
" lebih baik anda tidak tersenyum, itu membuat ku merinding" ucap dika bergidik ngeri
" hahaha" jimy tertawa mendengar penuturan dika
" kenapa kau takut pada orang semanis aku" balas jimy yang kini memasang senyumnya kembali, yang membuat dika semakin merasa ngeri melihatnya
" anda cantik tapi mematikan" balas dika yang merasa ngeri, jimy semakin puas tertawa mendengar penuturan dika
Di tempat lain tepatnya rumah sederhana yang di tinggalli oleh sepasang suami istri yang sudah paruh baya
" apa anak muda itu datang lagi buk?" tanya sang suami pada istrinya yang sedang memasak di dapur
" tidak pak sudah beberapa hari ini tidak datang, sejak ibu bilang bapak sedang pergi berburu" balas sang istri
" bapak tau siapa anak itu?" tanya sang istri penasaran
" bapak belum pernah melihatnya buk, bapak takut jika dia adalah orangnya tuan hendra, bapak tidak ingin berurusan dengan mereka lagi buk" balas sang suami yang tak tau siapa orang yang sedang mencari mereka saat ini
Beberapa hari yang lalu dika menemukan petunjuk tentang seseorang yang diyakini tau siapa fauzan dan lina, ia pun bergegas menuju tempat tinggal orang itu yang ternyata sangat jauh di desa, bahkan dika tak bisa menemukan signal ponsel disana
" ini tempatnya, tapi tidak ada signal disini, bagaimana caranya aku menghubungi jimy jika begini" gumam dika begitu tiba di jalan masuk menuju desa
" lebih baik ku pastikan dulu, setelahnya baru menghubunginya" lanjut gumam dika sembari memasuki desa
Dika bertanya pada sekumpulan bapak-bapak yang sedang berada di warung kopi tentang seseorang yang ia cari
" permisi bapak-bapak.." sapa dika pada sekumpulan bapak-bapak yang sedang berkumpul di sebuah warung kopi
" ya ada apa?" balas salah seorang dari mereka
" maaf pak saya baru disini, sedang mencari kenalan saya, mungkin bapak tau" jelas dika sembari menunjukkan foto dari seseorang yang ia cari
" pak kasim... saya kenal nak... dia memang tinggal di desa ini" ucap bapak itu yang ternyata mengetahui seseorang yang dika cari ternyata memang benar tinggal di desa ini
" mari saya antar kerumahnya" lanjut bapak menawarkan bantuan
" baiklah... terimakasih sebelumnya pak" balas dika yang merasa tertolong dengan bantuan bapak itu
" panggil saja pak adam" balas bapak memperkenalkan diri
__ADS_1
" iya pak adam... terimakasih, saya dika " balas dika
Setelah berjalan beberapa menit kini mereka telah tiba di sebuah gubuk kecil yang berada di ujung jalan desa
" kita sudah sampai... ini rumah pak kasim" ucap pak adam setelah mereka tiba di halaman rumah pak kasim
" saya pamit dulu, masih ada urusan" pamit pak adam
" terimakasih sudah menolong saya pak" balas dika dengan ramah
Pak adam telah pergi meninggalkan dika di halaman rumah pak kasim
" permisi..." ucap dika sembari mengetuk pintu rumah, seorang wanita paruh baya membuka pintu itu
"ya... siapa?" ucap wanita itu sembari membuka pintu
" maaf anda siapa?" tanya wanita itu karena tak merasa pernah mengenal dika
" apa benar ini rumah pak kasim?" tanya dika
" benar... dia suami saya" balas wanita yang ternyata istri dari pak kasim
" buk mita" balas wanita paruh baya itu memperkenalkan dirinya
"saya kemari ingin bertemu dengan suami ibu, ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengan suami ibu" jelas dika terkait tujuannya menemui pak kasim
" saya tidak merasa bahwa suami saya mengenal nak dika" balas buk mita yang ingat sepertinya mereka belum pernah mengenal dika
" benar buk... kita belum pernah bertemu atau saling mengenal, ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan pak kasim, mohon ibu bisa membantu saya" jelas dika
