
Fatan yang telah cukup lama duduk di kamar jimy akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar tamu untuk membersihkan diri dan beristirahat, fatan yang hendak masuk kekamar mandi dengan langkah lunglai di hentikan oleh ketukan dari arah pintu
" kak.. kak fatan.. apa kakak ada didalam?" terdengar suara fina dari arah luar
" masuklah pintunya tidak terkunci" sahut fatan dari dalam
Fina membuka pintu kamar dan mendapati fatan yang berdiri di depan pintu kamar mandi, sontak terbesit dipikiran fina tentang kejadian buruk dua hari yang lalu saat fatan tak sadarkan diri dikamar mandi, sigap fina langsung berlari dan memeluk fatan guna menghentikannya melakukan hal bodoh lagi, fatan terkejut dengan apa yang dilakukan fina padanya
" jangan masuk.. kakak tidak boleh melakukannya lagi.. tidak boleh" ucap fina yang terdengar nada kecemasan di suaranya
" saya tidak..." belum sempat fatan berucap fina sudah mendahuluinya
" pokoknya tidak boleh.. kakak sudah janji padaku" ucap fina yang kini dengan tangisnya membuat fatan tambah terkejut melihat fina memeluknya dengan erat sambil menangis
" hei... hei.. ada apa denganmu.. kenapa menangis?" tanya fatan cemas dan berusaha melepaskan pelukan fina
" kakak sudah janji tidak akan melakukannya... saat itu beruntung kak jimy menyadari apa yang mungkin terjadi tapi aku tidak mencegah kak saat itu padahal kak jimy sudah memperingatkan ku untuk tidak meninggalkan kakak, sekarang aku tidak akan membiarkan kakak melakukanya lagi.. tidak akan.. hiks.. hiks" celoteh fina masih dalam tangisnya, seketika fatan mengerti maksud dari ucapan fina
" saya sudah berjanji padamu kan.. jadi saya tidak akan mengingkarinya, saya hanya ingin membersihkan diri saja agar pikiran saya bisa lebih tenang" jelas fatan
" hah?" fina terkejut
" lagi pula jika saya menyusulnya sekarang bisa-bisa dia marah besar pada saya karena meninggalkan mu sendirian" ucap fatan mencoba bercanda
" syukurlah" fina merasa lega mengetahui apa yang dikhawatirkannya tidak terjadi, fina berusaha melepaskan pelukannya namun ditahan oleh fatan
" kak lepas" ucap fina
" sebentar saja" ucap fatan dengan lembut yang akhirnya fina membiarkannya
" em.. apa aku bisa tanya sesuatu?" ucap fina
" tentu" balas fatan
" apa kakak baik-baik saja?" tanya fina
" tentu saja saya baik, kenapa kau berpikir saya sedang tidak baik?" balik tanya fatan menutupi kesedihannya
" kakak yakin?" balas fina menegaskan
" tidak.. saya tidak baik-baik saja" fatan tak bisa menahan dirinya dan memeluk fina lebih erat
" saya harap ini hanya mimpi buruk, setelah bangun besok pagi ini akan kembali normal dan dia masih tersenyum pada saya.. tolong katakan ini hanya mimpikan" ucap fatan dengan suara bergetar menahan kesedihannya, fina hanya diam dan memeluk fatan dengan erat
" dia bilang tidak akan pergi, tapi sekarang dia malah pergi tanpa pamit" fatan masih berceloteh dengan kesedihannya
__ADS_1
" kak jimy pasti selalu bersama kita, dia selalu mengawasi kita" balas fina berusaha menenangkan fatan
" kau benar, dia pasti sedang melihat kita bersedih sekarang, dan dia pasti tertawa melihatnya.. lihat saja saya akan memberi pelajaran pada hantunya jika nanti dia muncul.. lihat saja" balas fatan yang terlihat bersemangat kembali,fina tersenyum mendengar ucapan fatan barusan
" ternyata dia seperti ini ya.. kekanak-kanakan sekali.. tapi lucu juga, orang-orang pasti tidak ada yang tau tentang sikapnnya yang seperti ini" ucap fina dalam hati
" lebih baik kakak mandi sekarang dan beristirahatlah setelahnya" ucap fina yang disetujui oleh fatan
Pada akhirnya fina menunggu di kamar fatan hingga ia tertidur, pasalnya fina khawatir dengan kondisi fatan.
Keesokan harinya fatan memutuskan untuk kembali ke rumahnya setelah sarapan.
