
Setelah tadi pagi fatan berbicara dengan riki, hingga saat ini ia masih belum mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengannya karena sepanjang hari ia menghabiskan waktu untuk mengajak fina mengelilingi rumah, sejak pagi itu pula fatan tak melihat riki sama sekali.
Saatnya makan malam tak terasa ini sudah hari kedua dari saat mereka datang ke kediaman tuan hendra namun fatan belum menemukan bukti apapun, makan malam berlangsung normal dengan perbincangan kecil antara ayah dan anak itu, serta fina dan lili yang mulai cukup akrab tentu saja itu membuat fatan tidak nyaman, setelah selesai makan malam lili memutuskan untuk langsung beristirahat begitu pula dengan fina, sementara tuan hendra dan fatan memilih bersantai di teras rumah menikmati angin malam yang sejuk.
" bagaimana hari mu disini, ayah harap itu menyenangkan" ucap tuan hendra membuka obrolan
" cukup baik ayah, aku merasa santai" balas fatan
" maaf ayah sedikit sibuk jadi tidak bisa menemanimu hari ini" ucap tuan hendra
" tidak apa-apa ayah, lakukan saja pekerjaan ayah jangan sampai keberadaan ku membuat ayah terganggu" balas fatan yang tak mempermasalahkan
" ayah dengar dari pelayan kau mengajak fina berkeliling rumah" ucap tuan hendra
" ayah mengetahuinya... aku hanya ingin menunjukkan rumah ini saja padanya, tempat dulu aku pernah tinggal" balas fatan mengkonfirmasi
" sekarang pun masih sama kau bisa kembali kapan saja" balas tuan hendra
" maafkan kesalahan ayah dimasa lalu, jika itu membuatmu tak ingin kembali kesini" lanjut tuan hendra sedih mengingat apa yang ia lakukan sehingga membuat fatan memilih meninggalkan rumah
" sejak kau bebas dari penjara setelah terbukti tak bersalah, ayah mencoba mencarimu namun kau hilang seperti ditelan bumi, tak ada sedikitpun jejak tentang mu, sampai kau kembali muncul setahun kemudian namun tak pernah kembali kerumah ini" lanjut tuan hendra mengingat kembali kenangan yang membuat ia tersingkirkan dari kehidupan putranya, fatan hanya mendengarkan semua perkataan ayahnya tanpa berniat untuk menjawab perkataan ayahnya.
" sejak saat itu ayah merasa menjadi orang asing dalam hidupmu, hampir satu tahun setelahnya kau tidak pernah berbicara dengan ayah, bahkan saat ayah datang menemuimu kau tidak ingin bertemu dengan ayah, hingga tiba-tiba suatu saat kau datang menemui ayah, kau meminta maaf pada ayah karena telah mengabaikan ayah" lanjut tuan hendra dan fatan masih diam saja mendengarnya sembari menikmati pemandangan malam yang tanpa bintang
" saat itu ayah senang sekali, ayah tak tau apa yang membuatmu bisa memaafkan ayah dan mendatangi ayah, padahal sebelumnya kau bahkan tak ingin mendengar suara ayah" lanjut tuan hendra yang tak tau dengan pasti apa sebenarnya yang membuat putranya bisa memaafkannya saat itu dan memulai kembali hubungan mereka setelah sebelumnya tuan hendra tak memperdulikan fatan saat ia terjerat kasus palsu itu.
