Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 166 Keluarga Yang Unik


__ADS_3

Karena fina tak ingin membatalkan makan malam dengan kedua orang tau jimy hanya karena kakinya yang terluka, kini mereka tengah bersiap-siap untuk mendatangi tempat tinggal orang tua jimy di pulau itu yang lebih akrab di sebut dengan rumah besar, letakkan berada di ujung timur pulau, dimana dari penginapan membutuhkan waktu sekitar 20 menit jika menggunakan kendaraan, biasanya setiap penginapan memiliki alat transportasi khusus untuk para turis jika mereka ingin mengelilingi pulau, mulai dari sepeda hingga mobil


Kali ini fatan memilih menggunakan mobil dari pada sepeda atau sepeda motor, biasanya untuk mobil dan sepeda motor kerap ada supirnya juga.


Fatan yang sudah rapi ia hanya menggunakan kaos dan jaket serta celana jeans berwarna gelap, setelahnya ia menghampiri fina, begitu tiba di depan kamar fina ia mengetuk pintunya


" kamu sudah siap?" tanya fatan


" sebentar lagi kakak" balas fina dari dalam, tak lama fina keluar terlihat ia mengenakan baju kaos lengan pendek dan celana longgar bermotif rambut yang kali ini ia kepang


" aku tidak punya baju lain yang pantas untuk makan malam... karena tidak tau akan bertemu dengan tuan dan nyonya adhitama" ucap fina yang merasa pakaiannya terlalu santai untuk makan malam


" apa tidak apa-apa seperti ini?" fina menanyakan pendapat fatan soal penampilannya


" tidak apa-apa kamu terlihat cantik" balas fatan yang memang merasa fina cantik memakai pakaian apa saja


" apa ini terlihat tidak sopan?" tanya fina lagi memastikan apakah penampilannya kali ini pantas atau tidak untuk amkan malam bersama orang yang menurut fina sangat berkelas


" ayah dan bunda takkan mempermasalahkannya" balas fatan menenangkan fina agar percaya diri


"syukurlah jika begitu... aku sempat cemas" balas fina yang merasa lega mendengar penuturan fatan, meskipun pada awalnya fina yang tak ingin membatalkan makan malamnya namun ia juga sempat bimbang karena tak memiliki pakaian yang menurutnya pantas untuk memenuhi undangan makan malam dari nyonya adhitama


" baiklah ayo kita pergi sekarang" ajak fatan yang di setujui oleh fina


" kamu bisa berjalan... atau mau saya gendong saja?" dengan santainya fatan menawarkan untuk menggendong fina jika kakinya masih sakit


" tidak... tidak apa-apa... aku sudah lebih baik dan bisa jalan sendiri" balas fina terbata karena malu mendengar tawaran fatan


" baiklah" balas fatan mengerti


" saya akan menggandeng mu saja untuk berjaga-jaga" lanjut fatan yang kali ini fina menyetujuinya


" sepertinya dia benar-benar khawatir" pikir fina tak menolak tawaran kedua fatan


Setelah tiba di bagian resepsionis fatan menanyakan soal mobil yang sudah ia pesan barusan


" mobilnya sudah ada di luar... selamat menikmati perjalanan anda" ucap sang resepsionis setelah fatan menanyakan mobil pesannya


" selamat malam... dengan tuan fatan?" ucap seorang pria muda setelah fatan tiba di luar, dari posisinya berdiri di dekat mobil sepertinya pria muda itu adalah supir mereka


" iya saya" balas fatan mengiyakan


" saya akan menjadi supir anda berdua malam ini... silahkan masuk dan nikmati perjalanan anda" ucap pria muda itu mempersilahkan fatan dan fina masuk kedalam mobil


" pemandangan malam hari di pulau ini sangat indah... tidak sedikit pengunjung yang ingin berkeliling pulau malam hari" celoteh pria muda itu yang sepertinya sedikit cerewet


" nah tuan dan nyonya pengunjung.... dari manakah kita harus memulai?" tanya sang supir yang juga bertugas sebagai pemandu wisata, ia menanyakan fatan ingin mulai berkeliling dari arah mana


" kami tidak ingin berkeliling... tolong antar kerumah besar saja" ucap fatan membuat pria itu kaget


" kerumah besar?" ucap pria itu memperjelas apakah pendengarannya yang salah

__ADS_1


" iya... tolong antar kami kerumah besar" balas fatan mengatakannya lagi dengan jelas


" anu... maaf tuan tapi rumah besar tidak masuk dalam daftar perjalan pengunjung pulau" balas pria muda itu mengatakan yang sebenarnya bahwa rute berkeliling pulau tidak akan melewati rumah besar karena begitulah keadaannya


" antarkan saja kami kesana" balas fatan lagi tak mengubah arah tujuannya


" tentu saja" balas pria itu melajukan mobilnya menuju rumah besar


" ada urusan apa mereka kerumah besar ya.. apa jangan-jangan mereka tamu penting... astaga jika itu benar matilah aku" pikir pria itu sembari mengemudikan mobil yang di tumpangi fatan dan fina menuju rumah besar


Perjalanan yang hanya membutuhkan dua puluh menit dan kini mereka tiba di halaman depan rumah besar, fatan meminta supir itu kembali saat akan pulang fatan akan menghubunginya lagi