Fatan dan fina bergabung untuk sarapan dengan tuan adhitama yang terlihat sarapan sendirian
" kau sudah lebih baik nak?" tanya tuan adhitama begitu melihat fatan
" sudah ayah.." balas fatan
" bagaimana dengan bunda.. aku tidak melihat bunda sarapan?" tanya fatan
" bunda baik.. hanya saja bunda sedang tidak ingin keluar dari kamarnya" balas tuan adhitama
" aku akan pulang setelah sarapan ayah" ucap fatan
" begitukah.. ayah mengerti" balas tuan adhitama dengan senyum ramah sama seperti manisnya senyum jimy
" permisi bunda.. ini ada fatan mau pamit" ucap tuan adhitama sembari membuka pintu kamar dan terlihat nyonya adhitama yang sedang duduk di sofa sembari menatap keluar jendela
" masuklah sayang" balas nyonya adhitama mempersilahkan mereka masuk
" bagaimana kabar bunda?" tanya fatan setelah mendekat dan berlutut di hadapan nyonya adhitama duduk
" bunda baik.. bagaimana denganmu?" balas nyonya adhitama
" aku juga baik bunda" balas fatan
" oiya bunda kenalkan ini fina" lanjut fatan memperkenalkan fina
" halo em. nyonya" ucap fina gugup
" panggil bunda juga tidak apa-apa" balas nyonya adhitama dengan tersenyum manis pada fina
" ah iya bun..da" ucap fina ragu
" bunda... aku mau pamit pulang sekarang, maaf tidak bisa menemani bunda lebih lama, aku akan sering berkunjung kesini" ucap fatan sembari menggenggam tangan ibunya jimy
__ADS_1
" bunda mengerti.. kita tidak boleh terus larut dalam kesedihan, anak itu pasti tidak akan senang" balas nyonya adhitama menyemangati fatan
" tapi ini seperti mimpi buruk bunda" ucap fatan lirih
" dalam hidup tak semuanya indah sayang.. terkadang kita harus mengalami mimpi buruk untuk menguatkan kita akan suatu hal" balas nyonya adithama
" aku mengerti bunda" balas fatan
" aku pamit pulang dulu ya bunda, jaga diri bunda baik-baik, kunjungi aku sesekali ya bunda sebelum bunda kembali ke bali" ucap fatan yang di balas anggukan oleh nyonya adhitama
" kami permisi bunda" pamit fina juga
" baiklah hati-hatilah.. tolong jaga dia juga" pesan nyonya adhitama pada fina yang dibalas anggukan olehnya
Setelah menemui ibunda dari jimy, fatan mengunjungi makam jimy juga sembari membawakan setangkai mawar putih untuknya
" aku pergi ya.. aku akan mengunjungimu lagi, sampai jumpa lagi cebol" ucap fatan sembari meletakkan setangkai mawar putih itu di atas makam jimy yang masih basah
" fina akan jaga kak fatan baik-baik.. kakak beristirahatlah dengan tenang" ucap fina dalam hati
Mereka berdua akhirnya meninggalkan kediaman keluarga adhitama, dengan menempuh perjalanan sekitar tiga jam mereka akan tiba di kediaman fatan.
Di dalam mobil fatan hanya diam saja, namun tak seperti biasanya meskipun ia sering diam tapi kali ini raut wajahnya menunjukkan kesedihan yang mendalam atas kepergian sahabat tercintanya
" tuan anda baik-baik saja?" tanya pak supir yang merasa khawatir dengan keadaan fatan
" saya baik-baik saja" jawab fatan membuat sang supir merasa lega
" em.. wajah tuan adhitama dan kakak jimy sangat mirip ya" fina berusaha membuat fatan agar tak terlalu hanyut dalam pikirannya
" benar mereka berdua sangat mirip" balas fatan membenarkan
" bunda juga sangat ramah seperti kak jimy" lanjut fina
" mereka semua memang begitu" balas fatan singkat
" kakak terlihat sangat dekat dengan orangtua kak jimy ya" balas fina
" begitukah?" tanya fatan
" iya.. aku bisa melihat kedekatan yang hangat dari hubungan kalian" balas fina
" mereka istimewa untuk saya" balas fatan dengan segaris senyum di wajahnya
" kau juga istimewa untuk saya sekarang" lanjut fatan membuat fina malu mendengarnya dan memilih untuk tak melanjutkan perbincangan mereka.
__ADS_1
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar