Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 209 Luka Yang Terbuka Lagi


__ADS_3

Suasana di tempat pesta akan berlangsung menjadi sangat kacau, pengantin pria yang pergi dan pengantin wanita yang terduduk di lantai sambil menangis.


Drrrtt...drrrtt.. ponsel bagas berdering panggilan masuk dari jimy, pria itu telah mendengar dan melihat apa yang terjadi di tempat pesta namun ia tak tau apa yang terjadi sebelumnya karena ia hanya memasang kamera tersembunyi di tempat pesta saja


" halo" ucap bagas setelah menjawab panggilannya


" apa yang terjadi... apa mereka bertengkar kenapa fatan pergi dengan marah seperti itu?" tanya jimy


" saya akan ceritakan... sebentar saya cari tempat lebih sepi dulu" ucap bagas yang sedang berada di keramaian


" bagas ada apa?" tanya nyonya anita saat melihat bagas bergegas mencari tempat sepi


" sebaiknya tuan dan nyonya kembali dulu pernikahan di batalkan saya akan jelaskan nanti" jelas bagas sembari bergegas pergi meninggalkan orang tua jimy


" apa yang terjadi?" gumam nyonya anita


" sebaiknya kita tenangkan nak fina dulu" ucap tuan adhitama pada istrinya yanh di setujui oleh istrinya


" apa yang terjadi?" ucap bu lastri pada dirinya sendiri setelah melihat tempat pesta yang kacau


" mama itu kakak" ucap joni setelah melihat fina terduduk dilantai sembari menangis


" fina..." bu lastri melangkah dengan cepat menghampiri putrinya


" kamu kenapa sayang... apa yang terjadi... kenapa kamu menangis disini.. dimana nak fatan?" pernyataan bertubi-tubi keluar dari mulut wanita paru baya itu, meminta penjelasan dari putrinya sembari berusaha menalar apa yang terjadi


" dia pergi bu... pernikahannya di batalkan" ucap fina yang terus menunduk menatap lantai sejak tadi


" kenapa... apa yang terjadi?" tanya bu lastri masih tak mengerti sama sekali


" dia pergi bu... pernikahan dibatalkan... ini salahku.. salahku" hanya itu yang fina ucapkan dengan air mata yang terus mengalir


" ayo bangun dulu... kita kembali ke kamar saja" bu lastri membantu putrinya bangkit dan membantunya beranjak dari sana


" nah sudah.. aku akan ceritakan apa yang terjadi" ucap bagas pada jimy melalui telepon, bagas menceritakan apa yang ia dan fatan dengar saat akan menemui fina sebentar sebelum akad.


" fatan ingin menemui fina sebentar sebelum akad, jadi aku menemaninya, saat kami tiba pintu kamar tak tertutup rapat dan aku mendengar suara tuan hendra dan lili disana jadi aku menghentikan fatan dan menunggu sebentar di luar" jelas bagas tentang apa yang terjadi


" ternyata fina adalah orang suruhan lili untuk mendekati fatan" lanjutnya


" kenapa?" tanya jimy perihal alasan lili melakukanya


" soal uang dan kekayaan" jawab bagas menyayangkan


" prang!!!!" bagas mendengar suara sesuatu yang di tendang dari telepon


" lagi-lagi manusia melakukan sebanyak itu hanya untuk uang" jimy geram mendengar alasannya


" sekarang kemana dia pergi?" tanya jimy soal arah fatan pergi

__ADS_1


" aku tidak tau setelah keluar dia langsung mengambil kunci dari supir dan pergi sendiri" jawab bagas


" sial!!!" jimy cemas memikirkan kemana fatan pergi dan apa yang akan dilakukannya


" kau urus semua tamu... aku akan urus fatan" jimy memberi arahan


" baik" balas bagas mengakhiri panggilannya


Jimy langsung bergey keluar dari tempat ia berada sekarang, penuh kecemasan ia berlari menuju mobilnya, mengemudikannya dengan kecepatan tinggi, sialnya jalanan cukup ramai dan menghambat perjalanan jimy


" argh... kenapa harus macet sekarang sih... tunggu aku fatan jangan lakukan apapun aku mohon" jimy marah pada dirinya sendiri yang terjebak sekarang,


