
Dalam perjalanan menuju gua kolam biru, fina menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, pria muda yang menjadi supir mereka terus berceloteh sepertinya ia merasa sangat senang melebihi fatan dan fina yang sedang berlibur
" nyonya apa anda pernah ke sana sebelumnya?" tanya supir muda itu pada fina
" tidak... itulah sebabnya saya jadi tidak sabar" balas fina
" kalau tuan pasti pernah kesana kan?" kini giliran ia bertanya pada fatan
" dua kali" balas fatan
" wah pantas saja tuan tau itu tempat yang sangat bagus" balas supir itu
" apakah masih jauh?" tanya fina yang sepertinya sudah tak sabar melihat keindahan gua kolam biru itu
" sekitar sepuluh menit lagi" balas sang supir
" begitu ya... jadi semakin tidak sabar" balas fina semakin penasaran
Sekitar sepuluh menitan akhirnya mereka tiba juga di jalan masuk menuju gua kolam biru, dimana itu adalah sebuah tangga yang berjumlah tiga ratus anak tangga, untuk mereka bisa menuju pintu masuk gua kolam biru, dikatakan banyak yang tak sanggup tiba disana karena kelelahan di tengah jalan
Gua kolam biru salah satu destinasi wisata di pulau bali yang memiliki keindahan yang luar biasa, terletak di atas bukit yang cukup tinggi dengan melewati perjalanan sekitar tiga puluh menit dari pusat pelabuhan dan anak tangga berjumlah tiga ratus untuk naik ke puncak bukit, pada dasarnya gua kolam biru adalah sebuah gua dengan kolam yang tak terlalu besar di dalamnya, air yang sangat jernih dan bebatuan dasar dalam kolam yang berwarna biru membuatnya tampak seperti kolam dengan air berwarna biru, di tambah beberapa diding gua sekitar kolam juga berwarna biru menyala, setelah terpapar sedikit sinar matahari batu berwarna biru di dalam gua akan menyala seperti sekumpulan kristal, ada lubang di atas permukaan gua yang tepat di atas kolam biru yang membuat sinar matahari bisa masuk sehingga membuat batu birunya terlihat menyala
" kita sudah tiba..." ucap supir itu begitu mereka tiba di jalan masuk ujung tangga
" dimana guanya?" tanya fina melihat sekeliling dan hanya mendapati satu pos penjaga dan jalur tangga
" di atas" jawab fatan sembari menujuk kearah tangga
" apakah masih jauh?" tanya fina lagi
" tidak kita hanya perlu naik tiga ratus anak tangga" balas fatan
" apa tiga ratus..." fina terkejut mendengar jumlah anak tangga yang harus mereka naikin sebelum mencapai gua kolam biru
" kenapa... apa kamu tidak ingin pergi kesana lagi?" tanya fatan setelah melihat reaksi fina
" tidak aku masih ingin kesana... karena aku sangat penasaran" balas fina dengan semangat yang menggebu-gebu
__ADS_1
" baiklah" balas fatan yang terlihat telah membawa ransel kecil berisi beberapa botol air untuk mereka di perjalanan nanti
" kalau begitu saya akan menunggu anda disini... selamat bersenang-senang" ucap supir itu, yang di balas anggukan oleh fina
" ayo kita pergi" ucap fatan pada fina setelah mengambil tiket dari pos penjagaan
" ayo..." fina sangat semangat
Setelah melihat kedua penumpangnya pergi sang supir memilih masuk ke tempat makan yang ada di samping pos penjagaan
" sebaiknya aku bersantai disini saja" ucap pria itu mendudukkan dirinya di salah satu kursi di tempat makan itu
" baru mengantarkan seseorang ya?" tanya penjaga tempat makan itu
" iya... baru mengantarkan teman tuan muda adhitama" jawab pria muda itu sembari mengambil sebotol air yang di sediakan di atas meja
