Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 134 Kembali


__ADS_3

Pagi ini fatan berencana akan kembali ke ibu kota karena urusan di kantor cabang telah selesai namun sebelum itu ia menyempatkan diri untuk memeriksa kembali apakah pria yang sebelumnya ia bebaskan dan ia beri pekerjaan benar telah datang ke kantor atau belum, setelah memastikan bahwa pria itu benar-benar datang dan mendapatkan pekerjaan kini fatan sedang dalam perjalan kembali menggunakan mobil terpisah dengan sekertarisnya seperti sebelumnya, perjalanan yang panjang dan membosankan serta rasa rindu yang dirasakan pria tampan itu terhadap kekasihnya membuatnya tak sabar untuk tiba di rumah pasalnya baru kali ini ia meninggalkan kekasihnya, dalam perjalanan fatan tak sengaja tertuju pada sebuah toko perhiasan ia pun langsung teringat belum membelikan barang apapun sebagai oleh-oleh untuk sang pujaan hati segera fatan pun meminta supirnya untuk berhenti di toko perhiasan itu


" pak kita berhenti sebentar di toko perhiasan itu" ucap fatan


" baik tuan muda" balas sang supir dengan sigap mengemudikan mobilnya memasuki area parkir toko perhiasan yang di maksud fatan, dimana heni yang datang menggunakan supir dan mobil kantor telah fatan minta untuk langsung pulang dan tak perlu menunggunya itulah sebabnya kini fatan hanya berdua saja bersama supirnya itu


Setelah mobil terparkir fatan turun dan langsung masuk ke toko perhiasan untuk mencari oleh-oleh untuk sang kekasih, fatan melihat-lihat perhiasan yang ada disana sembari membayangkan apa sekiranya yang cocok untuk kekasihnya, saat sedang melihat-lihat mata fatan tertuju pada sebuah anting kecil yang cantik dengan taburan berlian di atasnya, seketika fatan menyukai anting itu dan ia juga merasa anting itu akan cocok dengan fina yang memiliki wajah kecil dan manis, segera fatan menginginkan anting itu dan membayarnya, ia keluar dengan tersenyum senang dari toko dan masuk kedalam mobilnya tak sabar ingin memberikan kado kecilnya untuk kekasih kecilnya itu


" apa ada tempat lain yang akan tuan muda kujungi?" tanya supir menanyakan tujuan mereka begitu fatan masuk kedalam mobil


" tidak... kita langsung pulang" balas fatan


" baik tuan muda" balas sang supir, mobil pun melaju menuju arah jalan pulang


Sementara fatan yang sedang dalam perjalanan kembali dari luar kota di sisi lain terlihat dika yang masih sibuk dengan urusannya yaitu mengintai pergerakan dari nyinya fatma atau sekarang berganti nama menjadi winda, dimana setelah pertemuan nyonya fatma waktu itu dengan lili mereka belum pernah bertemu lagi atau nyonya fatma bertemu orang lain yang mencurigakan jadi dika belum bisa memastikan apa hubungan antara kedua wanita itu dimana sejauh ini ia hanya berspekulasi bahwa keduanya memang bersekongkol namun apakah tuan hendra ikut juga dalam hal ini atau ia bergerak sendiri untuk menyakiti fatan, dimana sebelumnya pak budi telah memberitahukan pada bagas bahwa alasan tuan hendra melakukan semua itu pada fatan semata-mata hanya karena ia merasa iri dengan fatan yang mendapatkan banyak perhatian dari ketampanan dan kepintarannya, sejak saat itu pak budi belum juga menemui bagas lagi, juga tak ada laporan pak budi melakukan hal mencurigakan dari anak buah bagas yang mengintai pak budi, dika yang melihat kasus memiliki perkembangan yang cukup lambat menghubungi jimy untuk diberi arahan agar kasus berjalan lebih cepat


" halo bos" ucap dika begitu panggilan tersambung


" ada apa?" tanya jimy langsung, dika menjelaskan tak ada perkembangan apa-apa di kasusnya, fatma juga tak melakukan apapun setelah bertemu lili waktu itu dan juga tak ada pergerakan apapun dari tuan hendra

__ADS_1


" sepertinya mereka menyimpan semua tindakan untuk pesta pertunangan nanti" jimy berspekulasi dimana mengingat pertunangan akan diadakan dua minggu lagi


" jika mereka tidak bergerak maka kita yang akan membuat mereka bergerak" ucap jimy


" pak kasim harus muncul kepermukaan...minta pak kasim untuk membantu selama persiapan acara pertunangan dan buat dia juga hadir di pertunangan itu" perintah jimy


" baik" balas dika mengerti


" ingat lindungi pak kasim.. jangan sampai dia terluka" jimy memperingatkan


" baik" balas dika mengerti


" bos tenang saja semuanya akan beres" balas dika dengan percaya diri


" jika semua baik-baik saja setelah pernikahan kau bisa menarik riki dari sana dan menarik semua orang-orang kita agar tak mendekati fatan lagi, kita akan pergi setelah pernikahannya" ucap jimy yang terdengar senang membayangkan pertunangan dan pernikahan sang sahabat tercinta


" bos yakin?" tanya dika memastikan


" tentu saja" balas jimy sangat yakin

__ADS_1


" jaga diri kalian baik-baik" pesan jimy sebelum memutuskan panggilannya, setelahnya dika menghubungi Bi yang kebetulan sedang berada di kediaman keluarga adhitama, dika meminta agar Bi mengantarkan pak kasim ke tempatnya besok, dika meminta hanya pak kasim saja dan membiarkan istri pak kasim tetap di rumah perlindungan untuk alasan keamanan


Waktu sudah menunjukkan lewat jam makan siang dan fatan baru saja tiba di kediamannya, ia merasa senang setelah menahan rindu selama dua hari kini ia akan melihat sang pujaan hati lagi, bergegas ia turun dari mobil setelah terparkir, seperti biasa bik rani menyambut kedatangan tuan mudanya itu, berbeda halnya dengan fina, fatan tak menemukan keberadaan gadis itu disana segera ia menanyakan pada bik rani


" fina dimana bu?" tanya fatan


" ada di belakang tuan muda" balas bik rani


" saya akan meminta fina menyiapkan makan siang" ucap bik rani kemudian


" baiklah" balas fatan yang langsung naik kelantai dua menuju kamarnya untuk membersihkan diri


Setelahnya fatan masuk ke kamarnya menghempaskan diri sebentar ke ranjang untuk sekedar meregangkan tubuhnya lalu ia bangkit dan memutuskan untuk mandi agar segera makan siang, tak berapa lama kini fatan telah selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya kemudian ia mengenakan pakaian dan turun untuk makan siang, ia berencana menghabiskan hari ini dirumah saja, tampak makanan telah siap di meja dan fina yang masih belum terlihat juga, fatan tak bertanya lagi ia langsung menyantap makan siangnya kemudian naik lagi menuju kamarnya saat ia hendak menutup pintu kamarnya secara tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya sempat membuat fatan terkejut namun segera menyadari siapa pemilik tangan itu


" baru muncul sekarang" gumam fatan terlihat senang, ia menggenggam kedua tangan yang masih melingkar di pinggangnya itu, mereka diam saja selama beberapa waktu dalam keadaan seperti itu, fatan melepaskan pelukan fina dan membawanya untuk duduk di sebuah sofa yang terletak di dekat jendela kamar itu, fatan merebahkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di pangkuan fina, pria tampan itu sangat suka melakukan hal seperti ini, dimana hari itu mereka habiskan dengan berbincang tentang apa yang terjadi selama mereka tidak bertemu.


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2