
Setelah selesai mengeksekusi salah satu jari manis milik rian dika langsung beralih ke dion yang berada di sisi kiri rian
" satu pertanyaan... kenapa kau menganggunya?" tanya dika pada dion terkait alasanya merundung fatan terus menerus selama ini
" i.. itu.. anu.. anu" dion terlanjur takut menjawab pernyataan dika setelah melihat apa yang terjadi pada rian
" jawab yang benar" dika mengintimidasi dion dengan tatapannya
" wajar saja dia mendapatkannya... dia telah melakukan pelecehan di masa lalu terhadap beberapa wanita dan juga menggunakan narkoba" jawab dion kemudian
" bukti sudah menunjuk bahwa dia bersih dari semua tuduhan" balas dika kembali mengingatkan, seperti sebelumnya dika mengarahkan pisau ke tangan kiri dion kini ia menargetkan jari kelingkingnya, tanpa basa-basi ia langsung mengeksekusinya
" aaaaaaaaa!!!!" dion berteriak kesakitan setelah jarinya terpotong
" bajingan... psikopat... bangsat kau!!" upat dion sembari merintih kesakitan tentu saja dika tak peduli dengan upatan dion, kini ia bangkit dari hadapan dion dan melangkah menuju sisi kanan rian yang mana di sana terdapat reza yang sudah ketakutan melihat apa yang dilakukan dika pada kedua temannya
" hei...hei.. sedang apa kau.. jangan mendekat.. jangan mendekat" reza ketakutan setelah dika kini telah tepat di hadapannya
" satu pertanyaan... kenapa kau merundungnya?" kembali dika mengajukan pertanyaan terkait alasan reza menganggu fatan
" jika aku jawab kau akan tetap memotong salah satu jariku kan... lebih baik aku tidak jawab saja" balas reza meskipun ketakutan
" kau tidak dalam kondisi memilih sekarang.. jawab saja" balas dika mengintimidasi reza
" a.aku tidak memiliki alasan khusus hanya mengikuti mereka saja" jawab reza asal kena
" kalau begitu baiklah" balas dika langsung mengeksekusi jari kelingking di tangan kiri reza
"aaaaaa!!!" teriakan reza mengisi seluruh ruangan
" tenang saja aku akan obati lukanya" kemudian ucap dika dengan santai setelah mengeksekusi masing-masing satu jari dari ketiganya, dika mengambil kotak P3K yang terletak di atas meja yak jauh darinya, dengan telaten ia mulai mengobati luka dari ketiga pria itu meskipun mereka menolaknya dan berusaha menendang dika
" jangan sentuh aku bangsat pergi sana... berani sekali kau melakukan ini padaku.. kau tidak tau siapa ayahku hah??" rian berontak saar dika mengobati lukanya
__ADS_1
" Bugh!!!" pukulan melayang di wajah rian
" diam sialan" balas dika
" oh ngomong-ngomong aku tau siapa ayahmu, kau anak dari pemilik bar terbesar di kota ini kan.. dan kedua orang itu anak dari mitra bisnis ayahmu" jelas dika dengan rinci siapa ayah rian membuat rian terkejut ternyata pria ini tau siapa ayahnya
" kau pikir aku tidak tau ayahmu juga orang yang sangat licik, kau sering melakukan tindakan keriminal tapi tak pernah du tangkap karena ayahmu punya koneksi yang bagus kan" lanjut dika membuat rian semakin melongo betapa terkejutnya ia ternyata pria di depannya ini tau siapa ayahnya dan seberapa besar pengaruhnya tetapi pria ini masih berani melakukan hal ini padanya
" ok aku sudah selesai" ucap dika selanjutnya, itu tanda bagi Bi dan M untuk melaksanakan tugas selanjutnya, Bi dan M masuk ke ruangan
" ingat jangan pernah menganggunya atau lain kali aku tak jamin hanya lehermu akan selamat dari pisau ku ini" ancam dika ketiganya mengangguk bersamaan
" satu hal lagi.. ingat kejadian ini baik-baik dan jangan sampai ada yang tau apalagi ayahmu itu.. jika ada orang lain yang terlibat kalian akan ku binasakan... kalian mengertikan??" lanjut dika mengancam ketiganya seperti sebelumnya mereka hanya mengangguk sangking takutnya dan juga rasa sakit yang mereka rasakan pada bekas potongan jarinya