" apa... teman tuan muda jimy?" tanya penjanga tempat makan itu memastikan kembali pendengarannya
" dia sih bilang begitu" balas supir muda ini, diketahui supir muda ini belum lama bekerja disana jadi ia tak pernah melihat jimy secara langsung apa lagi teman jimy
" apa dia pria tinggi dan tampan?" tanya penjanga tempat makan itu mendeskripsikan ciri-ciri fatan
" dia juga punya rambut panjang yang indah" lanjut supir muda itu memberikan detailnya
" tepat.. itu benar-benar tuan fatan.... teman dari tuan muda jimy" balas penjaga tempat makan itu
" kau mengenalnya?" tanya supir muda itu merasa penasaran, pasalnya banyak pekerja pulau yang telah lama bekerja mengenal siapa fatan
" tentu saja saya sudah dua kali bertemu dengannya, saat dia datang kemari bersama tuan muda jimy" balas penjaga tempat makan itu
" jangankan saya para pekerja yang telah lama bekerja di pulau pasti tau siapa dia" lanjutnya menjelaskan
" ternyata begitu" gumam supir muda itu
Di sisi fatan dan fina kini mereka baru saja melewati enam puluh anak tangga dan mereka masih terlihat bersemangat terutama fina, sepanjang perjalanan dihiasi dengan hijaunya pepohonan membuat suasana sejuk dan menenangkan
" masih ada dua ratus empat puluh anak tangga lagi... ayo semangat" ucap fina dengan sedikit berteriak pada dirinya sendiri
__ADS_1
" banyak pengunjung yang menyerah di tengah perjalanan..." ucap fatan
" kenapa begitu?" tanya fina
" karena kelelahan... biasanya setelah mencapai anak tangga yang ke dua ratus mereka kehabisan tenaga dan akhirnya turun, tapi banyak juga yang telah sampai di puncak" jelas fatan
" berarti kakak sudah sampai ke pucak juga ya... makanya kakak tau tempat itu sangat indah?" tanya fina
" sudah dua kali saya sampai di puncak" balas fatan
" apa kakak kesini dengan kak jimy?" tanya fina
" iya" balas fatan
" saat naik menuju puncak dia akan mengajak saya berlomba siapa yang tiba lebih dulu di akhir anak tangga, dari dua pertarungan itu saya selalu menang" fatan bercerita tentang bagaimana ia dan jimy disini, ia terlihat senang saat menceritakan kebersamaannya dengan jimy
" terkahir kali kami datang dia mengatakan akan menantang saya lagi.." lanjut fatan dengan wajah yang berubah muram
" tapi hal itu takkan pernah terjadi lagi sekarang" lanjut fatan dengan kesedihan, fina mengenggam tangan fatan dan merasakan sakitnya juga
" tak ada waktu untuk bersedih ayo lanjutkan perjalanan" ucap fatan menepis rasa kehilangan dalam dirinya, fina mengangguk dengan antusias
Beberapa waktu berlalu kini mereka tiba di anak tangga yang ke seratus dan fina terlihat mulai lelah, sementara fatan biasa saja seperti tak merasakan apapun
" mau istirahat dulu?" tanya fatan yang melihat fina mulai lelah
" iya sebentar" balas fina mengiyakan untuk istirahat, mereka pun mendudukan diri di anak tangga yang ke seratus, fina meregangkan kakinya yang letih, fatan membukakan botol air minum untuk fina
" minumlah dulu" ucap fatan sembari menyodorkan botol air yang telah ia buka
" terimakasih" balas fina mengambil botol air itu dan meneguknya hingga air di botol tinggal setengah
" kakak tidak minum?" tanya fina yang melihat fatan tak minum
" saya belum haus" jawab fatan
Setelah beristirahat beberapa saat untuk mengisi energi kini mereka melanjutkan perjalanan menuju puncak agar bisa melihat keindahan gua kolam biru.
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