
Seperti yang dikatakan oleh dika kini ia sedang bersiap akan pergi menemui jimy, dan M jugq sudah tiba di tempat dika
" anda akan pergi sekarang?" tanya M, melihat dika yang baru saja selesai mandi
" iya... mungkin saya baru pulang besok" jawab dika
" tolong awasi fatma ya selagi saya pergi" ucap dika
" siap" balas M dengan semangat
" nah sudah kalau begitu saya pergi dulu" pamit dika sembari keluar dari apartemennya meninggalkan M yang akan mengawasi fatma selama dika pergi
Dika mengemudikan mobilnya meninggalkan area apartemen menuju tempat jimy berada
Di sisi lain bagas juga telah meninggalkan rumahnya dan melajukan mobilnya menuju tempat jimy berada.
Sementara keduanya sedang dalam perjalanan menuju tempat jimy... terlihat jimy sedang berada di kedainya, kedua pelanggan yang sangat sering datang itu kali ini juga sedang berada di kedai jimy, entah apa pekerjaan kedua orang itu kerap datang kesana hampir setiap hari, kebetulan jimy sedang berada di kedai hari ini,
" wah anda disini lagi hari ini" ucap seorang pelayan pada pria pelanggan itu
" saya sedang tidak sibuk dan mampir kemari" balas pria pelanggan itu sembari melempar senyum
" saya perhatikan anda hampir setiap hari disini" pelayan itu menggoda pria pelanggan itu
" hahaha" pria itu hanya bisa tertawa saja menanggapi ucapan pelayan itu
" selain anda... wanita yang disana juga datang hampir setiap hari" ucap pelayan itu sembari melirik kearah wanita pelanggan yang duduk tak jauh dari meja tempat pria pelanggan itu duduk
" mau bagaimana lagi makanan disini sangat enak... suasananya juga membuat adem" balas pria pelanggan itu
" apalagi sang pembuat membuat makanannya kan, membuat tak bisa berpaling" pelayan itu terus menggoda pria pelanggan itu atasa alasannya datang hampir setiap hari ke kedai jimy, mendengar hal itu pria pelanggan itu hanya tersenyum saja
" ehem.. jangan menganggu pelanggan" terdengar suara jimy menegur pekerjanya karena asik menggoda pelanggan pria itu
" hehehe... maaf pak" balas pelayan itu yang kemudian pergi meninggalkan pelanggan pria itu
" mohon maaf atas gangguannya silahkan nikmati makanan anda kembali" ucap jimy menghampiri pria pelanggan itu, sembari meminta maaf atas tindakan pelayannya
" tidak apa-apa" balas pria pelanggan itu sembari melempar senyum
" mau dong di perhatikan pemilik kedai yang manis" celetuk wanita pelanggan yang duduk tak jauh dari meja pria pelanggan, keduanya memang sangat sering berada di kedai
" ah ternyata anda" jimy menoleh setelah mendengar celetukan wanita pelanggan
" saya juga disini loh..." lanjut wanita pelanggan yang ingin mendapatkan perhatian dari jimy juga, sementara beberapa pelanggan yang mengagumi jimy hanya memandanginya sembari menikmati hidangan mereka
" ah iya maaf... saya tidak melihat anda disana" jawab jimy sembari berjalan mendekati meja wanita pelanggan
__ADS_1
" apa anda butuh sesuatu yang lain?" tanya jimy setelah tiba di dekat meja wanita pelanggan, sementara pria pelanggan merasa tak senang melihat jimy menghampiri si wanita pelanggan
" butuh perhatian pemilik kedai yang manis" balas wanita pelanggan sembari tersenyum
" ah anda bisa saja... sayangnya kami tidak menyediakan menu itu" jawab jimy dengan ramah
" begitu ya sayang sekali" balas wanita pelanggan
" kalau ada menu seperti itu saya juga ingin" celetuk pria pelanggan terkait perhatian pemilik kedai yang dikatakan wanita pelanggan sebelumnya
" hahaha anda berdua ini ada-ada saja" balas jimy menanggapi dengan tertawa santai
Sementara pengunjung yang lainnya mulai bergosip, apalagi yang sudah cukup sering melihat kedua pelanggan itu tentu saja mereka langsung paham bahwa kedua pelanggan garis keras itu tak sekedar mengagumi kecantikan jimy seperti yang lainnya tetapi sepertinya kedua pelanggan itu punya perasaan yang lebih dari itu, jika tidak mereka takkan membuang-buang waktu untuk sekedar melihat seseorang.