" jangan hanya mengangguk seperti orang bodoh.. jawab!!!" dika menaikkan volume suaranya
" i..iya kamu mengerti" jawab rian mewakili ketiganya dengan penuh ketakutan
" Bi ... M selesaikan" perintah dika dan berlalu meninggalkan mereka di sana,
" sudah selesai kalian boleh pergi... terimakasih atas kerja samanya" ucap Bi sebelum turun dari mobil reza pada ketiga pria itu, setelahnya mobil yang du tumpangi Bi dan M sebelumnya melaju dengan kecepatan tinggi menembus dinginnya udara yang sebentar lagi pagi
Reza, rian dan dion, ketiganya tak saling bicara mereka hanya diam saja sepertinya masih tak percaya dengan apa yang terjadi bahwa beberapa saat yang lalu mereka telah di culik, jarinya di potong dan langsung di lepaskan begitu saja, ketiganya menyentuh bagian jari yang terpotong untuk memastikan ini bukan mimpi
" aku akan membalasnya" ucap rian penuh dendam
" aku mundur" balas dion takut dengan ancaman dika
" apa.. setelah apa yang dia lakukan kau mau membiarkannya begitu saja" balas rian marah dengan keputusan dion
" aku tidak ingin mati konyol... dulu aku mengikuti mu merundung si fatan itu karena dia tidak membalasnya dan itu sangat menyenangkan mempermalukannya di depan umum.. tapi sekarang lihat ini" balas dion meninggikan suaranya sembari menunjukkan luka di tangan kirinya
" sekarang sudah tidak menyenangkan.. aku mundur.. terserah kau jika mau cari masalah atau tidak tapi jangan bawa-bawa aku lagi" lanjut dion
__ADS_1
" argh!!" rian kesal
" kau?" tanya rian pada reza
" aku juga kapok" balas reza
" argh!!! apa-apaan kalian berdua ini setelah perlakuannya pada kita kalian diam saja... tenang kalian tau ayahku kan, beliau pasti bisa menyelesaikan pria sombong itu" rian masih membujuk reza dan dion untuk melanjutkan masalah ini
" kau tidak dengar ucapnya tadi dia bahkan tau ayahmu dan dia masih berani melakukan hal ini pada kita.. aku tidak ingin macam-macam dengan orang ini lagi dan juga si fatan itu" balas reza menolak kemauan rian untuk melanjutkan masalah ini lagi, dion mengangguk tanda setuju dengan ucapan reza
"terserah kalian saja" balas rian kesal
🌹 Tempat Jimy
Matahari pagi telah menyingsing, suara alarm membangunkan jimy yang tertidur pulas di ranjangnya, ia langsung bangkit dari tempat tidur dan menyegarkan dirinya di kamar mandi, setelah menyelesaikan semua aktivitas paginya, ia membuka kedai makanya, hanya ada lima pegawai di kedai makan yang tak terlalu besar itu, dua pelayan, satu koki untuk membantu jimy dan dua bagian pencucian dan bersih-bersih, pagi yang cerah menerpa tanamana mawar yang ada di depan kedai itu, pemandangan laut yang indah membuat semuanya tampak sempurna.
Jimy tengah menyirami beberapa tanaman mawar yang ia tanam di pot, seseorang mencarinya
" pak bos.. ada seseorang yang sedang menunggu pak bos di depan" salah satu pelayan kedainya memberitahukan hal itu pada jimy
" suruh dia kemari" balas jimy yang sudah menduga siapa yang datang
" baik pak bos" balas pelayan itu dan melenggang pergi
Tak berapa lama suara langkah kaki berhenti di belakang jimy
" cepat juga" ucap jimy tanpa menoleh pada orang di belakangnya
" ini hadiah mu" balas dika yang tepat berdiri di belakang jimy sembari menyerahkan sebuah kotak yang terbilang kecil pada jimy
Jimy berbalik dan menerima kotak itu dengan tersenyum manis pada dika.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