Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 110 Bertemu Fatma


__ADS_3

Pak budi telah pergi meninggalkan butik bagas entah keberuntungan atau kebetulan tak lama setelah pak budi pergi fatma mampir ke butik milik bagas untuk melihat-lihat koleksi terbaru yang dimiliki bagas.


" hufh..." bagas menghela nafas setelah kembali keruangannya dari mengantarkan pak budi ke luar butik, baru saja bagas mendudukkan dirinya pada sofa di ruangannya sekertarisnya menghampirinya lagi


" permisi pak... ada tamu di depan" ria memberitahukan kedatangan fatma pada bagas yang baru saja duduk


"siapa?" tanya bagas


" nyonya winda" balas ria memberitahukan kedatangan fatma yang kini berganti nama menjadi winda


" ada apa perempuan sombong itu datang kemari?" pikir bagas yang sebenarnya tak suka dengan kedatangan winda alias fatma ke butiknya karena perempuan itu sangat sombong dimatanya


" dimana dia?" tanya bagas pada ria memastikan keberadaan winda


" sedang melihat koleksi terbaru butik kita pak" balas ria


" baiklah... saya akan kesana" balas bagas sembari bangkit dari duduknya dan merapikan penampilannya lagi untuk menemui winda yang tak lain adalah fatma


" kenapa aku harus berurusan dengan wanita sombong seperti itu sih, jika bukan karena pekerjaan aku malas berhubungan dengan orang seperti dia" pikir bagas dengan langkah sedikit malas berjalan menuju winda yang sedang melihat-lihat koleksi terbaru di butiknya


" wah-wah coba lihat siapa yang berkunjung sepagi ini" ucap bagas dari kejauhan saat telah melihat sosok winda yang tak lain adalah fatma


" selamat pagi nyonya winda.. anda tampak cantik pagi ini sama seperti biasanya" sapa bagas dengan sedikit basa-basi dan senyum lebar khas dirinya

__ADS_1


" pagi... saya tau kalau saya cantik, kau tidak perlu mengatakannya" balas winda dengan congkaknya


" hahaha... nyonya benar sekali" balas bagas sedikit tertawa


" tuh kan sombong dasar nenek-nenek" ucap bagas dalam hati sedikit kesal dengan sikap congkak winda


" nyonya sedang mencari pakaian model apa.. apa ingin model seperti biasanya?" tanya bagas menanyakan tujuan kedatangan winda


" sebenarnya saya punya banyak kenalan desainer tapi kok cocoknya sama kamu yang tidak seberapa ini, yah mau gimana lagi" celoteh nyonya winda dengan angkuhnya


" minggu depan saya akan bertemu seorang kenalan, jadi tolong buatkan pakaian yang cocok untuk saya" lanjut nyonya winda memberitahukan alasannya datang ke butik bagas


" tentu saja nyonya dengan senang hati akan saya buatkan untuk anda" balas bagas terseyum senang


" beres nyonya winda yang cantik" balas bagas sembari mengacungkan jari jempolnya tanda ia bisa melakukan permintaan nyonya winda


" silahkan ikut ria untuk pengukuran nyonya" lanjut bagas meminta winda untuk ikut dengan ria untuk melakukan pengukuran


" ria tolong lakukan dengan baik" perintah bagas pada ria


" baik pak" balas ria


" mari nyonya ikuti saya kesebelah sini" ria mempersilahkan nyonya winda untuk mengikutinya, nyonya winda mengikuti arahan ria bersama asistennya bernama foi

