
Matahari pagi telah menggantikan sang bulan untuk menerangi hari yang di lewati makhluk hidup tak terkecuali fatan, pria itu baru saja bangun ia baru saja kembali dari alam mimpinya, matanya menyesuaikan diri terhadap cahaya yang mencuri kesempatan untuk masuk ke kamarnya melalui celah gorden.
Sudah sebulan berlalu sejak kecelakaan itu dan kini fatan telah pulih dan sudah beraktivitas seperti biasanya sejak beberapa minggu yang lalu, meskipun ia masih harus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan karena kakinya yang terluka belum bisa menopang tubuhnya sepenuhnya
Pria itu bangkit dari tempat tidurnya meraih tokat yang terletak di sebelahnya, berjalan ke kamar mandi melakukan aktivitas paginya sebelum berangkat kerja, kini bukan hanya memakaikan dasinya fina juga menyiapkan pakainya.
Fatan telah selesai melakukan ritual mandinya, ia keluar dari kamar mandi hanya mengunakan haduk di pinggang saja rambut masih basah, entah kenapa pria sangat suka memamerkan dada mereka, fatan mendapati pakainya sudah tersedia di atas ranjang, sepertinya fina baru dari sana sebentar lagi gadis itu akan kembali untuk memasangkan dasi fatan.
Mengeringkan rambut dan merapikannya menjadi rutinitas yang di sukai pria ini sejak masih menjadi mahasiswa, kala itulah ia baru benar-benar memanjangkan rambutnya itu yang sejak lama sudah menjadi penambah pesonanya di mata para wanita hingga pria, ternyata ini juga salah satu kesamaannya dengan almarhum ayah kandungnya, pria yang sudah meninggal itu juga di ketahui suka memanjangkan rambutnya, terlihat jelas ia memiliki rambut hitam yang indah dari foto yang pernah jimy tunjukkan pada fatan dan cerita dari pak kasim soal sosok fauzan...
Setelah semua aktivitas pagi sudah di kerjakan fatan berangkat ke kantor, meskipun menggunakan tongkat tak menghalangi pesona pria itu, ia masih terlihat sangat gagah dan dingin seperti biasanya, heni juga sudah masuk kerja kembali.
Saat renaldi ingin mengunjungi fatan di kediamannya kala itu ia tak jadi bisa pergi, pasalnya ia mendapatkan pekerjaan mendadak hingga ia belum sempat mengunjungi fatan saat itu dan ia akhirnya baru mengunjungi fatan saat pria itu sudah kembali' bekerja di kantor, dengan senang hati akan kesembuhan fatan.. renaldi datang dengan menggebu-gebu, membawakan bingkisan besar untuk fatan.
Waktu sebelum pernikahan sudah sangat dekat hanya tinggal seminggu lagi sebelum tanggal pernikahan yang telah di sepakati, persiapan juga telah hampir selesai, fatan juga sedang mengurus pekerjaannya agar ia bisa berlibur setelah menikah nanti.
" fyuh... tidak ku sangka hanya tinggal menghitung hari sebelum pernikahan" gumam fatan sembari melihat kalender di atas mejanya yang sudah ia tandai tanggal pernikahannya
" tak ku sangka ada titik ini dalam hidupku" fatan tersenyum senang
" akhirnya kita akan terikat sepenuhnya dalam janji suci sehidup semati" fatan melirik jari manisnya yang telah di lingkari cincin pertunangannya dengan fina, pria itu tampak bahagia dan tak sabar menanti momen pernikahannya
🌹
Jimy sedang berjalan di sekitar pasar terdekat dari tempatnya berada, ia sedang berjalan-jalan bersama salah satu pegawainya melihat-lihat bahan segar untuk mengisi persediaan makannya dan beberapa bahan untuk kedai.
