
Pagi harinya seperti biasa fina datang ke kamar fatan untuk memasangkan dasinya, ketika tiba di hadapan fatan seketika air mata fina jatuh begitu saja tanpa kompromi setelah melihat sosok pria dingin yang kini berada di hadapannya, ia teringat tentang apa yang diceritakan jimy padanya semalam, seketika ia menghamburkan diri memeluk fatan sambil berusaha menyembunyikan air matanya dari fatan, mendapatkan perlakuan seperti itu fatan merasa kebingungan.
" ada apa denganmu?" tanya fatan yang berusaha melepaskan pelukan fina, namun fatan tak mendapatkan jawaban apapun ia hanya samar mendengar isakan tangis fina, seketika fatan melepas paksa pelukan fina hingga ia bisa melihat wajah fina yang kini dibasahi oleh air mata
" ada apa denganmu, kenapa menangis?" tanya fatan yang terlihat khawatir
" kakak pasti sangat kesulitan ya selama ini" ucap fina yang masih terisak
" apa??" ucap fatan yang tak mengerti maksud perkataan fina
Fina kembali menangis dan hanya bisa menundukkan kepalanya, fatan yang melihat itu semakin khawatir atas apa yang terjadi pada fina
" duduklah dulu... ini minumlah" fatan membawa fina duduk di sofa dan memberikan segelas air untuknya
" tenangkan dirimu dulu, lalu ceritakan pada saya apa yang terjadi" ucap fatan yang kini duduk tepat di sebelah fina
" kakak pasti sangat menderita selama ini kan" ucap fina masih dengan tangisnya
" apa maksud mu, coba katakan pelan-pelan" balas fatan yang berusaha menenangkan fina
" kakak tidak bersalah tapi masih harus menerima perlakuan buruk dari orang-orang" ucap fina yang berusaha menghentikan air matanya
" apa??" balas fatan yang terkejut dengan penuturan fina barusan
" jangan bilang dia mengetahui peristiwa itu" pikir fatan menebak apa yang fina maksud
"jimy mengatakan sesuatu padamu?" tanya fatan dengan harap-harap bahwa jimy tak memberi tahu apapun pada gadis ini, fina menganggukkan kepalanya menandakan bahwa jimy memang mengatakan sesuatu padanya
" sial!!" fatan mengusap kasar wajahnya
"fina tidak bisa membayangkan kakak bertahan dengan semua pandangan buruk orang-orang selama ini" ucap fina sembari menyeka air matanya yang saat ini sudah berhenti mengalir
"jadi dari tadi kau menangis karena hal itu?" tanya fatan memastikan, fina mengangguk mengiyakan pertanyaan fatan
" fina sedih, ternyata kakak pernah mengalami hal seburuk itu" balas fina
" astaga kau ini ada-ada saja, mengapa harus menangisi hal yang tidak penting begitu, sudahlah berhentilah menangis" ucap fatan sembari mengusap lembut puncuk kepala fina
" apa kakak baik-baik saja?" tanya fina yang kini sudah berhenti menangis
" saya baik-baik saja" balas fatan
" bagaimana mungkin kakak baik-baik saja dengan semua ini" balas fina meragukan
__ADS_1
" saya tidak bisa merubah cara berpikir seseorang, jadi biarkan saja mereka melakukan apa yang menurut mereka benar" balas fatan
" terimakasih sudah merasa khawatir tentang saya, sekarang berhentilah menangis" lanjut fatan menghapus air mata di wajah fina dengan tangannya
" saya akan terlambat" fatan memberi kode pada fina untuk segera memasangkan dasinya
" apa??" fina yang gagal paham maksud fatan
" dasinya" balas fatan melirik kearah dasi yang sedari tadi ada di tangan fina
" ah iya, maaf membuat kakak terlambat" balas fina salah tingkah karena malu dengan apa yang baru saja ia perbuat
" sekali lagi terimakasih telah khawatir, saya pergi dulu" pamit fatan sembari mengusap pelan puncuk kepala fina dan pergi meninggalkan fina yang masih berdiri disana
Fina hanya menatap sosok pria dengan rambut panjangnya itu melangkah keluar meninggalkannya yang masih terdiam disana, seketika pria itu sudah hilang dari pandangannya
