Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 42 Peristiwa


__ADS_3

Gubrakkk.... suara lampu gantung yang terjatuh saat fatan tepat berada dibawahnya, semua orang yang melihat itu berteriak dan berlari menuju asal suara, jimy, tuan hendra, lili dan fina panik dengan kondisi fatan yang belum mereka ketahui


" tidakkkk!!!" teriak jimy dan fina bersamaan begitu lampu jatuh menimpa fatan


Tanpa membuang-buang waktu jimy berlari mendekati tempat lampu terjatuh untuk memastikan keadaan fatan, untung saja fatan sempat menghindar sehingga tak ada luka serius yang dialaminya


"bagaimana keadaanmu?" tanya jimy setelah berada tepat disebelah fatan yang terduduk di sekitar lampu karena berusaha menghindar


"aku baik-baik saja" jawab fatan, bersamaan dengan itu tuan hendra juga tiba disana


"bagaimana keadaan mu nak?" tanya tuan hendra panik


"aku baik-baik saja ayah, tak perlu cemas" jawab fatan sambil menggenggam tangan tuan hendra yang kini mememgangi tubuhya


Sementara fina yang kaget hanya membisu dan tak bisa mengatakan apapun, begitu pula dengan lili yang masih terdiam


"baik-baik saja apanya... coba lihat luka dipunggung mu itu, darahnya sudah sangat merah" balas jimy dengan suara cemas


"hei!!! apa yang kalian tunggu kalian ingin membiarkannya kehabisan darah... cepat bawa dia kerumah sakit" teriak marah jimy pada semua orang, mendengar teriakkan jimy pelayan bergegas membantu fatan untuk membawanya kerumah sakit,


Ketika tuan hendra hendak pergi kerumah sakit untuk mengantarkan fatan ia merasa pusing dan juga masih lemas karena sangat terkejut atas kejadian barusan


" tuan istirahat saja biar saya yang urus fatan" ucap jimy setelah melihat kondisi tuan hendra yang masih syok


" pak budi tolong bawa tuan hendra ke kamarnya dan panggilkan dokternya juga, untuk memeriksa keadaan tuan hendra" perintah jimy pada pak budi yang saat ini mememgangi tubuh tuan hendra


"baik" jawab pak budi dan langsung pergi membawa tuan hendra kekamarnya dengan diikuti oleh lili dibelakangnya


Sementara itu jimy menyuruh fina untuk pulang terlebih dahulu


"fina pulanglah dulu, kakak sudah beri tahu supir fatan untuk menjemput fina" ucap jimy


"fina tidak mau kak.... fina mau ikut kerumah sakit, fina sangat khawatir dengan keadaan kak fatan juga" balas fina yang menolak untuk pulang terlebih dahulu, mendengar itu jimy pun mengiyakan karena tak ada waktu untuk berdebat, untuk saat ini kondisi fatan lebih utama baginya


" baiklah... masuklah kemobil dan tolong pegangi dia" balas jimy


Kini jimy sedang melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar segera tiba dirumah sakit, fina sempat merasa takut dengan kecepatan berkendara jimy tapi rasa takut itu mampu dikalahkan oleh rasa khawatirnya terhadap kondisi fatan, dengan darah segar yang masih mengalir di punggung fatan membuat jimy semakin khawatir ia pun sesekali menoleh kearah fatan yang ada dikursi belakang dengan fina yang menutupi lukanya dengan tangannya agar darahnya tak keluar terlalu banyak


"kau ingin kita mati ya... pelan-pelan saja" ucap fatan yang masih sadar pada jimy


"diam kau!!!" jawab jimy marah


"aku baik-baik saja jadi tak perlu buru-buru begitu" lanjut fatan, dengan harapan agar jimy tak terlalu khawatir dengan keadaannya, namun sebaliknya jimy yang mendengar perkataan fatan itu hanya menolehkan wajahnya kepada fatan dengan mata melotot tanpa ada sepatah katapun, fatan yang melihat reaksi jimy langsung diam dan tak mengoceh lagi


Kini meraka telah tiba dirumah sakit dan jimy langsung keluar dari mobil dan berteriak memanggil perawat, seketika perawat datang dan membawa fatan ke UGD, kini jimy dan fina duduk diruang tunggu dengan pakaian jimy yang penuh darah, jimy tampak sangat cemas begitu juga dengan fina, meskipun sejak tadi fatan mengatakan bahwa dia baik-baik saja hal itu tak mampu membuat jimy tenang

__ADS_1


Fina yang saat ini tak memiliki rasa yang mendalam pada fatan tak tampak secemas jimy


"kak jimy?" panggil fina dengan menggenggam tangan jimy, jimy pun menoleh kearah fina