" saat itu aku seperti langit malam ini, tanpa cahaya hanya ada kegelapan, tangan yang menjadi harapanku untuk di genggam pergi meninggalkan ku sendiri, aku putus asa semua tampak gelap hingga membuatku terlelap, akhirnya ada sebuah tangan yang berusaha menggapai ku, menarikku kembali, memberikan tangan yang dulu pernah terlepas dariku" akhirnya fatan mengeluarkan suaranya
__ADS_1
" iya... dia mengembalikan ayah padaku.. tidak bukan begitu tapi dia mengembalikan rasa percayaku pada ayah lagi, membuatku menggenggam tangan ayah yang pernah terlepas" lanjut fatan membuat tuan hendra tertegun mendengarnya
" aku menyayangi ayah, sehingga membuatku tak ingin bergantung pada ayah lagi, aku hanya tak ingin terluka lagi ayah" balas fatan
" maaf ayah" lanjut fatan
" seharusnya ayah yang meminta maaf padamu" ucap tuan hendra
" aku permisi ayah, aku tak ingin mengingatnya lagi, itu terlalu menyakitkan" balas fatan pamit meninggalkan tuan hendra yang masih duduk di teras
" apa kau sekecewa itu pada ayah" pikir tuan hendra setelah ia ditinggalkan sendirian
Kini fatan telah tiba di kamarnya, ia sedang membenahi perasaannya yang sempat hampir kacau karena pembicaraan dengan tuan hendra tadi yang membahas masa lalunya, fatan hendak menghubungi fina karena ia sangat membutuhkannya saat ini namun ia urungkan setelah mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok..tok.. terdengar ketukan di depan pintu kamar fatan
" tuan muda" ucap seorang pelayan pria dari balik pintu
" saya riki tuan muda, hanya ingin menanyakan apakah tuan muda membutuhkan sesuatu?" ucap pelayan pria yang ternyata adalah riki sebagai alibi untuk bisa berbicara dengan fatan agar tak di curigai, mendengar nama riki fatan langsung membuka pintu, setelah membuka pintu fatan mendapati riki tak sedirian ia datang dengan seorang pelayan wanita.
" kami datang untuk menanyakan apakah tuan muda membutuhkan sesuatu?" tanya riki lagi
" saya butuh kau saja, sedangkan dia silahkan pergi" ucap fatan meminta pelayan wanita itu pergi karena ia hanya membutuhkan riki, para pelayan disana sudah mengerti tentang sikap fatan yang tak nyaman bila pelayan wanita dirumah itu terlalu sering berbicara padanya.
" baiklah tuan muda saya permisi dulu" pamit pelayan wanita itu dengan sedikit membungkuk dan pergi meninggalkan kamar fatan
" kenapa kau datang denganya?" tanya fatan setelah riki masuk kekamarnya dan fatan mengunci pintunya
__ADS_1
" mereka bersikeras untuk bertanya apakah tuan muda membutuhkan sesuatu atau tidak, namun karena mereka tau tuan muda tak merasa nyaman dengan pelayan wanita jadi mereka meminta bantuan saya yang kebetulan ingin menemui tuan muda" jawab riki
" oke...oke.. saya mengerti, sekarang kita lanjutkan pembicaraan kita sebelumnya" balas fatan
" baiklah tuan muda, untuk alasan itu juga saya datang kemari" balas riki
"apa yang sudah kau dapatkan?" tanya fatan langsung
" saya sudah mencari kesetiap tempat dan tak menemukan apapun tuan muda" jawab riki
" tapi ada beberapa tempat yang saya belum pernah masuki sebelumnya" lanjut riki
" tempat apa?" tanya fatan
" kamar tidur dan ruang kerja tuan hendra, hanya dua tempat itu yang belum pernah saya periksa" jawab riki
" kamar tidur... tidak mungkin ayah menyimpan dokumen disana, jadi yang terakhir adalah ruang kerja ayah, tapi bagaimana mencarinya disana, dengan sekali percobaan, jika kita masuk beberapa kali pasti akan ketahuan jika kita sedang mencari sesuatu" ucap fatan memikirkan cara bagaimana ia bisa menggeledah ruang kerja tuan hendra.
"saya akan memeriksanya dengan cepat karena itu keahlian saya, apakah tuan muda bisa menyusupkan saya kedalam sana?" tanya riki yang memang ahli dalam hal mencari bukti dengan cepat, soal bukti tentang keberadaan fauzan juga adalah hasil penemuan riki dan dika
" itu soal mudah, sekitar pukul sebelas nanti ayah pasti akan tidur saat itu saya bisa membawamu masuk kesana" balas fatan
" baiklah tuan muda kita akan bergerak jam sebelas malam nanti" ucap riki,
Diketahui bahwa hanya bik mia dan pak budi saja yang bisa masuk keruang kerja tuan hendra dengan bebas untuk membersihkannya, karena tuan hendra sangat tak suka jika ada pelayan lain yang masuk kesana tanpa seijinnya.
Bersambung....
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir, selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