
Pagi ini jimy bangun dari tidurnya yang tak nyenyak perihal penemuan yang dibicarakan dika semalam, sementara dika masih saja terlelap dalam tidurnya sepertinya ia cukup lelah kemarin, jimy bangkit dari ranjang dan membersihkan diri di kamar mandi dan menyiapkan makanan untuk dika sebelum ia pergi ke kantor, jimy memilih untuk tak membangunkan dika ia merasa sepertinya dika sangat lelah.
Dika bangun dari tidurnya dan memanggil jimy namun tak ada jawaban dari jimy, diliriknya jam dinding dan ia mendapati waktu sudah menunjukkan pukul 11;00 siang
" pantas saja sepi, dia pasti sudah pergi bekerja" gumam dika sembari berjalan kekamar mandi, setelah membersihkan diri dika celingak-celinguk ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan, benar saja ia mendapati seporsi makanan di meja makan
" makanan, untukku... hmmm... bodoh amat sikat saja" ucap dika pada dirinya sendiri setelah melihat seporsi makanan di meja
Dika, seorang pria keturunan murni Indonesia yang berusia 27 tahun, pekerjaannya ialah salah satu pengelola serta penanggungjawab yayasan yang didirikan oleh keluarga jimy, dika juga merupakan salah satu dari anak yang di besarkan di yayasan milik keluarga jimy.
Jimy yang sedang berada dikantor masih memikirkan tentang pembicaraannya dengan dika semalam, banyak spekulasi yang muncul di benak jimy terkait kasus itu, bagaimana tidak setelah membaca berkas kasus itu dengan teliti terlihat jelas dimata jimy bahwa ada kejanggalan dalam kasus ini
" kasus seperti ini bagaimana aku bisa tidak tahu" gumam jimy yang masih terlihat memikirkan kasus kecelakaan yang menimpa fauzan dan lina darmawan
" apa dia tau soal kasus ini?" gumam jimy
" ku harap apa yang ada di pikiran ku tidak benar" jimy terlihat sangat khawatir mengenai kasus kecelakaan keluarga darmawan itu
Saat makan siang jimy hendak menanyakan tentang fauzan dan lina kepada fatan
" kau baik-baik saja?" tanya fatan yang melihat jimy yang hanya memainkan makan siangnya
" memangnya aku kenapa?" tanya jimy balik
" sedang banyak pikiran ya, kenapa cuma mengaduk makananmu?" lanjut tanya fatan
" ada hal yang ingin ku tanyakan padamu?" balas jimy memulai pembicaraan terkait fauzan dan lina
" apa?" balas fatan yang masih menikmati makan siangnya
" apa kau punya anggota keluarga lain?" tanya jimy
" kenapa tiba-tiba menanyakan itu, kau taukan aku anak tunggal" jawab fatan
" bukan seperti itu, maksud ku anggota keluarga lain seperti bibi atau paman?" balas jimy memperjelas maksudnya
" sepertinya tidak ayah bilang dia anak tunggal" jawab fatan yang membuat jimy mengernyitkan dahinya, fatan yang melihat perubahan ekspresi dari jimy langsung menghentikan makannya
" apa ada yang salah?" tanya fatan dengan serius, jimy hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan fatan
" ayo kita keruang kerja ku saja untuk membicarakan ini" ajak fatan yang disetujui oleh jimy, sangat tidak mungkin bagi mereka untuk membicarakan hal ini di kantin kantor
" apa itu?" tanya fatan setelah mereka tiba diruangan fatan terkait pembicaraan mereka di kantin
__ADS_1
" kau taukan aku sedang menyelidiki lili?" tanya jimy
" iya" balas fatan
" saat orang ku sedang menyelidiki lili secara tidak sengaja dia menemukan ini" ucap jimy sembari mengeluarkan sebuah foto yang semalam di tunjukan dika pada jimy yaitu foto fauzan dan lina darmawan beserta seorang bayi
" siapa mereka?" tanya fatan setelah memperhatikan foto yang ditunjukkan oleh jimy
" fauzan dan lina darmawan" jawab jimy yang sontak membuat fatan kaget dengan nama dari orang yang ada di dalam foto itu
" fauzan dan lina darmawan?" ucap fatan yang tak percaya dengan nama itu, pasalnya fatan sangat bingung mengapa nama keluarga itu sama dengan nama keluarganya, sejauh yang ia tau tak ada yang memiliki nama keluarga seperti nama keluarganya
" kau terkejut, sama aku juga terkejut saat mengetahuinya semalam" ucap jimy saat melihat fatan tampak sangat terkejut
