Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 179 Setelah Penantian Yang Pajang


__ADS_3

Fina dan fatan sedang berada di tempat yang akan fina jadikan toko kuenya itu, setelah sebelumnya mereka makan siang, sementara supir yang mengantar fina sebelumnya menunggu di kantor karena fina pergi dengan fatan.


" apa kamu suka tempatnya?" tanya fatan setelah mereka melihat-lihat bagian dalam tempat itu yang tak terlalu besar dan letaknya cukup strategis


" tempatnya bagus kak... lentaknya juga cukup strategis" jawab fina yang terlihat suka dengan tempat itu


" iya... jalan ini juga searah dengan kantor saya" balas fatan yang memang sengaja mencari tempat yang searah dengan kantornya, agar fina bisa pergi dengannya saat akan ke toko


" kakak sengaja ya?" goda fina


" tidak hanya kebetulan saja" balas fatan menutupi


" hihihi... sepertinya dia memang sengaja" ucap fina dalam hati merasa senang


" sudah yakin dengan tempat ini? tanya fatan lagi


" iya... yakin" balas fina


" ya sudah... saya akan urus semuanya, dan soal keperluan untuk toko katakan saja saya juga akan urus itu" ucap fatan


" terimakasih ya kak... aku sangat bersyukur kakak membantuku seperti ini" ucap fina


" itukan memang tugas saya" balas fatan


" hehehe... sayang kakak banyak-banyak" ucap fina diiringi senyum manisnya sembari memeluk lengan fatan, hal itu mampu membuat pria itu merasa senang sekaligus malu


" ehem... jika sudah tak ada apa-apa kita bisa pergi sekarang" ucap fatan berusaha tetap terlihat berwibawa


" sepertinya dia malu" ucap fina dalam hati menyadari hal itu


" tentu saja" balas fina setuju


" untuk karyawan... kamu lebih baik mencarinya sendiri, agar bisa memilih yang cocok denganmu" ucap fatan sembari mereka berjalan kearah mobil dan kemudian masuk


" untuk awal-awal ku pikir satu orang saja yang membantu kak..." ucap fina mengusulkan


" terserah kamu saja" balas fatan yang menyerahkan urusan itu pada fina, sembari fatan mengemudikan mobilnya meninggalkan tempat itu dan menuju arah kantor fatan


" aku berharap bisa mengajak meri bekerja disini bersamaku... bagaimana pun juga dia adalah teman yang paling dekat denganku" ucap fina terlihat sedih


" kamu kan sudah memeriksa ke kosnya dan dia sudah pindah... dari tempat kerjamu juga begitukan" ucap fatan


" iya kak... aku sudah ke kosannya tapi dia sudah pindah dan juga dia sudah tak bekerja di cafe lagi... sudah sering ku hubungi tapi tak tersambung..." balas fina yang terlihat merindukan temannya itu

__ADS_1


" apa kamu ingin mencarinya?" tanya fatan


" tidak... aku yakin dia baik-baik saja" jawab fina yang terlihat sangat mempercayai kata-katanya sendiri


" baiklah... terserah kamu saja" balas fatan


Beberapa saat kemudian mereka telah tiba di perusahaan fatan.


" kamu akan langsung pulang atau mau pulang bersama saya nanti?" tawar fatan untuk fina mampir dan pulang bersamanya nanti


" aku langsung pulang saja kak..." balas fina yang tak ingin menganggu fatan saat bekerja


" baiklah" balas fatan mengerti


" maaf ya saya masih punya pekerjaan... saya tidak bisa mengantarkan mu pulang" ucap fatan setelah mengantarkan fina menuju mobil yang membawanya dari rumah tadi


" iya tidak apa-apa kak" balas fina


" pak tolong hati-hati di perjalanan" pesan fatan pada supirnya


" baik tuan muda" balas sang supir


" hati-hati dijalan, kabari saya jika sudah tiba dirumah" ucap fatan sembari membukakan pintu mobil untuk fina


" iya kak... aku pergi ya" pamit fina


" ada baiknya juga meri pergi begini... bukannya aku tidak tau dia dimana, sebelumnya dia sudah pernah mengatakan akan pergi... aku harus menghilangkan jejak keterkaitan ku dengan bu lili" pikir fina di dalam mobil


🌹Di Tempat Dika


Setelah mendapatkan data dari ponsel pria yang bertemu dengan fatma itu yang diketahui bernama rio purwanto... kini dika dan radif sedang menelisik isi dari ponsel itu dan menemukan sesuatu yang menarik... sebelum ia melaporkannya pada jimy ia akan menahan informasinya selama beberapa hari lagi agar bisa mendapatkan bukti lebih akurat akan keterkaitan antara fatma dan pria bernama rio ini.


