Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 70 Harapan


__ADS_3

Fatan berjalan memasuki rumah tuan hendra bersama fina, disana mereka berdua sudah disambut oleh bik mia selaku kepala pelayan di kediaman tuan hendra


" selamat malam tuan muda" sapa bik mia


" tuan dan nyonya sudah menunggu anda berdua mari saya antar" lanjut ucap bik mia memberi tau.


" terimakasih bik" balas fatan yang mengikuti langkah bik mia memasuki rumah


" kau sudah tiba nak" sapa tuan hendra setelah mereka tiba di meja makan


" barusa saja ayah" balas fatan pada tuan hedra


Terlihat disana tuan hendra sudah menunggu bersama lili, ada banyak makanan yang memenuhi meja membuat fina hampir meneteskan air liurnya


" duduklah" ucap tuan hendra mempersilahkan


" senang bisa bertemu dengan mu lagi nak fina, bagaimana kabarmu?" tanya tuan hendra pada fina


" saya baik pak" balas fina kaku


" tidak perlu terlalu kaku begitu, santai saja ini bukan pertama kalinya kita bertemu" ucap tuan hendra yang melihat fina sangat kaku


" ah baiklah" balas fina yang kini diiringi dengan senyuman


" maaf kami mengundang nak fina secara tiba-tiba begini" timpal lili yang kemudian buka suara yang sedari tadi sudah duduk tepat di sebrang meja berhadapan dengan fina


" tidak apa-apa nyonya, fina senang bisa diundang datang kesini" balas fina dengan senyum ramah


" begitu ya.... silahkan nikmati hidangannya" balas lili mempersilahkan


Mereka semua mulai mengambil makanan dan menaruhnya di piring masing-masing saat fina akan mengambil makanan yang berada di depan fatan seketika bik mia langsung memberitahukan untuk jangan mengambil dari sisi itu


" mohon maaf nona tolong jangan ambil makanan yang berada di hadapan tuan muda, makanan itu khusus untuk tuan muda" ucap bik mia menghentikan fina


" maaf saya tidak tau" balas fina yang malu karena salah


" tidak apa-apa, makanan itu tidaklah spesial tapi karena fatan tak menyukai bawang jadi makanan itu khusus untuknya tanpa bawang, bik mia hanya takut nak fina tidak menyukainya" jelas lili setelah melihat fina yang malu karena tindakannya barusan


" sekali lagi saya mohon maaf" ucap fina meminta maaf kembali atas tindakan yang tidak ia sengaja


" tidak apa-apa, ayo nikmati saja makanannya" timpal fatan sembari mengambil makanan untuk fina


Kini makan malam telah selesai, fatan memutuskan untuk menginap karena sudah terlalu larut untuk pulang, ia takut jika fina akan sangat kelelahan jika mereka memaksa untuk pulang malam ini


" ada apa dengan mu?" tanya fatan pada fina yang kini mereka berdua sedang duduk pada sebuah sofa yang berada di ruang tamu


" fina malu kakak" balas fina

__ADS_1


" kenapa?" tanya fatan yang tak mengerti


" kejadian saat makan malam tadi, bisa-bisanya fina melakukan hal memalukan seperti itu" jelas fina yang kini menutup wajahnya karena malu mengingat apa yang ia lakukan barusan


" kenapa harus malu itu wajarkan, itu juga bukan kesalahan jadi tidak usah dipikirkan" fatan menyemangati fina agar tak perlu memikirkan hal yang tak penting


" sebaiknya kau istirahat, kau pasti sangat lelah bik mia akan mengantarkan mu" saran fatan yang disetujui oleh fina


" tolong antar dia ya bik" minta fatan pada bik mia


" mari ikuti saya nona" ucap bik mia yang berjalan menuju kamar tamu yang akan fina tempati malam ini


" nona bisa beristirahat disini, jika ada yang nona butuhkan bisa panggil saya" ucap bik mia setelah mereka sampai di kamar tamu


" terimakasih bik" balas fina


" saya permisi nona" pamit bik mia yang di balas anggukan kepala oleh fina


Sementara itu fatan yang masih duduk di ruang tamu di hampiri oleh tuan hendra dan lili


"sendirian saja?" tanya tuan hendra yang melihat fatan duduk sendiri


" ah ayah... iya belum mau tidur" balas fatan setelah mendengar tuan hendra


" boleh ayah temani?" tanya tuan hendra


" em.." fatan melirik lili yang masih berada di sebelah tuan hendra


" baiklah mas, lili duluan ya... oiya mas jangan terlalu malam tidurnya nanti kesehatan mas terganggu" ucap lili dengan manja


" iya" balas tuan hendra sembari mengangguk


" lili permisi ya mas" pamitnya dan pergi meninggalkan ayah dan anak itu disana


" ingin minum?" tanya tuan hendra menawarkan minuman pada fatan


" tidak ayah terimakasih" balas fatan menolak, pasalnya fatan memang tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali


