Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 190 Kasih Sayang


__ADS_3

Mereka kini telah tiba dirumah, fatan sigap menggendong tubuh fina untuk masuk ke dalam, meskipun fina tak ingin di gendong karena sudah merasa baikan, tapi karena fatan bersikeras akhirnya fina menurut agar fatan tak kecewa dan berdebat dengannya


" nak fina tidak apa-apa.. ibu sangat khawatir?" bik rani menghampiri fatan dan fina yang telah tiba di rumah dengan perasaan cemas


" dia sudah baik-baik saja bu" jawab fatan


" syukurlah" bik rani merasa lega setelah mendengar bahwa fina baik-baik saja, begitu pula dengan yang lainnya


Fatan melanjutkan langkahnya menuju kamar fina untuk mengistirahatkan gadis itu di kamarnya, bik rani membukakan pintu kamar fina.. lelaki itu masuk sembari menggendong tubuh mungil kekasihnya dan meletakkannya di atas ranjang


" istirahatlah" ucap fatan, gadis itu hanya mengangguk saja tak ingin berdebat dan menikmati perhatian pria tampan berambut panjang itu


Fatan meninggalkan kekasihnya itu untuk istirahat dan dia akan membersihkan dirinya dulu, sebab sejak semalam ia bahkan belum mengganti pakaiannya


" fyuh... capeknya" gumam fatan sembari meregangkan otot-ototnya yang kaku


" olahraga sebentar kali ya" fatan menuju tempat khusus yang memiliki peralatan olahraga lengkap, ia melakukan pemanasan dan berolahraga raga selama beberapa waktu hingga keringat membasahi kaosnya dan juga kepalanya, rambut panjangnya hingga lepek karena keringat


" hufh... sudah cukup untuk hari ini" setelah merasa cukup fatan menyudahi berolahraganya dan mengambil handuk untuk mandi


Pria itu masuk dan berendam sebentar dengan air dingin di bak mandi untuk menenangkan dirinya, entah karena alasan apa kali ini yang membuat kepalanya panas dan perasaannya tak karuan.. di samping itu ia juga merasa lega


" ku pikir aku akan kehilangan seseorang lagi" gumam fatan memikirkan kembali saat ia begitu cemas tadi malam mendapati kekasihnya demam tinggi


" syukurlah dia baik-baik saja... aku harus menjaganya dengan baik agar dia tidak terluka karena apapun" fatan bertekad akan membuat fina bahagia


Setelah menyelesaikan ritual mandinya dan merapikan diri, fatan kembali ke kamar fina untuk melihat keadaan gadis itu karena pria itu memang ingin memastikan secara langsung bahwa kekasihnya sudah membaik dan istirahat dengan baik


"cklek..." fatan membuka pintu kamar fina setelah tiba disana dan melihat kekasihnya itu telah tertidur, fatan memeriksa suhu tubuh kekasihnya itu dengan menempelkan tangannya di kening gadis itu

__ADS_1


" sepertinya dia benar-benar sudah membaik" gumam fatan


Segera setelah memeriksa kondisi kekasihnya fatan meminta bik rani untuk mengawasi gadis itu


" bu.. saya akan ada di taman belakang... tolong panggil saya jika dia sudah bangun" pesan fatan pada bik rani


Sebenarnya pria itu ingin menemani fina di kamarnya namun ia tak ingin gadis itu merasa terganggu dan ia lebih memilih duduk di taman belakang yang merupakan tempat kesukaannya, tentu saja dengan di temani buku yang belum selesai ia baca, karena ia juga sedang ada dirumah pria itu mengambil waktu untuk istirahat juga dari pekerjaan yang selalu ia kerjakan


" wah tuan muda tidak akan bekerja hari ini?" ucap riki setelah melihat fatan datang ke taman belakang


" tidak" jawab fatan singkat


" syukurlah nyonya baik-baik saja... saya sempat khawatir setelah mendengar nyony masuk rumah sakit" riki mengutarakan rasa leganya setelah mengetahui fina baik-baik saja


" saya juga bersyukur untuk itu" balas fatan


Fatan kemudian mengambil bukunya yang belum selesai ia baca, meneguk sekali itu adalah buku terakhir pemberian sahabatnya yang kini telah pergi untuk selamanya meninggalkan dunia, setidaknya itulah yang diketahui fatan soal sahabatnya, pria yang tak sengaja di kenal oleh fatan karena pertemuan yang kebetulan.


Siapa yang tau fatan.. seorang pria yang terkenal berhati dingin ternyata sangat rapuh terlebih setelah ia dikhianati begitu dalam oleh orang yang ia sangat percayai.


Sekelebat bayangan tentang masa lalu kerap muncul di ingatan fatan, baik itu tentang kenangan berburuk ataupun kenangan terbaik tentang sahabatnya, pria yang tak sengaja ia temui kini menjadi sosok terpenting dalam hidupnya, hingga pria itu menbawa seorang wanita yang kini menjadi salah satu dari orang penting di hidup fatan, meskipun ia tau kedua orang itu takkan menempati tempat yang lainnya selain tempat yang disediakan fatan untuknya, seperti halnya fina, tak semua hal bisa diisi oleh fina begitu pula dengan jimy.


Jika kau tak menghargai hidupmu sendiri setidaknya jaga hidupmu untuk orang-orang yang menganggap itu penting.. itulah kalimat yang sering di ucapkan jimy saat marah karena mendapati fatan mencoba mengakhiri hidupnya, meskipun berulangkali sahabatnya itu marah fatan masih melakukannya jika ia merasa tak sanggup menghadapi masalah.


" tuan muda... nak fina sudah bangun" lamunan fatan buyar setelah bik rani memanggilnya


" saya akan kesana" balas fatan


Pria itu bangkit dari tempat ia duduk dan menuju kamar tempat kekasihnya beristirahat, yang merupakan kenangan terakhir dari sahabatnya

__ADS_1


" boleh saya masuk?" ucap fatan dari balik pintu setelah tiba di depan pintu kamar kekasihnya


" masuk saja kak" terdengar suara fina dari dalam mempersilahkan pria itu masuk


" bagaimana keadaan mu?" tanya fatan setelah ia masuk


" aku sudah baik-baik saja kak" balas fina sembari tersenyum


" apa kamu ingin sesuatu?" tanya fatan barangkali fina menginginkan sesuatu


" tidak... aku tidak ingin apa-apa" balas fina sembari menggelengkan kepalanya


" em... boleh kakak temani aku disini?" tanya fina yang ingin di temani fatan


" tentu saja" jawab fatan yang kemudian duduk di sisi rajang


Fina menyenderkan kepalanya ke dada bidang pria itu, fatan tak menolak dan membiarkan fina seperti itu karena ia telah menerima kehadiran gadis itu di hidupnya


" kenapa jadi manja begini?" ucap fatan


" tidak boleh ya?" tanya fina yang hendak mengangkat kepalanya dari dada fatan


" tidak apa-apa" balas fatan yang melanjutkan membaca bukunya dengan posisi fina setengah memeluknya,


Gadis itu kembali memejamkan matanya, ia merasa sangat senang bisa bermanja dengan fatan seperti ini, meskipun pria itu terbilang sangat dingin namun dengan fina pria itu sangat hangat seperti es yang mencair terkena sinar matahari.


Fatan juga merasa senang melihat fina yang bermanja dengannya, meskipun pria itu kerap membaca novel romansa tapi ia terbilang kaku soal cinta setidaknya setelah kepedihan yang ia rasakan dahulu.


" terimakasih jimy..." gumam fatan yang tak terdengar oleh siapapun pun

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2