" apa yang barusan aku lakukan?" ucap fina menyadari apa yang telah ia lakukan sembari menepuk-nepuk wajahnya
" kenapa aku menangis begitu melihatnya, seakan aku bisa merasakan penderitaannya selama ini" gumam fina mempertanyakan apa yang baru saja ia lakukan
Fatan mencari keberadaan jimy begitu ia tiba di kantor, ia hendak meminta penjelasan atas apa yang jimy lakukan dengan menceritakan semuanya pada fina, braakkk!!! fatan membuka pintu ruang kerja jimy dengan kasar membuat jimy yang sedang bekerja spontan menoleh kearah pintu dan melihat fatan yang sepertinya sedang marah
" dia marah mati aku" gumam jimy setelah melihat fatan berjalan kearahnya
" ehem... ada perlu apa kau kemari?" tanya jimy basa-basi
" apa alasan mu melakukan itu?" tanya fatan
" melakukan apa?" tanya jimy seolah tidak tau maksud fatan
" jimy!!" balas fatan geram
" apa kau ingin menghajarku, ayo lakukan saja, lakukan apapun sesuka mu!" balas jimy yang juga mulai meninggikan suaranya
" kenapa berhenti ayo pukul aku, pukul!!" ucap jimy dengan suara meninggi, melihat itu fatan membuang kasar nafasnya dan mendudukkan dirinya pada sebuah sofa yang berada di dekatnya
" kenapa diam?" tanya jimy lagi
" aku tidak melakukan kesalahankan, itulah sebabnya kau berhenti sekarang" ucap jimy yang mulai menurunkan nada bicaranya
" aku tau sebelum kau melakukan sesuatu kau pasti sudah mempertimbangkannya terlebih dahulu" ucap fatan
" kenapa tidak memberitahu ku terlebih dahulu?" tanya fatan
__ADS_1
" jika aku bertanya apa kau akan menyetujuinya?" balik tanya jimy
" entahlah" balas fatan
" aku tau kau takkan pernah mau bicara, jika kau terus menutup dirimu seperti itu bagaimana dia bisa mengerti dan memahami mu" ucap jimy
" maaf tidak seharusnya aku marah, selama ini kau melakukan apapun untuk ku dengan pertimbangan yang matang" ucap fatan lirih
" tidak, seharusnya akulah yang meminta maaf, aku tak meminta ijin mu terlebih dahulu sebelum memberitahunya" balas jimy yang merasa bersalah karena sudah bertindak terlalu jauh
" kau tau pagi ini dia menangis" ucap fatan
" menangis?" balas jimy
" iya, dia menangis... dia bilang dia merasa kasihan padaku setelah mendengar apa yang menimpaku" jelas fatan
" lalu bagaimana?" tanya jimy penasaran
" aku tidak tau harus merasa seperti apa, di satu sisi aku sangat senang mengetahui bahwa di mengkhawatirkan ku" ucap fatan dengan segaris senyum yang terlihat di bibirnya
" lalu apa yang kau pikirkan?" tanya jimy penasaran
" entahlah" balas fatan yang juga tak mengerti
" kau takut luka lama terbuka lagi?" tebak jimy, fatan hanya terdiam mendengarnya
" bukankah kau mencintainya?" tanya jimy memastikan bagaimana perasaan fatan pada fina
" aku suka saat berada di dekatnya dan saat melihat senyumannya" balas fatan yang tersenyum mengingat fina
" dia sudah menempati tempat kosong yang ada di sudut hatimu" balas jimy yang terlihat senang
" sepertinya begitu" balas fatan yang tak menolak ucapan jimy, mendengar itu jimy hanya tersenyum senang
" dasar sial" ucap jimy sembari berlari menuju toilet
" kau mengupatku!!" ucap fatan sembari mengangkat kepalanya yang sedari tadi ia menunduk, seketika ia tak menemukan jimy di hadapannya, terdengar suara dari arah toilet fatan langsung mengerti apa yang terjadi pada jimy, ia hanya diam saja menunggu jimy kembali
" kebiasaan buruk mu kambuh lagi?" tanya fatan setelah melihat jimy keluar dari toilet dengan membersihkan mulutnya yang basah
" hahahaha seperti biasa" balas jimy tertawa kecil
Bersambung....
__ADS_1
Hidup bukan saja tentang mengejar mimpi tapi juga mensyukuri 😊
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