" apa anda punya waktu untuk berbincang sebentar?" ucap pria pelanggan
" saya juga ingin mengobrol dengan anda" timpal wanita pelanggan tak ingin kalah
" apa-apaan itu... kan saya yang mengajaknya lebih dulu" pria pelanggan itu tak terima atas sikap wanita pelanggan yang mengajukan pertanyaan yang sama dengan dirinya
" saya juga berhak dong" balas wanita pelanggan yang tak mau kalah, jimy yang melihat sepertinya ini takkan selesai dengan mudah dan ia juga tak ingin menganggu pengunjung yang lain, ia segera mengambil inisiatif
" hahaha... sudah-sudah anda berdua tolong berhenti" jimy menengahi keduanya
" saya akan berhenti jika anda mau menemani saya sebentar" ucap pria pelanggan
" oke... baiklah... saya akan menemani anda berdua berbincang..." ucap jimy menengahi dan memberikan solusinya agar kedua orang itu tenang
" selama ini keduanya tampak tenang apa karena mereka merasa aman atau karena tak ada pergerakan dari yang lainnya" pikir jimy
" nah mari ikut saya... lebih baik kita berbincang di taman samping saja" ucap jimy yang akan membawa mereka ke taman mawar yang sangat kecil di samping kedai, meskipun merasa tak suka keduanya tetap mengikuti jimy
" kenapa harus bertiga... padahal aku ingin berdua saja" gumam pria pelanggan
" cih... kenapa harus bertiga sih" wanita pelanggan juga ingin waktu berdua dengan jimy
" nah silahkan duduk dan kita berbincang disini" ucap jimy setelah mereka tiba di taman kecil itu dan mempersilakan keduanya duduk di depan meja kecil yang sengaja jimy letakkan disana
" nah bagaimana sekarang?" ucap setelah mereka duduk
" saya inginya berbincang berdua dengan anda saja... kenapa jadi bertiga begini" ucap wanita pelanggan mengutarakan keinginannya
" anda ini... lebih ramai lebih enak... lagi pula kalau berduaan takut yang ketiganya setan" jawab jimy asal sembari tersenyum manis
" astaga" pria pelanggan tak bisa menahan dirinya yang begitu terpesona melihat senyum manis jimy
" ah... anda jangan senyum begitu dong kan jadi deg-degan" ucap wanita pelanggan yang juga tak bisa menahan pancaran senyum manis jimy
__ADS_1
" hahaha" jimy malah tertawa mendengarnya
" saya tak mengerti maksud anda berdua yang ingin berbincang dengan saya... bukankah kita sudah sering berbincang" ucap jimy yang ingin tau maksud dari kedua orang itu, pria manis ini tak terlalu peka soal cinta apalagi jika ada seseorang yang menyukainya maka ia takkan terlalu memahaminya jika orang tersebut tak mengatakannya secara langsung
" kenapa anda bisa selucu ini sih" ucap pria pelanggan setelah mendengar pertanyaan jimy
" saya memang lucu dari kecil.... hahaha" balas jimy dengan candanya
" ih gemes" balas wanita pelanggan melihat tingkah jimy
" hadeh anda ini benar-benar tidak mengerti maksud kami ya?" tanya wanita pelanggan selanjutnya
" saya tidak mengerti sama sekali" jawab jimy
" astaga... anda serius?" tanya pria pelanggan yang kali ini setuju dengan sang wanita pelanggan
" anda sungguh tidak tau?" lanjut pria pelanggan lagi
" tidak... hehehe" jawab jimy dengan santainya
" hufh...." pria pelanggan menghembuskan nafasnya
" kami itu menyukai anda" akhirnya pria pelanggan mengatakannya
" benar... sangat menyukai anda" timpal wanita pelanggan yang setuju dengan pria pelanggan itu
" hah??" respon jimy yang terkejut meskipun ia sedikit menebak maksud kedua pelanggan setianya ini namun ia tak terlalu menghiraukannya
" apa anda mau bersama saya?" tanya pria pelanggan lebih dulu
" tidak-tidak bersama saya saja" ucap wanita pelanggan yang ingin jimy bersamanya
" dengan saya saja" balas pria pelanggan
" tidak.. saya saja" balas wanita pelanggan
" tu.. tunggu dulu... tolong dengarkan saya" jimy berusaha menghentikan kedua orang itu namun mereka tak mendengarkan
" permisi pak... ada orang yang ingin menemui bapak" seorang pelayan menghanpiy jimy
" siapa?" tanya jimy
" seseorang yang pernah datang kesini waktu itu pak" jawab pelayan itu
" seseorang yang pernah kesini.. siapa?" pikir jimy tak bisa menemukan jawaban dari ucapan pelayan itu
Bersambung....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