"kak fatan akan baik-baik saja" lanjut fina agar jimy bisa lebih tenang


" kakak tau... tapi tetap saja kakak cemas" jawab jimy yang tak bisa menyembunyikan kecemasannya


"kalian sangat dekat ya" ucap fina


"kami sudah berteman sejak lama jadi itu sebabnya kami terlihat sangat dekat" jawab jimy


"fina jadi iri" ucap fina


"kenapa begitu?" tanya jimy


"fina juga ingin dekat dengan kak fatan, tapi sepertinya cukup sulit" jawab fina


"bukankah kalian sudah dekat sekarang?" tanya jimy lagi


"fina ingin mengenal kak fatan lebih jauh" lanjut fina


"begitu ya.... dia memang sangat sulit untuk didekati, tapi melihat dia sendiri yang membawamu untuk membeli gaun itu dan juga membawamu kepesta malam ini bisa dijadikan bukti bahwa dia juga ingin mengenalmu lebih jauh" jelas jimy


"benarkah!! tapi itu tidak mungkin kak, buktinya kak fatan masih sering bersikap dingin pada fina" lanjut fina murung


"jangan terlalu memaksakan perasaanmu padanya, dia mungkin akan ragu, lebih baik perlahan agar dia yakin padamu" lanjut jimy


" kakak harap fina bisa bertahan" lanjut jimy lagi


Tak berapa lama dokter pun keluar dan jimy langsung menghampirinya untuk menanyakan kondisi fatan


"bagaimana kondisinya dokter?" tanya jimy


"syukurlah tak ada luka serius hanya beberapa jahitan di punggung saja karena serpihan kaca" jelas dokter yang membuat jimy dan fina merasa lega


" pasien akan dipindahkan keruang rawat dan kalian bisa melihat sebentar sebelum dipindahkan" ucap dokter


"kalau begitu saya permisi" lanjut dokter dan pergi dari sana


Jimy dan fina pun masuk melihat fatan yang berbaring miring karena jahitan di punggungnya


"bagaimana keadaan anda?" tanya fina setelah masuk keruangan fatan


"seperti yang kau lihat, saya baik" jawab fatan

__ADS_1


Selanjutnya masuklah dua orang perawat yang bertugas memindahkan fatan ke ruang rawat


"selamat malam pak... bagaimana kondisi anda?" tanya salah seorang perawat


"saya baik sus" jawab fatan


"kami akan segera memindahkan bapak keruang rawat" ucap suster itu dan langsung membawa fatan keruang rawat


"setelah fatan tiba diruang rawat kakak akan antar fina pulang, ini sudah sangat larut" ucap jimy


" tapi kak fina masih mau disini untuk menemani kak fatan" jawab fina yang tak ingin pulang


" fina juga harus jaga kesehatan, fatan akan membutuhkan fina saat dirumah nanti" jelas jimy


" jika ingin datang fina bisa kembali kesini besok pagi" lanjut jimy yang disetujui oleh fina


Setelah mereka tiba diruang rawat fina langsung berpamitan pada fatan sementara jimy tak mengatakan apapun sejak tadi


Kini jimy baru saja kembali kerumah sakit setelah mengantarkan fina pulang kerumah fatan, dan jimy pun langsung menuju ruang rawat fatan, didapatinya fatan tengah tertidur hingga ia berniat untuk keluar dari sana, tapi fatan memanggilnya


"kau mau kemana?" tanya fatan yang melihat jimy akan pergi


" ku pikir kau tidur jadi aku akan keluar" jawab jimy


" ada apa denganmu?" tanya fatan tentang sikap jimy yang sejak tadi tak bicara dengannya


"ada apa dengaku?" tanya balik jimy yang tak mengerti


" sejak aku diobati kau tak bicara padaku sama sekali" ucap fatan


"aku berpikir tentang lampu yang jatuh itu, bagaimana mungkin lampu besar itu bisa jatuh begitu saja" jelas jimy, yang merasa curiga atas insiden itu


" jangan terlalu banyak berpikir, itu murni sebuah kecelakaan" balas fatan agar jimy tak khawatir


"itu bukan kecelakaan... tapi karena kau ceroboh, dasar bodoh kenapa kau selalu terluka begini" balas jimy yang kesal serta cemas


"hei cebol!!! kau pikir aku tau akan tertimpa lampu begitu" balas fatan


" sudahlah aku lapar, kau istirahatlah" balas jimy sebagai alibi agar bisa pergi dari sana


" jangan melukai dirimu sendiri!" pesan fatan sesaat sebelum jimy pergi dari sana, seolah fatan tau apa yang akan jimy lakukan


" dasar bunga mawar, dari luar kau terlihat cantik namun berduri, kuharap kau tak melakukan hal yang dapat membahayakan dirimu sendiri" gumam fatan dan kemudian memjamkan matanya untuk tidur


Bersambung....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊


Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2