
" jika dari awal anda seperti ini kami tidak perlu memaksa untuk masuk kesini" ucap jimy yang geram dengan sikap pak kasim
" kenapa anda terlihat sangat tegang begitu, duduklah kemari juga buk... santailah sedikit" ucap jimy dengan ramah pada buk mita yang berdiri ketakutan di sudut ruangan itu
" tidak apa-apa saya disini saja" balas buk mita yang masih ketakutan
" bagaimana mungkin dia tidak ketakutan melihat pistol yang kau letakkan di atas meja dengan terang-terangan begitu" ucap dika dalam hati yang tak habis pikir dengan kelakuan jimy yang masih bisa tersenyum dengan ramah dalam kondisi ia siap untuk membunuh kapan saja, namun dika tak berani untuk memprotes sikap jimy
" langsung saja ya pak... saya minta maaf atas ketidak sopan saya, jika bapak bekerjasama dengan baik saya pastikan bapak dan ibu tetap hidup" ucap jimy dengan sangat ramah di tambah dengan senyum manisnya membuat ekspresi wajah dika sangat masam
" astaga dia mulai lagi" pikir dika yang masih tak percaya dengan sikap jimy meski sudah sering melihatnya
" saya akan jawab apa yang saya tau, tolong jangan sakiti kami" ucap pak kasim yang ketakutan
" jangan ketakutan begitu, santai saja..." balas jimy sembari tersenyum ramah
" astaga dia masih saja menakut-nakutinya" dika menggelengkan kepalanya melihat jimy yang masih menakut-nakuti pak kasim
" bapak tau siapa mereka?" tanya jimy memperlihatkan foto fauzan dan lina, pak kasim yang tau kedua orang itu terbelalak dalam pikirannya siapa kedua orang ini, apa hubungannya dengan fauzan dan lina sehingga mereka menanyakannya
" kenapa anda menanyakannya?" ucap pak kasim bertanya dengan menahan takut
" bapak hanya perlu menjawab apa yang saya tanyakan, tidak perlu menanyakan hal lain" balas jimy yang mulai mengubah raut wajahnya menjadi tidak ramah lagi, melihat raut wajah jimy yang sudah berubah pak kasim mau tak mau harus menjawab apa yang di tanyakan jimy padanya
" yang berada di foto itu adalah tuan fauzan dan nyonya lina darmawan serta putranya" balas pak kasim memberitahukan
" siapa mereka.. apa hubungannya dengan keluarga darmawan?" tanya jimy lagi masih dengan wajah serius
"tuan fauzan adalah satu-satunya saudara dari tuan hendra, dulu saya bekerja sebagai sopir pribadi dari tuan fauzan, berbeda dengan tuan hendra yang kasar tuan fauzan lebih lembut dan ramah pada setiap orang bahkan pada para pekerja yang bersamanya, sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa beliau dan istrinya" jelas pak kasim panjang lebar
" setelah kecelakaan itu terjadi saya masih bekerja disana beralih menjadi tukang kebun, tak bertahan lama setahun kemudian saya memutuskan untuk berhenti dan memilih untuk tinggal di desa" lanjut jelas pak kasim yang di dengarkan dengan seksama oleh jimy
" bagaimana dengan bayinya?" tanya jimy menanyakan perihal bayi yang ada di foto bersama fauzan dan lina
__ADS_1
" bayi itu selamat dari kecelakaan, itu sebuah keajaiban" jawab pak kasim
" dimana dia sekarang?" tanya jimy menyelidik
" terakhir yang saya tau tuan hendra merawatnya" jawab pak kasim
" setelah berhenti bekerja dengan keluarga darmawan saya tidak mendengar kabar mereka semua lagi" lanjut pak kasim
" saya sudah menjawab apa yang anda tanyakan, tolong lepaskan kami,... kami hanya orang tua tak berdaya yang tak tau apa-apa" lanjut pak kasim memohon agar jimy melepaskannya dan istrinya
" apa alasan bapak berpindah-pindah tempat tinggal selama ini?" tanya jimy lagi
" ka...kami...kami hanya ingin menemukan tempat yang mudah untuk mencari penghidupan" balas pak kasim dengan terbata mencari alasan yang paling masuk akal
" bapak yakin hanya karena hal itu?" balas jimy yang kini mengambil pistol yang sebelumnya ia letakkan di meja dan memainkannya di tangannya, pak kasim semakin ketakutan melihatnya dalam benaknya apakah ini akan menjadi akhir hidupnya
" saya yakin bapak tau sesuatu, jika tidak bapak tak akan ketakutan saat dia pertama kali datang kemari" ucap jimy memperjelas perihal kedatangan dika kesana saat itu
" saya akan mengatakan apapun tolong jangan sakiti istri saya... saya mohon" ucap pak kasim dengan ketakutan
" oke... kita lanjutkan!" balas jimy meletakan kembali pistolnya di meja
