Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 77 Bertemu Pak Kasim


__ADS_3

Seperti yang dikatakan jimy sebelumnya, kini ia sedang dalam perjalanan menuju apartemennya bersama fatan untuk mempertemukan pak kasim dengan anak dari majikan terbaiknya, fatan dengan rasa penasaran yang menguasai pikirannya tak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin dikatakan jimy hingga harus menunggu hingga tiba di apartemennya


Sebelum pergi fatan tak lupa menghubungi fina untuk mengatakan tak perlu menunggu dan memasak makan malam untuknya


" saya akan pulang terlambat hari ini tidak usah memasak makan malam dan tidak perlu menunggu saya" pesan singkat fatan kirimkan pada fina untuk memberitahunya


" baiklah kak, hati-hati di jalan" fina membalas pesan singkat dari fatan dengan senang


Setelah perjalanan yang tak terlalu jauh kini mereka telah tiba di tempat tujuan yaitu apartemen jimy, pak kasim serta buk mita tidak tau atas kedatangan fatan kesana


" anda sudah pulang?" tanya pak kasim begitu melihat jimy membuka pintu apartemen namun belum melihat dengan jelas fatan yang berada di belakang jimy


" iya pak, saya bawa teman" balas jimy sembari masuk kedalam apartemen bersama fatan, pak kasim yang kini melihat fatan dengan jelas mundur beberapa langkah karena sedikit terkejut bercampur haru mana kala anak majikannya ada di hadapannya, pak kasim mengenali fatan karena sebelumnya saat di rumah pak kasim jimy pernah menunjukkan foto fatan padanya


Pak kasim melirik kearah jimy dengan ekspresi yang jelas bertanya bahwa apa yang ia lihat benar-benar anak majikannya yang pernah ia lihat di foto waktu itu, melihat raut wajah pak kasim tanpa kata jimy mengiyakan dengan mengedipkan matanya bahwa fatan adalah orangnya, mendapatkan konfirmasi dari jimy pak kasim refleks menutup mulutnya sangking terharu dan rasa bahagia yang tak bisa ia tahan tanpa terasa sebulir air mata jatuh begitu saja tanpa kompromi dengan sang pemilik, dengan sigap pak kasim membalikkan badannya untuk mengontrol dirinya karena tak sanggup menatap wajah fatan yang sangat mirip dengan istri majikanya


" maaf... sepertinya saya kelilipan" ucap pak kasim berdalih sembari menghapus air matanya


" ayo kita makan malam dulu, nanti kita bicara" jimy menyela adegan sedih itu


Sementara fatan hanya menatap bingung dengan apa yang terjadi dan siapa pria paruh baya yang ada dihadapannya ini


" apa dia salah satu dari aset jimy?" pikir fatan yang tak dikatakannya, ia pun melangkah masuk dengan kebingungan


Saat makan malam fatan menatap jimy dengan sangat jelas bahwa ia tak mengerti situasi saat ini sama sekali, mendapat tatapan itu jimy hanya melemparkan senyum manisnya padanya, setelah selesai makan kini saatnya mereka memberitahu fatan tentang fauzan dan lina tentu saja mereka masih menyembunyikan fakta tentang pembunuhan yang mengorbankan fauzan dan lina


" sekarang katakan apa yang kau lakukan selama seminggu belakangan ini, dan kenapa dia ada disini ?" akhirnya fatan mengeluarkan suaranya untuk meminta penjelasan jimy dan juga mengapa saat ini pak kasim dan buk mita juga duduk bersama mereka


" ok langsung saja, kau pasti bertanya-tanya siapa mereka berdua" jawab jimy

__ADS_1


" sebaiknya bapak saja yang mengatakannya" lanjut jimy mempersilahkan pak kasim untuk memberitahukan jimy siapa fauzan dan lina yang di balas anggukan kecil oleh pak kasim tanda ia mengerti


" perkenalkan saya pak kasim, dulu saya bekerja di keluarga darmawan sebagai sopir untuk tuan fauzan" ucap pak kasim memperkenalkan diri pada fatan