" kita sudah sampai?" tanya fina pada fatan


" iya... ayo turun" balas fatan


" kau kembali lah dulu atau pergi kemana pun terserah, saya akan hubungi saat kami akan kembali" ucap fatan pada pria itu


" baiklah... tapi apa saya penasaran apa tujuan anda kerumah besar... ah yak... bukan-bukan saya lebih penasaran siapa anda" celoteh supir itu yang tak ragu mengutarakan isi pikirannya


" apa anda kerabat pemilik tuan adhitama?" lanjut pria itu penasaran


" saya pergi dulu" pamit fatan enggan menjawab pertanyaan pria muda itu dan memilih pergi menuju rumah besar


" tidak di jawab ya huh..." gumam supir itu namun ia tak kecewa sama sekali


" hmm oke sebaiknya aku menunggu di sekitar sini saja" lanjutnya dan kemudian masuk ke mobil dan melajukannya menuju tempat terdekat dari sana


" selamat malam tuan fatan senang bertemu dengan anda lagi" sapa wanita yang tak terlalu tua itu, yang memang tau siapa fatan pasalnya ia sudah bekerja disana sejak tempat itu didirikan


" selamat malam bik... saya juga senang bertemu bibik juga" balas fatan dengan ramah


" ah selamat malam nona" ucap wanita itu pada fina kali ini


" malam bik" balas fina


" silahkan masuk..." wanita itu mempersilahkan mereka untuk masuk


" silahkan duduk... saya akan katakan pada tuan dan nyonya bahwa anda berdua sudah datang" lanjutnya mempersilahkan fatan dan fina duduk di sofa yang berada di ruang tengah sembari ia memanggil tuan dan nyonya adhitama


Tak lama kedua pasangan suami-istri itu datang


" kalian sudah tiba" ucap nyonya anita yang terlihat sangat antusias


" selamat malam ayah.. bunda" ucap fatan setelah melihat keduanya


" selamat malam" ucap fina juga


" ah senangnya" nyonya anita malah langsung memeluk keduanya seakan melepas rindu lagi padahal mereka telah bertemu sebelumnya, fina yang belum pernah mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja menjadi kikuk tak tau harus berbuat apa, tapi fatan santai saja, fatan memberikan isyarat dengan memejamkan matanya sebentar agar fina tenang ini hal yang biasa


" sayang sudah lepaskan mereka... mereka jadi sesak nafas" ucap tuan adhitama sembari menarik pelan istrinya agar melepaskan pelukannya

__ADS_1


" ah maaf-maaf bunda terlalu senang" ucap nyonya anita setelah melepaskan pelukannya


" tidak apa-apa bunda" balas fatan


" iya tidak apa-apa" timpal fina


" selamat datang di bali... semoga kalian menikmati liburannya" ucap tuan adhitama yang kini gilirannya memeluk fatan


" keluarga yang sangat hangat... pantas saja kak jimy juga seperti itu ternyata orang taunya juga sehangat ini" pikir fina setelah melihat bagaimana kedua orang tua jimy, meskipun mereka sudah bertemu beberapa kali namun hanya sebentar dan hal seperti ini selalu fina saksikan


" selamat datang juga menantu... selamat menikmati liburannya" ucap tuan adhitama sembari mengelus lembut rambut fina


" terimakasih ayah" jawab fina masih canggung


" nah semuanya ayo saatnya kita makan malam" ucap nyonya anita mengingatkan


" nah ayo" timpal tuan adhitama yang di balas anggukan oleh keduanya


Saat berjalan menuju area meja makan fina yang masih sedikit tertatih di lihat oleh nyonya anita


" kamu kenapa sayang?" tanya nyonya anita terlihat khawatir, tuan adhitama juga langsung menoleh setelah istrinya berkata seperti itu dan melihat fina yang sepertinya terluka


" tidak apa-apa bunda... ini hanya luka kecil karena kecerobohan fina saja" balas fina


" astaga kamu terluka" nyonya anita terlihat khawatir


" fina tidak apa-apa bunda sungguh" balas fina meyakinkan


" kenapa dia bisa terluka.. kamu tidak menjaganya dengan baik ya?" kini nyonya menyerang fatan seolah-olah meminta penjelasan dan pertanggungjawaban


" kok jadi fatan sih bunda" fatan tak terima nyonya anita menyalahkan


" itukan gara-gara fatan tidak becus menjaganya" balas nyonya anita tak mau kalah, fina yang melihat mereka adu mulut karena dirinya merasa tidak enak


" tapi bunda sungguh itu bukan gara-gara aku" balas fatan membela diri


" fatan benar-benar ya... tidak mau bertanggung jawab" balas nyonya anita tak mau kalah, fatan hendak menjawabnya lagi namun fina menengahinya, sementara tuan adhitama sejak tadi hanya diam saja


" bunda... fina sungguh tidak apa-apa... ini bukan kesalahan kak fatan... justru kak fatan yang menolong fina saat itu" fina menengahinya agar keduanya segera berhenti


" benarkah?" tanya nyonya anita, fina hanya mengangguk mengiyakan


" ya sudah kalau begitu" lanjut nyonya anita


" bantu dia" perintah nyonya anita pada fatan masih terdengar ketus


Fatan mengiyakan dan membantu fina, fina juga tak menolak meskipun ia tak terlalu memerlukan bantuan tapi agar tak jadi perdebatan lagi fina menurutinya


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2