Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 194 Ingatan


__ADS_3

Kemarin fatan pulang cukup larut sehingga ia tak bisa makan malam dengan fina.. pagi ini ia juga harus ke luar kota pemeriksaan rutin setiap bulannya... fatan sudah mengatakannya pada fina saat mereka makan siang kemarin..


Pagi ini seperti biasa perempuan mungil itu memasangkan dasi untuk tunangannya di kamar pria itu.


" kakak hati-hati dijalan ya" ucap fina yang sudah tau bahwa fatan akan pergi sehari saja dan akan pulang sore harinya


" iya" balas fatan


" jika tidak ada apa-apa saya akan kembali nanti malam... tidak perlu menunggu mungkin saya akan pulang sangat larut" ucap fatan


" apa kakak akan mampir ke makam?" tanya fina


" tidak... kantor cabang berada di kota yang berbeda dengan kediaman keluarga adhitama" jawab fatan... gadis itu mengangguk tanda ia mengerti


" sudah selesai" ucap fina setelah selesai


" saya pamit dulu ya... jaga dirimu baik-baik selagi saya pergi" pesan fatan sembari mengacak puncuk kepala tunangannya itu yang sudah menjadi kebiasaannya


" iya kak... hati-hati di jalan" fina melepas kepergian tunangannya


Setelah kepergian tunangannya fina melakukan aktivitas seperti biasanya, mengecek isi kamar fatan, membersihkan dan pergi ke toko bersama tika

__ADS_1


Riki yang sudah cukup lama disana tak menemukan kejanggalan apapun lagi, semua tampak normal di mata riki, setelah mengetahui siapa bik rani.. riki masih mengawasinya juga meskipun bik rani tak tau siapa riki... bagas tetap pada rencana awal mereka terkait tak boleh ada yang tau identitas riki meskipun bik rani dan pak budi berada di kubu yang sama, sangat penting bagi mereka untuk tetap memiliki kartu yang tak diketahui oleh orang lain, sama halnya seperti dika.


Berbicara soal dika... pekerjaan masih tentang mengawasi fatma, ia sangat konsisten akan hal itu, ia mengikuti wanita itu kemanapun wanita itu pergi, apa yang wanita itu lakukan dan siapa saja yang ia temui, akhir-akhir ini cukup menyenangkan bagi dika karena pengawasan mengalami kemajuan yang cukup baik, dari pengamatannya diketahui bahwa fatma lebih sering bertemu dengan lili beberapa hari terakhir... sepertinya ini berkaitan dengan rencana dua bulan yang dikatakan fatma.. entah apa yang akan terjadi pada saat itu tiba, spekulasi sementara mereka ialah kejatuhan hendra darmawan yang di akibatkan oleh istri mudanya, namun terkait bagaimana dan apa yang akan terjadi dika belum tau soal itu, ia masih waspada terhadap lili pasalnya ia berpikir lili mengenalinya, padahal kenyataannya lili tak mengingat wajah dika sama sekali.


🌹


Fatan pergi dengan heni yang sudah menunggu di kantor, sebenarnya akan lebih mudah jika heni langsung datang ke rumah fatan, tapi yah seperti yang kita tau fatan hanya mengijinkan beberapa orang saja masuk ke rumahnya.


Begitu tiba di kantor fatan bertanya tentang kesiapan heni, sekertarisnya itu mengatay semuanya aman dan mereka berangkat menuju kantor cabang.


Di kantor cabang wawan juga mempersiapkan segalanya agar bisa di persentasikan pada fatan nantinya, ia tau betul betapa ketatnya pria itu soal pekerjaan, wawan juga sangat gugup ini meskipun ini kali keduanya ia menyampaikan laporan dengan prestasi langsung pada fatan, seperti yang kita tau jimy lah yang bertanggung jawab terhadap kantor ini, setelah kepergian jimy tentu saja segalanya akan langsung dilaporkan pada fatan, saat pertama kali wawan melakukannya fatan kesal karena wawan melakukan sedikit kesalahan yang tak di sengaja.


" apa semuanya sudah siap?" tanya wawan oada sekertarisnya


" kau yakin?" tanya wawan


"iya pak" balas sekertarisnya dengan pasti


" baiklah... kali ini tidak boleh ada kesalahan" perintah wawan


" baik pak" balas sekertarisnya

__ADS_1


Wawan pun menunggu kedatangan fatan dengan gugup dan percaya diri juga


🌹


Disisi lain jimy yang sedang memikirkan konsep pernikahan fatan, sepertinya telah mendapatkan ide, ia pun langsung mengirimkannya pada bagas agar pria berkumis tipis itu bisa memulai persiapan pernikahan fatan, yang tercatat kurang dari dua bulan.


Perjalanan panjang serta penantian bertahun-tahun dan luka yang tak kunjung sembuh akan sirna dalam waktu kurang dari dua bulan ini, lima minggu itulah waktu yang tersisa sebelum pernikahan, dibandingkan dengan orang lain yang akan sibuk dengan persiapan, fatan lebih memilih memberikan tanggung jawab penuh pada bagas untuk mengurus pernikahannya, sementara ia akan mengurus pekerjanya dan menikmati waktu bersama fina sebelum pernikahan, dari mulai gaun hingga seluruh persiapan untuk pesta di atur oleh bagas dan jimy meminta agar konsepnya menjadi tanggung jawabnya, berkaitan dengan tamu undangan fatan meminta heni mengurusnya, bukan karena ia tak berharap atau tak menantikan momen pernikahan ini, tapi karena ia sadar pernikahannya bukan hanya kebahagiaan untuk dirinya namun juga kebahagiaan dan hal yang dinantikan orang sekitarnya.


" nah tugasku sudah selesai" gumam jimy setelah mengirimkan konsep pernikahan yang ia inginkan untuk pernikahan sahabatnya itu


" degh..." jimy berlari ke toilet rumahnya sepertinya kebiasaan buruknya kambuh lagi


" buar..." darah merah dan amis keluar dari mulutnya, jimy memang mengatakan ini kebiasaan buruk saja sebab tak ada penyebabnya dan efeknya sama sekali, dokter tak menemukan apapun tentang kebiasaan buruk jimy ini, maka dari itu jimy lebih percaya ini bagian misteri dari dirinya, suka atau tidak kini hal itu menjadi bagiannya


" satu bulan ya.." gumam jimy menatap cermin bergumam soal jangka waktu dari terkahir kali ia muntah, meskipun ia mengatakan ia tak khawatir akan kebiasaan buruknya yang kerap muncul tiba-tiba namun tetap ada sedikit ketakutan dalam dirinya juga, seperti kebiasaan buruknya ini yang datang secara tiba-tiba tak menutup kemungkinan ada sesuatu yang lebih parah yang akan terjadi padanya di masa depan


" setiap kebiasaan buruk ini muncul aku jadi teringat masa lalu saat pertama kali bertemu dengannya" batin jimy sembari membersihkan sisa muntahannya


" yah bagaimana pun juga ini semua sudah berakhir.. dan aku akan tetap tercatat sudah mati di mata semua orang" jimy tersenyum.. entah apa arti dari senyum itu kali ini


Pria manis itu keluar dari kamar mandi dan bersiap akan ke kedai yang terletak di sebelah rumahnya,

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2