" apa mereka paman dan bibi ku?" tanya fatan penasaran
" aku belum tau soal itu, yang jelas mereka sepertinya anggota keluarga mu" balas jimy yang tak mengetahui tentang siapa kedua orang itu
" dimana mereka sekarang?" tanya fatan penasaran
" sudah meninggal dalam kecelakaan lalulintas 30 tahun lalu" jawab jimy
" apa?" ucap fatan kaget
" mobilnya masuk kejurang setelah menabrak pembatas jalan, diduga karena rem blong" jelas jimy
" mereka semua tewas?" lanjut tanya fatan
" ada beberapa kabar yang mengatakan kalau bayinya selamat, tak ada kabar resmi tentang itu juga, bahkan perihal kecelakaan ini saja dirahasiakan" jelas jimy
" kenapa ayah tak pernah memberitahukannya padaku, jika benar bayi yang ada di foto itu masih hidup berarti dia sepupuku" ucap fatan yang masih bingung dengan semua ini
" sebenarnya... ehmm..." suara jimy terdengar ragu untuk mengatakan pendapatnya
" apa... katakan saja" tanya fatan yang melihat jimy ragu
Fatan mengambil ponselnya dan menyalakan kamera depan ponselnya dan menunjukannya pada fatan
" kenapa?" tanya fatan yang bingung dengan apa yang sedang jimy lakukan
" lihat layar ponselnya" ucap jimy, mendengar itu fatan langsung melihat layar ponsel jimy
" untuk apa kau menyalakan kamera, hanya ada wajahku disini" tanya fatan yang belum mengerti
__ADS_1
" perhatikan wajahmu" balas jimy
" ada apa dengan wajahku, semua tampak sempurna masih tampan seperti biasanya" balas fatan sembari memeriksa seluruh wajahnya melalui kamera ponsel jimy
" ishh... bukan itu maksudku, coba perhatikan wajahmu dan lihat kembali wajah wanita yang ada di foto itu" balas jimy, meminta fatan untuk memperhatikan wajahnya dan foto lina
Fatan memperhatikan wajah dan foto lina dengan seksama seketika ia kembali terkejut atas apa yang ia lihat
" astaga apa ini?" ucap fatan setelah membandingkan foto lina dan wajahnya
" mirip denganmu kan?" ucap jimy
" sangat" balas fatan yang masih terkejut
" kenapa wajahnya begitu mirip denganku?" ucap fatan yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat
" bayi yang tidak diketahui keberadaannya setelah kecelakaan itu, apakah masih hidup atau tidak" ucap jimy memberikan clue pada fatan
" tunggu...tunggu, maksud mu bayi ini adalah aku?" tanya fatan yang mulai mengerti apa maksud jimy
" itu hanya spekulasi ku saja" balas jimy
" tapi bagaimana mungkin?" tanya fatan yang masih tak percaya
" lalu bagaimana kau menjelaskan ini?" tanya jimy terkait kemiripan wajah fatan dan lina yang tampak seperti pinang di belah dua
" bisa sajakan dia bibiku" balas fatan
" oke kita anggap dia bibimu, lalu bagaimana dengan ayahmu yang mengatakan bahwa ia anak tunggal" ucap jimy lagi, yang membuat fatan memutar otak untuk mencari pembenaran yang paling masuk akal dari semua ini
"kau tidak bisa menjawabkan, karena tidak ada jawaban yang pasti yang bisa kau berikan, begitulah aku saat mendengar tentang kasus ini semalam, sudah ku coba mencari pembenaran yang paling masuk akal dari ini tapi tidak ku temukan, jadi keputusan untuk menyelidikinya lebih dalam lagi" ucap jimy yang juga masih tidak percaya dengan apa yang mereka temukan
" apa yang ada dipikiran mu saat ini?" tanya fatan mengenai pendapat jimy terkait kasus ini
" ini hanya spekulasi ku, tapi ku pikir bayi yang ada di foto itu adalah dirimu?" balas jimy mengatakan spekulasinya
"apa aku bisa mencari kebenarannya?" tanya jimy meminta ijin pada fatan untuk menelisik lebih jauh tentang kasus ini, fatan tak menjawab pertanyaan jimy
" jika kau tidak mau aku akan hentikan, dan akan ku anggap tak pernah menemukannya" lanjut jimy
" tidak lanjutkan saja, aku juga ingin tau siapa mereka dan apa yang terjadi" ucap fatan memberi ijin pada jimy untuk mencari kebenaran tentang kasus itu
Bersambung....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊
Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