" saya tidak menyangka bisa bertemu anda di luar" terdengar sebuah suara mengisi telinga jimy, ia kenal pemilik suara itu
" ternyata anda" balas jimy begitu membalikkan badan dan melihat ternyata itu wanita pelanggan
__ADS_1
" sedang berbelanja?" tanya wanita pelanggan
" ah iya... hanya melihat-lihat beberapa bahan untuk kebutuhan" jawab jimu diiringi dengan senyum manis seperti biasanya
" anda sedang berbelanja juga?" tanya jimy
" ah iya.. hanya melihat-lihat saja" jawab wanita pelanggan
" karena kebetulan bertemu disini boleh saya temani?" lanjut tanya wanita pelanggan
" tentu saja boleh.. mari belanja bersama" balas jimy tak menolak, sebenarnya jimy sudah memberikan jawab pada kedua pelanggan yang menyatakan perasaan mereka padanya saat itu, namun sepertinya kedua pelanggan itu masih bersikeras membuatnya jimy menyukai salah satu dari mereka dan akan menjadikan jimy kekasih salah satu dari keduanya
" ehem..." pegawai jimy yang sedang bersama malah meledek bosnya itu yang di hampiri wanita pelanggan yang ia tau apa yang terjadi antara mereka
" mari kesebelah sana sepertinya sayurannya terlihat segar" ucap jimy yang di di setujui oleh wanita pelanggan
Sedang asik melihat-lihat dan tertawa bersama entah kebetulan atau keberuntungan mata jimy tertuju pada seorang wanita yang sedang berbelanja disana juga, jimy mengenali siapa wanita itu, ia sangat terkejut dan bertanya pada dirinya sendiri mengapa wanita itu ada disana
" grep..." jimy spontan langsung membalikkan badan membelakangi arah meri berada
" kenapa dia bisa disini?" gumam jimy segera mengambilkan sepotong kain yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya, jimy memang kerap mempersiapkan kain itu untuk menutupi wajahnya saat keluar, berwaspada jika nanti ia bertemu dengan seseorang yang ia kenal
" ada apa?" tanya wanita pelanggan merasa heran melihat jimy menutupi wajahnya dengan sepotong kain
" bukan apa-apa" balas jimy memperbaiki penampilannya
" ayo kesebelah sana saja" jimy membawa wanita pelanggan menjauh dari sana agar ia tak bertemu dengan meri
" oh oke" balas wanita pelanggan meskipun ia sempat menoleh kearah jimy menatap barusan namun ia tak mengerti apa yang sedang terjadi
__ADS_1
Jimy segera menyelesaikan berbelanjannya agar ia tak bertemu dengan meri, meskipun ia sudah menutupi wajahnya ia takut jika meri bisa mengenalinya
" wah senang sekali bisa berbelanja dengan anda pagi ini" ucap wanita pelanggan
" saya juga senang" balas jimy ramah
" kalau begitu saya pamit dulu" balas wanita pelanggan pamit pergi
" hati-hati" balas jimy
Jimy segera masuk ke mobil di ikuti oleh pegawainya itu setelah meletakkan belanjaannya di bagasi dan melajukan mobilnya.
" ada apa pak?" tanya pegawainya yang juga penasaran
" tidak ada apa-apa" jawab jimy
" begitu luas dunia kenapa wanita itu ada di sekitar sini" pikir jimy yang masih mengemudi
Jimy tiba di kedai dan meminta pegawainya untuk menurunkan barang belanjaan dari bagasi.
" bawa masuk belanjaannya" ucap jimy
" baik pak" balas pegawainya itu yang di bantu pegawai satunya, sementara jimy membawa kembali barang yang ia beli untuk keperluannya dirumah
" saya akan pulang sebentar" ucap jimy memberitahukan, yang di balas anggukan oleh pegawainya
" sepertinya aku tidak boleh keluar terlalu sering" gumam jimy sembari mengemudikan mobilnya masuk ke garasi rumahnya
Bersambung....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