" kau masih tetap sama ya" ucap tuan hendra yang juga memilih untuk tak jadi minum


" jadi apa yang membuatmu masih duduk di sini?" tanya tuan hendra perihal fatan yang masih duduk di ruang tamu meski hari sudah larut


" bukankah fatan yang seharusnya menanyakan itu pada ayah, apa alasan ayah mengundang kami untuk makan malam?" balik fatan mempertanyakan maksud tuan hendra,


Meskipun hubungan ayah dan anak ini sudah membaik setelah insiden yang meninpa fatan saat itu namun masih ada jarak yang terlihat di antara hubungan keduanya, fatan yang lebih memilih untuk menutup diri dan menjauh dari ayahnya meskipun luka itu sudah sembuh namun bekasnya akan tetap ada disana, disaat seharusnya ayahnya adalah orang terdepan yang paling mempercayainya terlebih dahulu dalam situasi apapun malah sebaliknya ayahnya pergi saat ia benar-benar membutuhkannya, hal itu membuat fatan memilih menjauh dan tak bergantung pada sosok ayahnya lagi.


" bukan apa-apa ayah hanya ingin menghabiskan sedikit waktu dengamu" balas tuan hendra

__ADS_1


" kapan kau akan mengambil alih pekerjaan ayah, perusahaan membutuhkan mu" tanya tuan hendra


" fatan tidak tau ayah, mungkin belum untuk saat ini" balas fatan yang membuat tuan hendra sedikit kecewa


" mengapa begitu, semua ini milikmu, kau anak ayah satu-satunya jika bukan kau lalu siapa lagi yang akan meneruskan bisnis keluarga ini" tanya tuan hendra penuh harap, fatan hanya diam mendengar penuturan ayahnya


" lepaskan saja perusahaan mu itu, ayah tau saham perusahaan itu bukan sepenuhnya milikmu, kenapa tidak mengelola yang memang milikmu" lanjut tuan hendra


" fatan tau ayah, tapi itu hasil kerja keras fatan selama ini" balas fatan


" bergabung saja dengan perusahaan keluarga kita" tuan hendra memberi saran untuk menggabungkan kedua perusahaan itu


" fatan tidak bisa memutuskannya sendiri, seperti yang ayah bilang sebelumnya fatan bukan pemilik satu-satunya dari perusahaan itu, fatan akan mendiskusikannya dengan jimy dulu" balas fatan yang sebenarnya enggan untuk bergabung dan mengelola bisnis keluarganya


" baiklah ayah tunggu kabar darimu" balas tuan hendra menyetujui


" lupakan soal itu,.. kapan kau akan menikah?" tanya tuan hendra yang membuat fatan kaget mendengarnya


" menikah!!" ucap fatan kaget


" jangan terlalu asik sendiri temukanlah seseorang, ayah sudah sangat tua sekarang, ayah hanya ingin mendengar tangisan bayi dirumah besar yang sunyi ini sebelum ayah pergi" ucap tuan hendra menasihati fatan


" ayah lihat gadis itu cantik dan ayah rasa dia juga baik" lanjut tuan hendra membicarakan fina


" tidak ada apa-apa di atara kami" balas fatan cepat


" dengar nak, soal hubungan atau perasaan itu hanya kau yang tau, ayah hanya berpesan untuk jangan menyia-nyiakannya" saran tuan hendra yang membuat fatan terdiam


" ya sudah ini sudah sangat larut ayah istirahat dulu, kau juga jangan terlalu lama bergadang itu tidak baik untuk kesehatan" ucap tuan hendra yang hendak pergi tidur


" ingat dan pikirkan ucapan ayah baik-baik kau satu-satunya anggota keluarga darmawan" pesan tuan hendra sebelum pergi, mendengar itu seketika fatan teringat tentang fauzan.


" apa ayah punya saudara?" tanya fatan yang membuat tuan hendra menghentikan langkahnya dan berbalik melihat fatan


" apa maksud mu?" tanya tuan hendra penasaran


" fatan hanya bertanya apa ayah tidak punya saudara sama sekali?" tanya fatan memperjelas


" tidak ayah anak tunggal" balas tuan hendra yang kembali melanjutkan langkahnya


" apa dia menemukan sesuatu" pikir tuan hendra sembari melangkah menuju kamarnya


" sangat jelas ayah mengerti maksud ku" pikir fatan sembari menatap kepergian ayahnya dari tempat ia berada


" hatiku masih belum pulih apakah kali ini ayah yang akan menghancurkannya" tanya fatan dalam hati berharap bahwa itu takkan pernah terjadi


Bersambung....

__ADS_1


Rasa kecewa yang terlalu dalam membuat mu sulit untuk percaya sepenuhnya..


Selamat menikmati 😁 Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2