Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 215 Ayo Kita Mulai


__ADS_3

Jimy Adhitama.. seseorang yang telah di nyatakan mati beberapa bulan yang lalu kini sedang menjejakkan dirinya di perusahaan yang ia bangun bersama sahabat terbaiknya, setiap mata yang melihatnya terbelalak tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, bos kesayangan mereka yang telah mati itu kini berdiri dihadapan mereka dengan gagahnya.


" itu... itu... pak jimy kan?" sang resepsionis sangat terkejut melihat kehadiran jimy di sana


" glek!!!..." seorang karyawan lainnya menelan salivanya dengan kasar melihat sosok jimy, dan saking melempar pandangan dengan sang resepsionis


" dia..dia.. dia tersenyum" ucap sang resepsionis yang sekarang lebih mengarah ke rasa takut melihat jimy


"apa hantu ada pada siang hari?" tanya sang resepsionis pada karyawan tadi


" entahlah.." balas karyawan itu yang juga takut, sementara yang lain yang melihat hanya berdiam diri karena takut, jimy melangkah menuju meja resepsionis


" glek!!! dia.. dia.. berjalan mendekat" sang resepsionis menelan salivanya dengan kasar melihat jimy yang melangkah mendekat


" selamat siang" sapa jimy diiringi senyum manis setelah berada tepat di depan meja resepsionis


" glek!!! si..siang" balas sang resepsionis


" hantu pak jimy tolong jangan sakiti saya... saya tudaky melakukan apa-apa" teriak resepsionis itu sembari mengatupkan kedua tangannya di atas kepalanya sembari menunduk dan menutup matanya, terlihat ia sangat gemetar, begitu juga dengan yang lainnya yang bersembunyi, ada yang menutupi dirinya dengan temannya, dengan meja atau menutup wajahnya dengan kertas saja


" apa? hahahaha" jimy tertawa melihat reaksi sang resepsionis yang terlihat sangat ketakutan


" prang!!!" terdengar suara sesuatu yang jatuh ke lantai, semua mata tertuju pada asal suara itu, ternyata itu heni yang tak sengaja menjatuhkan cangkir ke lantai karena melihat jimy sedang berdiri di depan meja resepsionis


" ah.. heni.. saya kesini untuk bertemu dengan mu" ucap jimy setelah melihat heni yang masih terpaku disana menatap dirinya


" pak..pak.. pak jimy?" ucap heni


" ya ini saya... apa kau tidak mengenali saya.. semua orang juga tampak terkejut melihat saya.. kenapa ya?" ucap jimy dengan santainya


" anda kan sudah mati?" ucap sang resepsionis meskipun masih menahan takutnya


" ah benar juga hahahaha" jimy malah tertawa mendengar penuturan sang resepsionis


" soal itu ya.. saya belum mati kok.. ini buktinya saya masih berdiri di depan kalian semua.. jadi jangan takut saya manusia bukan hantu" ucap jimy


" ba..ba.. bagaimana kami bisa percaya?" celetuk karyawan lain


" mendekatlah dan sentuh saja saya..." balas jimy


" nah kau.. coba sentuh tangan saya" ucap jimy mengulurkan tangannya pada sang resepsionis karena ia berada paling dekat dengannya


" glek!!" sang resepsionis tampak ragu


" sentuh saja agar kalian bisa percaya saya masih manusia" balas jimy

__ADS_1


" o..oke.." balas sang resepsionis, mendekatkan tangannya pada tangan jimy dan akan menyentuhnya, tangay sang resepsionis itu tampak sangat gemetar, sembari menutup mata ia menyentuh tangan jimy


" grep!!" sang resepsionis meletakkan tanganya di tangan jimy dan kemudian membuka matanya setelah ia merasakan sensasi hangat tangan jimy


" dia benar-benar manusia!!" teriak sang resepsionis


" ini benar-benar pak jimy.." lanjut sang resepsionis


" wah!!!" semuanya mendekat melihat jimy lebih jelas


" anda benar-benar pak jimy kan?" tanya karyawan lain


" tentu saja.. sentuh saja jika kau tak percaya" balas jimy kembali mengulurkan tangannya


