
fatan dan tuan hendra masih berada diruang kerja tuan hendra
" ayah...ayah apa ayah mendengar saya" ucap fatan yang memanggil tuan hendra berkali-kali
" apa" jawab tuan hendra dengan terkejut
" ayah melamun sejak tadi apa ada yang ayah pikiran" tanya fatan yang melihat tuan hendra melamun cukup lama
" jadi saat aku mengatakan kebenaran itu hanya ada dalam bayangan ku saja... sepertinya aku belum cukup berani untuk mengatakannya..." pikir tuan hendra
" ayah.." panggilan fatan lagi yang membuat tuan hendra tersadar dari lamunannya lagi
" ya apa" jawab tuan hendra yang tersadar dari lamunannya lagi
" sepertinya ayah sedang banyak pikiran... ayah istirahat saja kita akan bicara lagi begitu ayah dalam kondisi yang baik" ucap fatan
" sepertinya begitu..." ucap tuan hendra yang benar-benar tak bisa melanjutkan pembicaraan ini
" kalau begitu saya permisi dulu ayah" pamit fatan
" tunggu sebentar... apa kau sedang sibuk sekarang" ucap tuan hendra sebelum fatan pergi dari ruang kerjanya
" tidak ayah... " jawab fatan
" jika bisa tinggal beberapa hari disini" ucap tuan hendra
"saya akan pertimbangkan... kalau begitu saya permisi" jawab fatan dan pergi dari ruang kerja tuan hendra
" anak itu tumbuh sangat hebat sekarang... tapi sayang dia masih sendiri aku jadi tidak tenang jika pergi sebelum melihat ada seseorang yang bisa mengurusnya dengan baik" ucap tuan hendra dalam hati saat melihat fatan pergi dari hadapannya
" aku tidak tau harus mengatakan apa tentang dirinya... aku tak bisa mengatakannya secara langsung.,. bagaimana jika dia marah dan pergi meninggalkan ku... apa aku masih berhak atas dirinya setelah apa yang dilakukan istriku padanya wajar saja jika dia membenciku... ayah tidak tau harus berkata apa tapi ayah menyayangi mu dan maaf atas perlakuan ibu padamu" ucap tuan hendra dalam hati sambil menangis
sementara itu ternyata lili menguping pembicaraan fatan dan tuan hendra...
" apa pembicaraan mereka hanya sampai disini... sangat tidak penting... sia-sia saja aku menguping pembicaraan mereka... tapi tunggu dulu tidak mungkin jika fatan datang kemari hanya untuk membicarakan hal tidak penting seperti ini apa yang sebenarnya mereka rencanakan" pikir lili
" ayah sangat aneh tidak mungkin beliau memanggil ku hanya untuk pembicaraan seperti ini sebaiknya aku tinggal beberapa hari disini sesuai permintaan ayah" pikir fatan yang sedang berjalan menuju kamarnya... secara tidak sengaja ia pun melihat fina di sekitar sana dan langsung menghampirinya
__ADS_1
" ehemm" fatan berdehem saat sudah berada di dekat fina... fina yang mendengar itu langsung berbalik dan melihat siapa yang bersuara ternyata itu fatan
" sedang apa.anda disini" tanya fina begitu ia melihat fatan
" apa yang sedang kau lakukan" tanya fatan kembali
" tidak ada hanya ingin mencari sesuatu untuk dimakan" jawab fina
" begitu... dapur ada di sebelah sana" ucap fatan yang menunjukkan arah dapur pada fina
" ok .. terimakasih" ucap fina yang akan langsung pergi dari hadapan fatan
" tunggu sebentar" ucap fatan saat fina akan pergi dari hadapannya
" kebetulan sekali kau ada disini saya hanya akan mengatakan jika kita akan tinggal beberapa hari lagi disini" ucap fatan dan langsung pergi meninggalkan fina disana
" apa... apa-apaan itu... kita akan tinggal beberapa hari lagi disini.... hanya itu apa dia tidak bertanya apa aku setuju atau tidak dasar" gerutu fina sambil menurunkan gaya bicara fatan padanya tadi
kini fatan telah berada dikamarnya ponselnya berdering tanda ada seseorang yang menelponnya... fatan langsung mengambil ponsel yang ia taruh di atas ranjang saat ia sedang mandi ia melihat nama yang tertera disana adalah jimy..
" aku hanya ingin mengatakan bahwa masalah di perusahaan cabang sudah selesai" jawab jimy di balik telpon
" baguslah" balas fatan
" sepertinya aku akan tinggal beberapa hari lagi disini..." lanjut fatan
"apa yang terjadi" tanya jimy
" tidak ada apa-apa itu hanya permintaan ayah saja" jawab fatan
" kau tau ayahkan beliau tidak akan memanggil jika bukan hal yang penting... tapi hingga saat ini ayah belum bicara apapun itu membuatku khawatir jadi aku memutuskan untuk tinggal beberapa hari lagi" lanjut fatan
" baiklah aku akan urus semua disini selagi kau pergi..." balas jimy
" kau tidak akan kemari" tanya fatan
" sepertinya tidak kau tidak sendirian disana biarkan aku mengurus kantor selagi kau pergi... jika ada apa-apa kau taukan kalau kau bisa menghubungi ku kapan saja" ucap jimy
__ADS_1
" ku serahkan urusan disana padamu... aku janji akan baik-baik saja disini... aku sudah terlalu merepotkan mu" balas fatan
" kau tidak merepotkan ku sama sekali" balas jimy
" apapun itu aku sangat berterima kasih padamu" ucap fatan
" sudahlah... sampai jumpa lagi" balas jimy dan menutup panggilan telponnya
jimy yang sedang berada di apartemennya setelah menutup telpon dari fatan
" aku senang bisa melakukan semuanya untuk mu... kau tau aku selalu ingin melihat senyuman di wajahmu karena itu membuatku tetap bahagia... aku sudah mengikuti mu sejak lama dan takkan ku biarkan kau terluka aku janji untuk itu" gumam jimy
" kuharap kau bahagia dan ini adalah pilihan yang tepat untukmu" lanjut gumam jimy dengan diiringi senyum manisnya dan ia pun terlelap dalam tidurnya
saat fatan selesai berbincang dengan jimy melalui telpon karena ia baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya tiba-tiba lili masuk kekamarnya
" apa perlu ku bantu mengeringkannya" ucap lili... fatan yang mendengar suara yang begitu ia kenal langsung berbalik melihat lili
" kenapa kau disini" tanya fatan dengan menahan kesal
" ayolah sayang aku datang untuk melihatmu... aku merindukanmu" ucap lili sambil berjalan mendekati fatan... sontak fatan mundur beberapa langkah agar tak dekat dengan lili
" hentikan itu... kita sudah berakhir dan kau penyebabnya... apa kau tidak takut suamimu tau kau disini" ucap fata dengan kesal
" ayolah dia sudah tidur apa kau tidak merindukanku sama sekali aku tau kau belum bisa melupakan ku" rayu lili pada fatan... lili terus berjalan mendekati fatan sementara fatan terus menghindarinya
" kau tau aku sangat membencimu sekarang jangan buang waktuku dan pergi dari sini" ucap fatan masih dengan kesal yang semakin bertambah
" cintamu padaku tak sebesar rasa bencimu... aku datang hanya untuk menyapa jika kau butuh aku kau bisa menghubungi ku.... dah sayang" ucap lili dan pergi meninggalkan fatan
" wanita sintig" gerutu fatan dengan kesal
bersambung......
selamat menikmati 😁
salam.manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
__ADS_1