" maaf suami saya sedang tidak dirumah, dia sedang berburu" balas buk mita
" kapan beliau akan kembali?" tanya dika
" beberapa hari lagi" balas buk mita
" kalau begitu saya permisi pamit dulu buk..." balas dika dan pergi meninggalkan rumah pak kasim
Berbeda dengan yang dikatakan istrinya ternyata pak kasim berada di dalam rumah dan ia tak pergi berburu, saat ia mendengar suara di halaman rumahnya ia bergegas untuk mengintip siapa pemilik suara yang asing itu, karena melihat seseorang yang tak pernah ia kenal menemuinya pak kasim meminta istrinya untuk berbohong atas keberadaannya entah apa alasan pak kasim melakukan itu semua, sementara dika memilih untuk pergi setelah mendengar apa yang buk mita katakan barusan dan menjemput jimy setelah mengetahui tempat tinggal pak kasim, sekarang disinilah mereka di desa tempat tinggal pak kasim untuk menunggu pak kasim kembali dari berburu
__ADS_1
Sementara itu di rumah pak kasim, ia sudah tidak keluar rumah sejak dika datang saat itu
" apa mereka sudah pergi buk?" tanya pak kasim pada istrinya terkait keberadaan dika dan jimy
" saat ibu sedang belanja pagi ini, ibu-ibu masih membicarakan tentang dua pemuda tampan yang tinggal di ujung jalan pak" balas istrinya mengatakan apa yang ia dengar
" berapa lama mereka akan terus disini, bapak juga tidak bisa terus-terusan bersembunyi beginikan pak" lanjut buk mita yang khawatir akan pak kasim
" lalu bapak harus bagaimana buk?" tanya pak kasim yang bingung harus melakukan apa
" kenapa tidak temui mereka saja pak, siapa tau ini bukan seperti yang bapak pikiran" saran buk mita
" bapak tidak berani buk" balas pak kasim
Sore hari telah tiba, ini hari ketiga sejak jimy dan dika disana namun mereka belum juga bertemu dengan pak kasim
" aku tidak bisa membuang waktu seperti ini, tangkap saja dia aku tau dia tidak pergi berburu sama sekali" perintah jimy yang mulai geram, pada awalnya mereka berniat untuk tidak melakukan kekerasan sama sekali namun jimy sudah tak bisa membuang waktu lebih lama lagi
Saat malam mereka berdua memutuskan untuk kembali kerumah pak kasim, tok...tok... tok... dika mengetuk pintu rumah pak kasim
" nak dika, sedang apa malam-malam disini?" tanya buk mita yang kaget melihat dika dan jimy disana namun berusaha ia sembunyikan
" diam dan masuklah" ucap dika sembari menunjuk pistol yang terselip di pinggangnya, melihat itu buk mita ketakutan dan mundur masuk kedalam rumah yang diikuti oleh dika dan jimy
" siapa buk?" terdengar suara seorang pria dari arah dapur yang ternyata adalah pak kasim, melihat dua orang asing di dalam rumahnya dan istrinya yang ketakutan pak kasim mencoba untuk melawan dengan sigap dika bisa melumpuhkannya
" saya sudah bersabar selama beberapa hari ini, mengikuti permainan bodoh kalian, berharap kita bisa menyelesaikan ini tanpa kekerasan, saya hanya membutuhkan beberapa jawaban dari anda, jika anda bekerja sama maka tidak akan ada yang terluka, tapi jika tidak anda dan rumah ini akan menjadi debu" ucap jimy mengancam pak kasim yang membuatnya ketakutan
" baik... baik... saya akan menjawab pernyataan kalian" ucap pak kasim yang ketakutan
" lepaskan dia..." perintah jimy pada dika yang sedari tadi mememgangi pak kasim agar tak kabur
" duduklah" lanjut jimy mempersilahkan pak kasim untuk duduk di kursi yang berada di ruang tamu rumanya
" jika dari awal anda seperti ini kami tidak perlu repot-repot untuk memaksa masuk kesini" lanjut jimy
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
__ADS_1