" lalu siapa fauzan itu?" tanya fatan langsung ke intinya


" tuan fauzan adalah kakak dari tuan hendra" balas pak kasim sontak membuat fatan kaget, dan secara refleks menoleh kearah jimy yang berada di sebelahnya, jimy memberi isyarat dengan mengedipkan matanya pertanda mengiyakan penuturan pak kasim


" berarti fauzan adalah paman saya" balas fatan mengkonfirmasi


" tidak!!" jawab pak kasim membuat fatan bingung


" dia ayah mu" timpal jimy membuat fatan kaget


" kalian ini bicara apa, omong kosong apa ini" fatan akan marah mendengar bahwa fauzan adalah ayahnya dan bukan hendra ayah yang ia kenal selama ini


" saya tau tuan muda pasti bingung dan tak percaya dengan apa yang saya katakan barusan, namun pada kenyataannya anda benar-benar putra dari tuan fauzan dan nyonya lina darmawan, satu-satunya pewaris bagi keluarga darmawan" jelas pak kasim yang di dengarkan dengan seksama oleh fatan


" saya tidak pernah tau ada anggota keluarga lain selain ayah, ibu dan saya" balas fatan


" saat itu tuan muda masih berumur dua bulan saat kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua anda terjadi" jelas pak kasim yang kembali tak kuasa menahan rasa sedihnya


" saya sangat senang bisa melihat tuan muda lagi sekarang, saya pikir saya akan pergi meninggalkan dunia ini tanpa bisa melihat tuan muda saat dewasa" lanjut pak kasim dengan bulir air mata yang menetes tanpa kompromi


" maaf ... maafkan saya" pak kasim meminta maaf karena tidak bisa menahan air matanya


" bagaimana saya bisa percaya dengan yang anda katakan?" tanya fatan yang jujur saja masih tak yakin dengan penjelasan pak kasim barusan


" saya tidak punya bukti apapun tuan muda, keberadaan saya adalah bukti nyata dari ukapan saya" jawab pak kasim yang memang tak punya bukti apapun yang menguatkan pernyataan

__ADS_1


" bagaimana mungkin kau bisa mempercayai apa yang dia katakan sementara tak ada bukti yang mendukungnya" kini fatan menanyakan keputusan jimy karena telah mempercayai omongan pak kasim


" saat seseorang tau bahwa nyawa orang yang berharga baginya sedang berada di ujung tanduk, mereka akan mengatakan yang sebenarnya" jawab jimy yang tau benar bahwa pak kasim tak berbohong saat itu terlihat dari sorot matanya dan gerak tubuhnya


" jadi seseorang bernama fauzan dan lina ini adalah orang tua saya?" tanya fatan mengkonfirmasi sekali lagi


" tepat tuan muda" jawab pak kasim penuh keyakinan


" bagaimana dengan ayah hendra, apa beliau tidak punya seorang anak?" tanya fatan lagi


" tidak tuan muda, tuan hendra tidak memiliki anak dan memutuskan untuk mengadopsi tuan muda setelah orang tua tuan muda meninggalkan dalam kecelakaan" jawab pak kasim


"jadi anda sopir dari ayah fauzan?" tanya fatan kembali mengkonfirmasi perkataan pak kasim sebelumnya


" saya sudah bekerja dengan tuan fauzan bahkan saat tuan fauzan masih berstatus sebagai mahasiswa" jawab pak kasim


" tuan fauzan adalah orang yang sangat baik,. itulah mengapa saya bisa sangat betah bekerja dengan beliau" lanjut pak kasim


" dan sekarang saya sangat senang bisa bertemu dengan tuan muda" lanjut pak kasim


Fatan masih tertegun setelah mendengar penjelasan dari pak kasim ia tak parcaya bahwa hal seperti ini bisa terjadi dalam hidupnya, ayah yang bukan ayahnya, serta alasan apa yang membuat ayahnya tak mengatakan bahwa ia punya seorang kakak semua itu berputar-putar di kepalanya


" jika itu benar lalu apa alasan ayah menyembunyikannya selama ini?" ucap fatan yang masih bingung


" itulah yang harus kita cari tau sekarang" jawab jimy


" lalu bagaimana sekarang?" fatan menanyakan apa yang harus dilakukan selanjutnya


Bersambung....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2