__ADS_1


Setelah ria dan winda pergi meninggalkan bagas pak budi yang dari kejauhan ternyata melihat nyonya winda yang tak lain adalah fatma istri pertama dari tuan hendra membuat pak budi terkejut akan pemandangan yang baru ia lihat di depannya itu, beberapa saat yang lalu pak budi telah pergi dan saat ia hendak menaiki eskalator untuk turun ke lantai dasar ia baru teringat akan ada hal yang belum sempat ia katakan pada bagas jadi ia memutuskan untuk kembali dan berbicara pada bagas lagi, namun betapa terkejutnya ia saat mendapati pemandangan yang sangat tidak terduga bahwa istri pertama tuannya ternyata masih hidup dan kini berada di hadapannya, melihat pemandangan yang tak terduga membuat pak budi mengurungkan niatnya untuk menemui bagas kembali dan memilih untuk pulang, saat pak budi berbalik dan melangkah untuk pergi secara tak sengaja bagas melihat kearah depan butiknya dan mendapati pak budi yang beranjak pergi dari butiknya.


" itukan pak budi.. astaga kenapa dia kembali lagi.. apa dia melihat nyonya fatma disini?" ucap bagas dalam hati yang terkejut atas kembalinya pak budi ke sana lagi setelah beberapa saat yang lalu ia telah pergi


" tapi ngomong-ngomong begini bagus juga sih... aku jadi bisa melihat respon pak budi setelah dia melihat nyonya fatma.. apakah pak budi tau jika nenek-nenek ini masih hidup atau tidak" ucap bagas dalam hati setelah berpikir sejenak bagas merasa bisa mengambil keuntungan dari kejadian tak terduga itu, ia segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada dika untuk memberitahukan kejadian tak terduga itu, dia juga mengatakan bahwa ia telah meminta satu anak buahnya untuk memantau pergerakan pak budi.


Sementara itu di sisi pak budi yang sedang berjalan tergesa-gesa menuju parkiran setelah turun dari lantai dua menggunakan eskalator, setibanya di mobil pak budi langsung masuk dan menarik nafasnya dalam-dalam untuk menjaga kewarasan dan mencerna apa yang baru saja ia lihat


" nyonya fatma masih hidup... aku yakin itu nyonya fatma tidak salah lagi tapi mana mungkin... akh.." gumam pak budi tampak belum bisa berpikir ia terlalu terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat


"jika itu benar-benar nyonya lalu kemana saja beliau mengapa tidak pulang kerumah?" gumam pak budi lagi masih mencoba mencari jawaban dari pertanyaannya sendiri


" aku harus memberitahukan ini pada tuan hendra, tidak... tidak lebih baik ku pastikan dulu apakah wanita itu benar-benar nyonya atau bukan, setelah pasti baru aku akan mengatakannya pada tuan besar" pak budi mantap dengan rencananya itu untuk mencari tau terlebih dahulu tetang sosok yang mirip istri majikanya itu, pak budi keluar dari mobilnya dan berniat untuk menunggu sosok wanita mirip fatma itu di kafe yang berada di seberang jalan.


" tunggu dulu... bagaimana jika tuan hendra tau jika nyonya masih hidup?" ucap pak budi dalam hati mempertanyakan majikanya itu


" akhir-akhir ini tuan bersikap aneh dan menyembunyikan banyak hal, aku jadi semakin khawatir dengan tuan muda, bukan tidak mungkin jika tuan bisa saja melakukan hal yang sama terhadap tuan muda seperti tiga puluh tahun lalu" batin pak budi bergejolak mengingat apa yang terjadi kekhawatirannya semakin menjadi setahun belakangan ini


Sekitar satu jam pak budi duduk di kafe dengan ditemani secangkir kopi hitam ia terus memantau dan sosok yang tadi ia lihat di butik bagas telah keluar dengan seorang wanita muda bisa di sinyalir bahwa gadis muda itu adalah asistennya, winda yang tak lain adalah fatma masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh seorang sopir yang sejak tadi berada di sekitar mobil menunggu winda dan foi.


Pak budi bergegas keluar dari kafe setelah melihat bahwa mobil yang di tumpangi winda telah melaju meninggalkan kawasan mall, segera pak budi masuk kedalam mobilnya dan melajukannya mengikuti arah laju mobil milik winda.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2