" kena kau... hihihi..." dika merasa senang setelah penantian lama akhirnya ada celah


" nah sekarang tugasmu sudah selesai... mulai dari sini biar saya saja... terimakasih sudah membantu" ucap dika pada radif


" tak masalah" balas radif


" oiya bukakah tugasmu sebelumnya sudah selesai juga.. apa kau akan segera kembali?" tanya dika perihal tugas radif sebelumnya


" tidak... saya masih harus membantu riki sebentar" balas radif yang bertugas sebagai adik riki sekarang


" begitu ya..." balas dika mengerti

__ADS_1


" baiklah saya akan pergi sekarang...." pamit radif yang akan segera pergi dari tempat dika


" oke... berhati-hatilah... terimakasih atas bantuannya" balas dika lagi


" ah iya tolong sampaikan tentang ini pada bagas ya... setelah selesai saya akan mengatakan rinciannya" pesan dika pada radif sebelum pria itu benar-benar pergi dari sana


" oke" balas radif mengerti


🌹Butik Bagas


Sementara itu di sisi bagas ia kedatangan tamu tak di undang ke butiknya, yaitu tuan hendra dan lili serta pak budi


" sungguh keberuntungan bisa mendapatkan pengujung yang luar biasa" ucap bagas saat melihat tuan hendra sedang melihat-lihat koleksinya bersama sang istri, mendengar itu tuan hendra menoleh ke asal suara dan mendapati pria berkumis tipis yang sangat modis berdiri disana


" ah mohon maaf seharusnya saya memperkenalkan diri... saya bagas putra pemilik butik kecil ini" ucap bagas memperkenalkan diri dengan sopan


" dia orangnya?" pikir tuan hendra setelah melihat bagas.. tujuannya kesana memang untuk melihat bagas secara langsung untuk mengetahui seperti apa dia


" ah betapa tidak sopannya saya membiarkan nyonya seperti ini... kau tolong antarakan nyonya melihat koleksi terbaik kita" ucap bagas pada sekretarisnya


" baik pak" balas sang sekertaris mengerti


" bagaimana kalau kita duduk di ruangan saya sembari menunggu nyonya melihat koleksi kami tuan?" bagas menawarkan tempat beristirahat untuk pria tua itu, tanpa menolak kesempatan tuan hendra pun setuju, ia bersama pak budi menuju ruangan bagas dan bersantai disana menunggu lili


" silahkan duduk tuan... maaf seadanya..."ucap bagas mempersilahkan tuan hendra duduk setelah mereka tiba di ruang kerja bagas


" tempat ini cukup bagus" ucap tuan hendra


" bagaimana tidak inikan mall milik tuan" balas bagas sedikit tertawa kecil


Bagas yang sadar bahwa pertemuan mereka bukan kebetulan langsung teringat akan ucapan pak budi yang pernah mengatakan bahwa ia pernah memberitahukan tentang bagas pada tuan hendra


" sepertinya dia datang untuk melihatku ya" pikir bagas


" aku jadi ingin sedikit bermain-main. hihihi" masih dalam pikiran bagas


" hmmm bagaimana ya.. apa langsung saja.. atau kode saja" bagas masih memikirkan bagaimana ia akan bermain-main dengan tuan hendra, pada akhirnya ia memutuskan untuk langsung saja


" apa tujuan anda menemui saya?" tanya bagas langsung dengan serius


" ternyata kau cukup pintar" balas tuan hendra menyeringai


"setelah apa yang terjadi bagaimana mungkin anda tidak tau siapa saya kan... pasti pria yang berdiri di belakang anda sudah mengatakan siapa saya.. itulah sebabnya anda ingin melihat saya secara langsung" ucap bagas yang terlihat juga sudah menunggu akan hari bertemu dengan tuan hendra secara langsung dengan indentitas yang sudah terungkap

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2