang dalam kontrol emosi yang bagus sunyi, damai dan menyeramkan itulah aura yang ia pancarkan


Waktu sudah menunjukkan jam makan siang dan fatan segera membereskan semuanya dan ia akan pulang untuk menjemput fina kemudian mereka akan menuju kediaman tuan hendra, begitu keluar dari ruang kerjanya fatan langsung menghampiri heni yang masih berada di meja kerjanya yang terletak di tak jauh dari pintu keluar ruang kerja fatan


" heni" panggil fatan saat ia berdiri tepat di depan meja heni


" saya pak" balas heni sembari bangkit dari duduknya


" saya akan keluar dan tidak akan kembali lagi... jika ada sesuatu langsung hubungi saya" perintah fatan


" baik pak" balas heni meskipun ia merasa heran mengapa atasnya itu pulang cepat hari ini namun ia memilih untuk tak menanyakannya, setelah mengatakan hal itu fatan langsung pergi menuju lift


" kita langsung pulang pak" ucap fatan ketika ia telah masuk kedalam mobil


" baik tuan muda" balas pak supir yang langsung mengemudikan mobilnya keluar dari area perusahaan


Sementara itu di kediaman fatan terlihat fina telah mempersiapkan keperluan mereka nanti di kediaman tuan hendra, ia juga telah memilih pakaian yang sebelumnya di belikan oleh fatan, setelahnya ia menyiapkan makan siang karena ia pikir mereka akan pergi setelah makan siang, tak lama akhirnya fatan tiba dirumah, segera ia menuju ke kamarnya namun sebelum itu ia meminta bik rani untuk menyuruh fina menemuinya


" tolong minta fina ke kamarku" perintah fatan


" baik tuan muda" balas bik rani yang langsung pergi menuju dapur dan fatan yang langsung menaiki tangga menuju lantai dua tempat kamarnya berada


" nak fina..." panggil bik rani begitu tiba di dapur


" iya buk" balas fina menoleh kearah sumber suara


" tuan muda meminta nak fina menemuinya" ucap bik rani memberitahukan pesan fatan padanya


" cieeee... yang di panggil mau di apain tuh" ledek tika setelah mendengar penuturan bik rani


" hush... diam, jangan menggodanya seperti itu" balas bik rani agar tika berhenti menggoda fina


" benarkan nyonya muda" lanjut bik rani kembali meledek fina

__ADS_1


" ihs.. ibu sama saja" balas fina merasa malu dan memilih langsung pergi menemui fatan agar tak diledek oleh kedua orang yang sangat suka meledaknya itu


Tok...tok.. " kak fatan ini fina" ucap fina setelah tiba di depan pintu kamar fatan


" masuk saja" balas fatan, tanpa berpikir panjang fina masuk dan mengedarkanpandangannya ke seluruh ruangan namun tak menemukan fatan


" perasaan tadi dia bilang masuk aja.. tapi kok enggak ada orang" gumam fina yang masih mencari-cari keberadaan fatan


" kak... kak fatan" fina memanggil-manggil fatan


" saya disini" ucap fatan sembari keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk menutup pinggang hingga lututnya, dada bidang dan masih sedikit basah oleh air serta rambut yang juga masih lepek membuat fina merasa terpesona ingin rasanya ia mendekat dan memeluk makhluk yang sangat menggoda dihadapannya saat ini


" astaga sadar fina..." ucap fina dalam hati sembari menggelengkan kepalanya untuk menyadarkannya dari pikiran liarnya


" kamu kenapa?" tanya fatan yang melihat fian menggeleng-gelengkan kepalanya


" hah.. kenapa apanya?" tanya fina berusaha menutupi


" kamu tadi begini-begini" balas fatan sembari mempraktekkan apa yang fina lakukan barusan


" kamu sedang sibuk?" tanya fatan


" tidak" balas fina


" semua sudah di persiapkan?" fatan bertanya apakah fina telah mempersiapkan keperluan mereka saat berada di rumah tuan hendra, fina mengangguk untuk meresponnya


" kalau begitu mendekatlah kemari" ucap fatan karena saat ini fina masih berdiri di dekat pintu


" hah??" balas fina yang sepertinya memikirkan hal lain saat melihat fatan sekarang


" tolong bantu saya mengeringkan rambut" lanjut fatan


" apa?? mengeringkan rambut" balas fina sepertinya pikirannya masih jauh


" iya.. kamu memikirkan sesuatu yang lain ya?" balas fatan yang sebenarnya hanya ingin meledek fina pada kenyataannya ia tak benar-benar tau apa yang dipikirkan gadis itu

__ADS_1


" ti.. tidak" balas fina tergagap dan merasa malu


" jadi benar ya kamu memikirkannya?" fatan berjalan kearah fina dengan ekspresi nakal


" ti...tidak kok sungguh" balas fina tergagap dan mundur perlahan karena fatan terus mendekat kearahnya, kini fatan telah berjarak sangat dengan dengan fina hingga hangatnya nafas dari pria tampan itu terasa di wajah fina


" ka..kakak mau apa?" tanya fina tergagap, namun fatan tak menjawab ia hanya memandangi gadis itu sembari menahan tawanya, wajah fina sudah memerah entah ketakutan atau merasa malu, fatan merasa kasihan dan berhenti mengerjai gadis itu


" lucu sekali" ucap fatan sembari mengacak rambut fina karena gemas


" hah??" fina masih belum bisa berpikir jernih karena malu


" apanya yang hah?? saya meminta tolong untuk mengeringkan rambut" balas fatan


" oh iya-iya" balas fina menghampiri fatan yang sudah duduk di tepi ranjang


" bagaimana aku tidak berpikir macam-macam setelah melihat mu bertelanjang dada begitu apalagi kamu baru keluar dari kamar mandi" ucap fina dalam hati menyalakan fatan atas alasan ia berpikir liar sebelumnya


" mengapa para pria suka sekali pamer tubuh bagian atasnya sih kan membuat para wanita jadi berpikir macam-macam" fina berdengus sedikit kesal dalam hatinya sembari ia terus mengeringkan rambut sang kekasih.


Seperti dugaan fina sebelumnya mereka pergi menuju kediaman tuan hendra setelah makan siang, kini mereka sedang dalam perjalanan menuju kediaman tuan hendra, di tengah ramainya kota di kala sore dikarenakan para pekerja juga kembali kerumah mereka setelah melewati hari-hari berat di tempat mereka bekerja, perjalanan itu hanya dihiasi dengan sedikit obrolan kecil antara sepasang kekasih itu hingga kini mereka telah tiba di kediaman tuan hendra, segera gerbang di buka oleh penjanga dan langsung menyampaikan kedatangan tuan muda mereka pada tuan hendra


" putra ayah" ucap tuan hendra dengan antusias saat menyambut kedatangan putranya di ruang tengah, pria tua itu langsung memeluk putranya seperti seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya


" ayah.." fatan membalas pelukan sang ayah dengan bahagia


" ada gerangan apa sehingga putra kesayangan ayah datang tanpa pemberitahuan begini?" tanya tuan hendra sembari melepaskan pelukannya


" apa seorang putra harus memiliki alasan untuk menemui ayahnya" balas fatan


" tentu tidak... ini juga rumah mu, kau bisa kembali kapan saja" balas tuan hendra


Setelah bercengkraman sebentar saling sapa dan bertanya kabar fina di antara ke kamar tamu untuk beristirahat sebelum makan malam begitu pula dengan fatan.


Bersambung....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2