" tapi waktu itu anda sudah mati kan?" lanjut tanya karyawan itu


"ah soal itu kalian akan tau sendiri nanti.. saat ini saya datang untuk berbicara dengan heni" balas jimy


"mari kita bicara di ruangan fatan" lanjut jimy


" ah pak soal pak fatan.." ucap heni


" saya tau" potong jimy


" jadi ayo berbicara dengan saya sebentar" lanjut jimy


" baik pak" balas heni


" hufh.. rindunya dengan ruangan ini, tidak ada yang berubah ya" ucap jimy begitu tiba di ruang kerja fatan dan langsung mendudukan dirinya pada sofa yang biasa ia gunakan untuk berbaring


" nah duduklah" jimy mempersilahkan heni untuk duduk


" bagaimana kabar pak fatan pak?" ucap heni setelah ia duduk


" dia benar-benar tidak baik sekarang.." balas jimy


" lagi pula pasti bukan itu yang ingin kalian ketahui kan.. dibandingkan kabarnya kalian pasti ingin tau apa yang terjadi saat hari pernikahan itu" lanjut jimy


" sejujurnya para karyawan juga banyak yang termakan kabar yang beredar di internet" balas heni yang tak menutupinya


" itu wajar saja sih... mereka kan tidak tau apa yang terjadi saat itu" balas jimy memakluminya


" nah berarti kalian juga harus melihat berita yang menggemparkan di internet sebentar lagi" lanjut jimy


" ini akan menjadi titik pembuktian dan penerangan dari apa yang sebenarnya terjadi saat hari pernikahan" lanjut jimy menjelaskan, heni mendengarnya dengan seksama dan penasaran apa yanh di maksud jimy

__ADS_1


" mari berhenti membicarakan itu.. saya datang bukan untuk hal itu" ucap jimy


" baik" balas heni


" nah saya datang untuk mengatakan bahwa saya mengambil alih posisi fatan untuk sementara waktu karena dia benar-benar tak bisa bekerja sekarang" jelas jimy terkait maksud kedatangannya hari ini


" baik pak" balas heni mengerti


" nah sebarkan kabar juga bahwa jimy telah kembali" ucap jimy


" baik pak" balas heni


" anu pak.. " ucap heni ragu


" katakan" balas jimy


" sejak beberapa hari terakhir para klien mempertanyakan pak fatan.. mungkin mereka juga merasa cemas atas kabar yang beredar di internet" jelas heni


" jika mereka ingin bertemu atur saja pertemuannya, untuk sementara saya akan mengatasinya" balas jimy


" baik pak" balas heni


" saya tidak akan ada di kantor setiap hari.. hanya jika ada sesuatu yang sangat penting kau bisa hubungi saya.. jika masih bisa kau tangani maka tangani sendiri.." jelas jimy


" baik pak" balas heni


" nah kalau begitu saya akan pamit sekarang" ucap jimy bangkit dari duduknya


" bapak ingin pergi sekarang?" tanya heni


" iya saya harus segera kembali.. fatan sangat dalam kondisi yang tidak baik sekarang.. saya tidak bisa meninggalkannya lama-lama" jelas jimy


" apa kondisi pak fatan separah itu?" tanya heni khawatir


" sangat buruk.. dia menjadi seperti mayat hidup sekarang" jawab jimy, heni terkejut mendengarnya


" nah baiklah saya pamit dulu ya.. hubungi saya jika ada sesuatu yang penting" lanjut jimy sembari melangkah keluar ruangan bersama heni


" boleh saya melihat kondisi pak fatan pak?" tanya heni


" entahlah lebih baik tidak untuk sekarang" balas jimy


Setelah berbicara dengan heni jimy langsung oetgiy meninggalkan perusahaan, untuk segera kembali rumahnya.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2