" menarik ya" ucap tuan hendra menyeringai senang melihat ke kekacauan di tempat pesta dan mengingat betapa terkejutnya fatan


" sangat menarik" balas lili yang saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang


" pak budi..." panggil bagas yang melihat pak budi sedang menenangkan para tamu yang sedikit mulai rusuh


" apa yang terjadi?" tanya pak budi yang masih belum tau apa yang terjadi


" tujuan tuan hendra tercapai" bisik bagas seketika pak budi terkejut


" tolong minta para tamu pulang, ada yang harus saya lakukan" ucap bagas


" saya mengerti serahkan saja pada saya" balas pak budi mengerti


" apa kau masih di kediaman fatan?" tanya bagas begitu panggilan tersambung


" tidak aku sudah berada di kontrakan radif" jawab riki dari sebrang


" segera kembali ke kediaman fatan.. pastikan dia ada disana atau tidak" perintah bagas


" baik... tapi apa yang terjadi?" tanya riki


" ada sesuatu yang buruk terjadi" jawab bagas


" aku akan segera kesana" balas riki


" aku harus menemui fina" gumam bagas beranjak menemui fina


🌹


Fatan telah tiba di kediamannya, ia langsung turun dari mobil dan masuk ia akan menuju kamarnya tanpa memperdulikan sekitarnya


" tuan muda... mengapa anda kembali secepat ini.. apa ada yang tertinggal?" tanya bik rani menghampiri fatan yang terus melangkah tanpa menggubrisnya


" tuan muda...?" panggil bij rani lagi namun fatan tak menggubrisnya sama sekali


" apa ada yang salah tuan muda?" tanya bik rani lagi setelah melihat tuan mudanya tak menjawab pertanyaannya sama sekali

__ADS_1


" brak!!!" fatan menutup pintu kamar dengan kasar di hadapan bik rani setelah ia masuk


" tuan muda..." panggil bik rani dengan lirih


" kenapa bu.. ku lihat di depan ada mobil muda?" tanya tika yang tak ikut ke acara pernikahan fatan dan fina


" ibu juga tidak tau.. sepertinya ada yang salah tuan muda terlihat sangat marah" ucap bik rani


" prang!!! prang!! prang!!!" terdengar suara barang pecah dan terlempar dari dalam kamar fatan membuat bik rani dan tika khawatir


" apa yang terjadi bu?" beberapa pelayan datang ke depan kamar fatan setelah mendengar suara keributan


" tuan muda tiba-tiba kembali dan sedang berada di dalam" jawab bik rani


" argh...." terdengar teriakan fatan dari dalam


" tuan muda buka pintunya... tuan muda" panggil suri dan bik rani sembari mengetuk pintu kamar fatan


" kunci cadangan... suri buka pintunya" ucap bik rani


" baik bu" balas suri yang siap membuka pintunya


" jangan ada yang masuk" bentak fatan dari dalam


" pergi dari sini semuanya... pergi" teriak fatan, tak ada pilihan mereka membubarkan diri dari depan kamar fatan setelah tuan mudanya itu berteriak demikian


Semuanya berkumpul di ruang tengah mempertanyakan apa yang sedang terjadi dengan tuan mudanya sehingga ia sangat marah sekarang


" sebenarnya apa yang terjadi?" gumam bik rani


" aku akan coba tanya fina bu" usul tika


" iya.. coba tanya nak fina" balas bik rani setuju, ia juga berusaha menghubungi pak budi namun tak di jawab begitu pula dengan fina yang tak menjawab panggilan tika


" tidak di jawab bu" ucap tika


" kenapa ada aroma sesuatu yang terbakar?" tanya suri pada bik rani


" benar juga" ucap tika sembari mencium aroma terbakar itu


" kamar tuan muda berasap!!!" teriak suri setelah melihat kepulan asap berasal dari kamar tuan muda mereka


" tuan muda!!!!" teriak bik rani berlari kedepan kamar fatan lagi dengan kecemasan yang sangat


Jimy masih berada di jalanan yang ramai pikirannya masih di penuhi kecemasan.


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2