
jimy sudah keluar dari kamar fatan dan beranjak akan pulang tapi secara tidak sengaja ia berpapasan dengan fina
" kak jimy sudah mau pulang?" tanya fina yang melihat jimy berjalan menuju pintu keluar
" ah fina... iya kakak mau pulang" jawab jimy setelah berbalik kearah suara fina berasal
" fina pikir kakak akan menginap" ucap fina
" tidak untuk hari ini mungkin lain kali" jawab jimy
" apa ada yang ingin fina katakan" tanya jimy
" lain kali fina akan tanya kakak boleh?" balik tanya fina
" tentu saja" jawab jimy yang sebenarnya merasa penasaran tentang apa yang akan ditanyakan fina
" oiya tolong jaga fatan baik-baik ya... dia akan agak cerewet jika sedang sakit" pesan jimy sebelum ia pergi yang dibalas anggukan kepala oleh fina
saat sedang dalam perjalanan pulang jimy terlihat sedang menerima telpon dari seseorang
" bagaimana pekerjaan mu?" tanya jimy pada pria disebrang telpon itu
" belum ada kemajuan" jawab pria itu
" bodoh sekali... lakukan dengan cepat dan ingat lakukan dengan bersih" ucap jimy
" baik" jawab pria itu dan memutus sambungan telponnya
" ini buruk aku sudah melakukannya selama setahun tetakhir dan hingga saat ini belum ku temukan apapun... ku harap aku tidak terlambat" ucap jimy pada dirinya sendiri
" aku tak ingin menyesali apapun apalagi semua hal yang menyangkut dirimu sudah ku putuskan aku akan menjauh setelah kau menemukan seseorang yang tepat... tapi tenang saja aku takkan benar-benar pergi kau tau itukan saat pertama kali aku melihatmu aku memiliki keinginan untuk tak pernah meninggalkanmu aku tau ini terdengar sangat menjijikkan bagi orang lain bahkan mungkin bagi dirimu bahwa aku memiliki rasa yang dalam untukmu ku harap kau takkan pernah tau itu aku tak ingin kau jijik melihat ku... aku tak tau mengapa ini bisa terjadi saat pertama melihatmu rasa ini muncul begitu saja... maafkan aku karena rasa yang tak seharusnya ku miliki untukmu" ucap jimy yang masih berbicara pada dirinya sendiri
kini jimy telah tiba di apartemennya ia pun langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang
aku sangat lelah hari ini tapi itu tak penting jika itu menyangkut dirimu sepertinya jika itu tentang mu aku bahkan tak ingin punya waktu istirahat sama sekali kau tau di dunia ini kau bisa sedih karena apapun tapi jangan pernah sedih karena diriku... itu adalah hal yang paling mengerikan dan aku bahkan tak ingin membayangkan... kau tau dunia selalu saja berubah tapi aku tak pernah bisa berubah jika itu tentang mu sudah pernah ku coba menyangkal rasa ini tapi itu semakin besar maka kuputuskan untuk membiarkannya saja dan aku menjaganya dengan caraku membuatmu tersenyum itu sudah cukup bagiku tak ada hal lain yang ku inginkan darimu selain kebahagiaan mu... ini benar-benar konyol sepertinya pesonamu telah memakan ku sepenuhnya hingga tak ada jalan untukku kembali tidak sepertinya memang diriku yang tak ingin kembali jadi karena itu berbagailah untuku hanya itu harapanku... ucap jimy dengan memandangi foto mereka berdua
sementara itu di kamar fina sedang meletakkan baju fatan di lemari sementara fatan tak ada disana
" kemana dia pergi" tanya fina pada dirinya sendiri saat tak mendapati fatan di kamarnya saat ia masuk
__ADS_1
" apa dia dikamad mandi" lanjut fina
tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka fatan yang baru saja selama mandi keluar hanya dengan memakai handuk saja fina sepontan menoleh keasal suara untuk mengecek apakah itu benar fatan... tapi saat ia menoleh ia langsung membalikkan badanya lagi karena melihat fatan bertelanjang dada... fatan yang tak tau fina sedang dikamarnya juga kaget dan spontan berbalik membelakangi fina