" apa tuan hendra mempunyai seorang anak?" jimy memulai pertanyaannya kembali
" tidak... tuan hendra tak punya seorang anak, itulah sebabnya tuan hendra mengadopsi keponakannya yang tak lain adalah anak dari tuan fauzan dan nyonya lina setelah mereka berdua meninggal" jelas pak kasim
" nama anak itu...emm.." pak kasim berusaha mengingat nama dari anak fauzan dan lina
" fatan... fatan darmawan!" potong jimy
" benar... benar sekali...tapi bagaimana anda tau, apa anda mengenal mereka?" tanya pak kasim
Jimy mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto dari seorang pria tampan dengan rambut panjangnya yang tak lain adalah fatan, sontak membuat pak kasim terbelalak melihat wajah fatan yang sangat mirip dengan lina
__ADS_1
" siapa dia.. kenapa wajahnya sangat mirip dengan nyonya lina?" ucap pak kasim yang masih memperhatikan foto fatan
" jangan bilang dia..." ucap pak kasim yang menebak bahwa itu fatan
" dia fatan darmawan putra satu-satunya dari seorang hendra darmawan" jelas jimy yang membuat raut wajah pak kasim berubah sedih bercampur haru melihat anak majikannya setelah sekian lama
" dulu saya hanya melihatnya saat masih bayi ternyata den fatan sudah tumbuh menjadi pria tampan seperti ini" ucap pak kasim yang tak terasa air matanya menetes mengingat masa lalu
" maaf saya hanya merindukan saat-saat saya masih bekerja dengan tuan fauzan" pak kasim meminta maaf sembari menghapus air matanya
" tidak masalah" balas jimy yang melihat ketulusan dari ucapan dan air mata pak kasim
" boleh saya tanya satu hal?" tanya pak kasim
" apa?" balas jimy
" apa hubungan anda dengan keluarga darmawan?" kini pak kasim bertanya dengan tenang tanpa ada keraguan
" saya hanya seorang teman dari fatan darmawan" jawab jimy
" benarkah??" balas pak kasim yang masih tak percaya, jimy menunjukkan beberapa koleksi fotonya bersama fatan agar pak kasim percaya, melihat semua itu pak kasim yakin bahwa jimy dan dika bukanlah orang-orang tuan hendra
" saya berpindah-pindah tempat tinggal selama beberapa tahun terakhir, anak buah tuan hendra terus mencari saya, karena saya tau bahwa tuan fauzan dan nyonya lina tidak pernah mengalami kecelakaan tapi mereka dibunuh" pak kasim akhirnya mengungkapkan apa yang ia ketahui, hal itulah yang menjadi sebab ia berhenti bekerja dengan keluarga darmawan dan bersembunyi karena tuan hendra mencurigai pak kasim mengetahui perihal pembunuhan itu, mendengar penuturan pak kasim mampu membuat jimy dan dika terkejut, mereka tak menyangka apa yang mereka rasa janggal dari kasus itu benar adanya
" bagaimana bapak yakin soal itu?" tanya jimy memastikan
" saya menyaksikannya secara langsung, saat itu sekitar jam tiga pagi, saya merasa haus dan mengambil air di dapur, saat dalam perjalanan kembali ke kamar saya melihat tuan hendra dan istrinya mengendap-endap masuk ke kamar tuan fauzan, saya sempat tidak peduli melihat hal itu namun rasa penasaran mendorong saya untuk melihat apa yang mereka berdua lakukan disana, betapa terkejutnya saya ketika melihat tuan hendra dan istrinya membekap wajah tuan fauzan dan nyonya lina menggunakan sebuah bantal hingga membuat mereka tewas, dengan ketakutan saya kembali kekamar, saya bertanya-tanya mengapa tuan hendra setega itu pada kakaknya sendiri, saya tak bisa tidur hingga pagi karena ketakutan jika tuan hedra tau bahwa saya melihat apa yang mereka lakukan, saat subuh mereka memindahkan tubuh tuan fauzan dan nyonya lina yang telah terbujur kaku kendalam mobil milik tuan fauzan yang biasa saya kemudikan dengan dibantu oleh dua orang mereka membawa mobil itu pergi beserta den fatan yang masih bayi.... kemudian saya mendengar kabar tentang kecelakaan itu" pak kasim menceritakan kebenaran tentang kematian fauzan dan lina sembari tak kuasa menahan air mata dan kesediaannya begitu pula dengan buk mita yang ikut menangis mendengarnya berbeda dengan jimy daripada sedih dia lebih merasakan api membakar dadanya, kemarahan menyelimutinya, ingin rasanya ia membakar tuan hendra saat ini juga, namun ia tetap mengontrol diri agar tak lepas kendali disini
" menjijikan.... benar-benar rendahan!!" ucap jimy dalam hati mengutuk tuan hendra
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
__ADS_1