" astaga apa-apa itu kenapa dia keluar seperti itu" gerutu fina yang merasa malu
" kenapa dia disini" tanya fatan yang ternyata juga merasa malu
" kenapa anda keluar tanpa pakaian begitu....dasar tidak tau sopan santun" gerutu fina tanpa berniat untuk berbalik
" seharusnya saya yang mengatakan itu sedang apa kau disini" tanya fatan yang juga enggan berbalik
" saya hanya meletakkan pakaian anda dilemari mana saya tau jika anda sedang mandi" jawab fina
" apa sudah selesai" tanya fatan
" ah iya sudah" jawab fina dengan gugup
" kalau begitu tolong keringkan rambut saya tangan saya masih sulit untuk digerakkan tunggu sebentar saya akan memakai pakaian" ucap fatan yang dibalas anggukan kepala oleh fina
fina melihat fatan dari pantulan cermin didepannya terlihat fatan sedang berjalan kearahnya
" kenapa dia mendekat kemari apa yang dia inginkan apa ini akhir riwayat ku astaga aku bahkan tak menyukai pria ini" gumam fina
" kenapa kau masih disana" tanya fatan
" ah apa" tanya fina yang spontan berbalik karena suara fatan terdengar sangat dekat dan secara tak sengaja wajah fina menabrak dada fatan yang membuat fina tertunduk malu
" kenapa masih diam disitu minggir kau menghalangi saya ingin mengambil pakaian... apa jangan-jangan kau menikmati pemandangan ini" ucap fatan yang semakin membuat fina malu
" ah maaf" ucap fina sambil bergeser dari tempat ia berdiri
fatan mengambil pakaian santainya
" anda akan memakai pakaian disini jika begitu saya akan tunggu diluar" ucap fina setelah melihat fatan mengambil pakaiannya
tanpa fatan menjawab fina langsung keluar dan berdiri dibalik pintu kamar fatan
" apa-apaan tadi kenapa dia bisa begitu seksi dengan sambut yang masih basah yang berantakan semakin membuatnya mempesona... lihatlah dadanya yang bidang itu dan lengannya yang terlihat kuat.... astaga apa yang kupikirkan sadarlah fina jangan sampai kau jatuh cinta padanya" gumam fina pada dirinya sendiri
__ADS_1
" saya sudah selesai" terdengar suara fatan dari dalam kamar
fina membuka pintu dan melihat bahwa benar fatan telah selesai berpakaian
" kenapa masih disana" ucap fatan yang membuat fina bergegas masuk
fina langsung mengeringkan rambut fatan sementara mereka masih tak saling bicara fina yang masih canggung karena kejadian tadi sementara fatan yang memang tak banyak bicara
" apa anda ingin rambutnya dikuncir" tanya fina memulai pembicaraan setelah mereka diam membisu sejak tadi
" tidak perlu biarkan tergerai saja" ucap fatan
fina lanjut mengeringkan rambut fatan
" em.... apa saya boleh bertanya" tanya fina
" apa" jawab fatan
"mengapa anda bisa memiliki rambut sepanjang ini tidakkah anda merasa gerah" tanya fina memberanikan diri
"tak ada alasan khusus saya hanya menyukai rambut panjang" jawab fatan
" begitu ternyata" balas fina
" sudah selesai apa ada hal lain yang anda butuhkan" lanjut tanya fina setelah ia selesai merapikan rambut fatan
" tidak" jawab fatan
" jika begitu saya permisi dulu" pamit fina
" tunggu..."ucap fatan menghentikan fina
" apa kau sedang sibuk" tanya fatan
" tidak" jawab fina
" kalau begitu ayo temani saya duduk ditaman belakang" ucap fatan yang hanya dibalas anggukan kepala oleh fina
bersambung.....
__ADS_1
ada hari yang tak terulang... ada ucapan yang tak tertarik... terimakasih untuk kesediannya untuk mampir walau hanya sebentar saya harap kita bisa bertemu di kolom komentar 🤗😁
salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